... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cerita Karyawan Sarinah yang Ditangkap Karena Dituding Ikut Rusuh 21-22 Mei

Foto: sidang karyawan Sarinah terkait kerusuhan 21-22 Mei

KIBLAT.NET, Jakarta – Karyawan Gedung Sarinah ternyata juga tak luput dari penangkapan saat kerusuhan 21-22 Mei lalu. Nurul Halli, seorang teknisi di Gedung Sarinah saat kerusuhan dia sedang bekerja shift malam .

“Saya di sarinah sebagai teknisi. Saya saat itu shift malam dari jam 22.00 WIB sampai pagi. Malam itu ada perintah untuk memperbaiki gerbang ang rubuh. Karena masih ramai, kita masuk ke ruangan teknisi dan baru mengerjakan pukul 24.00 WIB,” ujarnya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (05/09/2019).

“Saya memperbaiki gerbang banyak yang lihat. Tidak ikut demo, tidak nonton,” sambungnya.

Setelah memperbaiki, kata dia, kami balik ke kantor teknisi. Saat itu, tiba-tiba ada ketukan pintu dan ternyata ketika dibuka adalah anggota kepolisian.

“Kami santai-santai lalu diketok polisi pakaian preman. Yang ngetok satu, yang masuk banyak. Kami disuruh keluar, dikumpulkan ada rekan security jongkok dan telanjang dada. Mereka tidak tanya apapun karena kami dalam keadaan berseragam,” ucapnya.

Setelah dikumpulkan, ia diminta baris kemudian jalan bebek ke Bawaslu lalu dibawa ke Polda Metro Jaya. Kawan Nurul Halli, Aris Marwanto juga menegaskan bahwa saat itu tidak ada karyawan Sarinah yang ikut demo.

“Tidak ikut demo, tidak nonton. Tidak melakukan perbantuan kepada pendemo. Kami semua sedang bertugas,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Aneh, Gadis Yordania Ini Kelaminnya Berubah dengan Sendirinya

Melalui pemeriksaan sonar, lanjut Zuraiqat, ditemukan bahwa anak tersebut tidak memiliki alat kelamin wanita atau bahkan ovarium (organ untuk menghasilkan sel telur)

Jum'at, 06/09/2019 10:40 0

Afghanistan

Bom Taliban Sasar Konvoi Militer di Depan Markas NATO

Setidaknya tiga mobil Land Cruiser hancur, 12 penjajah dan 8 tentara intelijen Kabul tewas, menurut pernyataan Taliban.

Jum'at, 06/09/2019 08:58 0

Arab Saudi

AS Gelar Negosiasi dengan Pemberontak Syiah Hutsi

Di sisi lain, situs resmi Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi mengatakan bahwa ia bertemu dengan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat David Schenker dan delegasinya.

Jum'at, 06/09/2019 07:44 0

Amerika

Para Raksasa Teknologi Dunia Dipanggil Badan Intelijen AS Jelang Pilpres 2020

Perusahaan besar teknologi AS termasuk Facebook, Alphabet's Google, Microsoft, dan Twitter bertemu dengan agen intelijen AS pada Rabu (04/09/2019) untuk membahas strategi keamanan menjelang pemilihan November 2020.

Kamis, 05/09/2019 17:01 0

Yaman

Kurang Dana, PBB Bakal Tutup 65 Persen Fasilitas Kesehatan di Yaman

UNFPA menambahkan, rencana ini akan berdampak pada lebih dari satu juta wanita hamil dan ibu menyusui yang membutuhkan perawatan segera karena kekurangan gizi akut dan memburuknya bantuan medis.

Kamis, 05/09/2019 16:30 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Dahsyatnya Dosa Zina di dalam Islam

Khutbah Jumat: Dahsyatnya Dosa Zina di dalam Islam

Kamis, 05/09/2019 15:52 0

Timur Tengah

UEA: Abu Dhabi dan Riyadh “Satu Parit” dalam Hadapi Setiap Ancaman

UEA dan Saudi merupakan sekutu paling kuat di Timur Tengah.

Kamis, 05/09/2019 11:06 0

Suriah

Idlib Berdarah, Seribu Lebih Orang Tewas dalam Empat Bulan

Organisasi itu menambahkan bahwa banyak orangtua takut mengirim anak-anak mereka ke sekolah karena takut menjadi sasaran gempuran rezim.

Kamis, 05/09/2019 09:07 0

Mesir

Putra Bungsu Muhammad Mursi Meninggal

Tak lama setelah itu, ia menghembuskan nafas terakhir.

Kamis, 05/09/2019 08:13 0

Afghanistan

Rezim Afghanistan Khawatir terhadap Draft Perjanjian AS-Taliban

Perlu dicatat, ini merupakan reaksi resmi pertama dari Kabul terhadap rancangan kesepakatan, yang disampaikan Khalilzad pada Senin kepada para pejabat Afghanistan.

Kamis, 05/09/2019 07:39 0

Close