... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Saksi: Kader Muhammadiyah, Jamiatul Khair Tidak Ikut Demo 21-22 Mei

Foto: Jamiatul Khair (Kanan)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kuasa Hukum Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei, Jamiatul Khoir dari MHH PP Muhammadiyah menghadirkan saksi meringankan yang membantah seluruh dakwaan JPU bahwa Jamiatul Khair adalah pelaku atau aktor kerusuhan, kekerasan dan ikut serta demo 21-22 Mei 2019.

Pengacara Khair, Jamil Burhanudin saksi meringankan adalah Binthal sebagai anggota Tapak Suci Malang dan Zakaria yang merupakan Dosen Psikologi Univ. Muhammadiyah Malang dan Sekretaris Tapak Suci Wilayah Jawa Timur.

“Saksi menegaskan bahwa terdakwa berangkat ke Jakarta dari Malang untuk penugasan dari Tapak Suci Jawa Timur mengamankan aset dan tokoh Muhammadiyah di Jakarta. Bukan untuk hal lain seperti ikut demo atau sebagaimana sangkaan dalam surat dakwaan JPU,” kata Jamil pada Kamis (05/09/2019).

Berdasarkan keterangan saksi tersebut dan fakta-fakta persidangan, Jamil yakin majelis hakim akan membebaskan terdakwa dari segala dakwaan Jaksa. “Dan kami juga meyakini terdakwa merupakan korban salah tangkap,” tuturnya.

Menurutnya, di sidang lanjutan ini seharusnya juga mendengarkan saksi dari Kepolisian. Namun, dalam persidangan, JPU tidak dapat menghadirkan saksi dari Kepolisian, oleh karena itu JPU hanya membacakan keterangan BAP saksi.

“Atas hal tersebut, kami keberatan dan menolak tindakan JPU karena tidak sesuai ketentuan Pasal 185 ayat (1) dan Pasal 162 ayat (1) KUHAP,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Aneh, Gadis Yordania Ini Kelaminnya Berubah dengan Sendirinya

Melalui pemeriksaan sonar, lanjut Zuraiqat, ditemukan bahwa anak tersebut tidak memiliki alat kelamin wanita atau bahkan ovarium (organ untuk menghasilkan sel telur)

Jum'at, 06/09/2019 10:40 0

Afghanistan

Bom Taliban Sasar Konvoi Militer di Depan Markas NATO

Setidaknya tiga mobil Land Cruiser hancur, 12 penjajah dan 8 tentara intelijen Kabul tewas, menurut pernyataan Taliban.

Jum'at, 06/09/2019 08:58 0

Arab Saudi

AS Gelar Negosiasi dengan Pemberontak Syiah Hutsi

Di sisi lain, situs resmi Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi mengatakan bahwa ia bertemu dengan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat David Schenker dan delegasinya.

Jum'at, 06/09/2019 07:44 0

Amerika

Para Raksasa Teknologi Dunia Dipanggil Badan Intelijen AS Jelang Pilpres 2020

Perusahaan besar teknologi AS termasuk Facebook, Alphabet's Google, Microsoft, dan Twitter bertemu dengan agen intelijen AS pada Rabu (04/09/2019) untuk membahas strategi keamanan menjelang pemilihan November 2020.

Kamis, 05/09/2019 17:01 0

Yaman

Kurang Dana, PBB Bakal Tutup 65 Persen Fasilitas Kesehatan di Yaman

UNFPA menambahkan, rencana ini akan berdampak pada lebih dari satu juta wanita hamil dan ibu menyusui yang membutuhkan perawatan segera karena kekurangan gizi akut dan memburuknya bantuan medis.

Kamis, 05/09/2019 16:30 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Dahsyatnya Dosa Zina di dalam Islam

Khutbah Jumat: Dahsyatnya Dosa Zina di dalam Islam

Kamis, 05/09/2019 15:52 0

Timur Tengah

UEA: Abu Dhabi dan Riyadh “Satu Parit” dalam Hadapi Setiap Ancaman

UEA dan Saudi merupakan sekutu paling kuat di Timur Tengah.

Kamis, 05/09/2019 11:06 0

Suriah

Idlib Berdarah, Seribu Lebih Orang Tewas dalam Empat Bulan

Organisasi itu menambahkan bahwa banyak orangtua takut mengirim anak-anak mereka ke sekolah karena takut menjadi sasaran gempuran rezim.

Kamis, 05/09/2019 09:07 0

Mesir

Putra Bungsu Muhammad Mursi Meninggal

Tak lama setelah itu, ia menghembuskan nafas terakhir.

Kamis, 05/09/2019 08:13 0

Afghanistan

Rezim Afghanistan Khawatir terhadap Draft Perjanjian AS-Taliban

Perlu dicatat, ini merupakan reaksi resmi pertama dari Kabul terhadap rancangan kesepakatan, yang disampaikan Khalilzad pada Senin kepada para pejabat Afghanistan.

Kamis, 05/09/2019 07:39 0

Close