... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Langka, Nenek 73 Tahun Lahirkan Bayi Kembar

Foto: Mangayamma Yaramati berusia 73 tahun

KIBLAT.NET, Andhra Pradesh – Seorang wanita berusia 73 tahun di negara bagian Andhra Pradesh di India selatan telah melahirkan anak perempuan kembar.

Dokter melahirkan si kembar, yang lahir setelah perawatan IVF (bayi tabung), pada hari Kamis (06/09/2019).

“Ibu dan bayinya baik-baik saja,” kata Dr Uma Sankar kepada BBC Telugu.

Mangayamma Yaramati mengatakan dia dan suaminya, yang berusia 82 tahun, selalu menginginkan anak tetapi tidak dapat hamil sampai sekarang.

“Kami sangat bahagia,” kata suaminya, Sitarama Rajarao, menambahkan bahwa pasangan itu hamil dalam waktu dua bulan setelah memulai perawatan IVF.

“Kami mencoba berkali-kali dan menemui banyak dokter,” kata Yaramati. “Jadi ini adalah waktu paling bahagia dalam hidup saya.”

Dia mengaku khawatir akan merasakan stigmatisasi di komunitas karena belum menjadi seorang ibu.

“Mereka akan memanggilku wanita tanpa anak,” katanya.

Tapi sehari setelah si kembar lahir, Rajarao menderita stroke. Dia saat ini dirawat di rumah sakit.

Gadis-gadis kembar itu dilahirkan melalui operasi caesar, yang merupakan metode biasa dalam kasus yang jarang terjadi.

Pada 2016, wanita India lainnya yang berusia 70-an, Daljinder Kaur, melahirkan seorang anak laki-laki.

Sumber: BBC
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wawancara

[Wawancara] Disertasi Kontroversial Abdul Aziz Tidak Perlu Direvisi

Disertasi kontroversial Abdul Azis yang berjudul "Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital" dinilai tak perlu direvisi.

Jum'at, 06/09/2019 15:43 0

Indonesia

Pakar: Masyarakat Harus Berani Sebut OPM Langgar HAM

Pakar Pertahanan dan Diplomasi Dr Connie Rahakundini Bakrie menilai tindakan Organisasi Papua Merdeka bisa dikategorikan melanggar HAM.

Jum'at, 06/09/2019 15:21 0

Indonesia

Mardani: Saya Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Kasihan Rakyat Kecil

Mardani Ali Sera mengingatkan Presiden Jokowi untuk lebih mengedepankan kemaslahatan rakyat dalam mengelola BPJS

Jum'at, 06/09/2019 11:53 0

Indonesia

Saksi: Kader Muhammadiyah, Jamiatul Khair Tidak Ikut Demo 21-22 Mei

Kuasa Hukum Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei, Jamiatul Khoir dari MHH PP Muhammadiyah menghadirkan saksi meringankan

Jum'at, 06/09/2019 11:42 0

Indonesia

Cerita Karyawan Sarinah yang Ditangkap Karena Dituding Ikut Rusuh 21-22 Mei

Karyawan Gedung Sarinah ternyata juga tak luput dari penangkapan saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Jum'at, 06/09/2019 11:29 0

Indonesia

Ditangkap Saat Rusuh 21-22 Mei, Kader Muhammadiyah: Suruh Buka Baju dan Perut Saya Dipukul

Khoir menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kerusuhan

Jum'at, 06/09/2019 11:11 0

Indonesia

Enam Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei Dituntut 4 Bulan Kurungan

Enam terdakwa ricuh 21-22 Mei yang diadvokasi Badan Hukum Front (BHF) menjalani sidang tuntutan.

Jum'at, 06/09/2019 10:41 0

Indonesia

JPU Tak Mampu Hadirkan Saksi di Sidang Ricuh 21-22 Mei

"Kami mempertanyakan kesungguhan jaksa dalam persidangan. Karena ini menyangkut nasib orang," tuturnya.

Jum'at, 06/09/2019 10:11 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Dahsyatnya Dosa Zina di dalam Islam

Khutbah Jumat: Dahsyatnya Dosa Zina di dalam Islam

Kamis, 05/09/2019 15:52 0

Indonesia

Redakan Konflik, Tokoh Bangsa dan Ulama Disarankan Kunjungi Papua

"Saya kira ini penting, karena sebetulnya secara sejarah, kita ini satu dengan Papua, sekarang ini dipecah dengan disintegrasi bangsa dan muncul isu Milanesia. Ini kan sebuah opini yang menyesatkan," ujarnya.

Kamis, 05/09/2019 09:25 0

Close