... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bom Taliban Sasar Konvoi Militer di Depan Markas NATO

Foto: Salah kendaraan yang hancur dalam serangan Taliban di depan markas NATO

KIBLAT.NET, Kabul – Taliban kembali menggelar serangan di ibukota Afghanistan, Kabul, pada Kamis (05/09/2019). Serangan ini menargetkan konvoi pasukan NATO di depan markas pasukan koalisi pimpinan AS itu.

Kantor berita Reuters melansir dari pejabat pemerintah mengatakan bahwa ledakan itu juga menghancurkan sejumlah mobil dan toko kecil di dekat markas NATO dan kedutaan AS. Sejumlah orang yang diklaim sipil dilaporkan tewas.

“Setidaknya 10 warga sipil tewas, 42 luka-luka dan dibawa ke rumah sakit,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Nusrat Rahimi.

NATO mengumumkan dua tentaranya tewas pada Kamis. Namun, NATO mengatakan tentara berkewarganegaraan Rumania dan AS itu tewas dalam bentrokan di Kabul, tanpa memberi rincian lebih lanjut.

Di sisi lain, sumber pejabat senior Kementrian Dalam Negeri menekankan kedua tentara asing itu tewas dalam serangan bom bunuh diri dan kendaraan mereka merupakan sasaran utama serangan itu.

Insiden itu menambah jumlah personel militer AS yang tewas di Afghanistan tahun ini. Sampai saat ini, tercatat sudah 16 tentara AS tewas, tiga di antaranya terbunuh selama bulan kemarin.

Rekaman video dan foto-foto di media sosial menunjukkan beberapa kendaraan dan toko-toko kecil hancur. Kendaraan dan toko itu terlihat berada di dekat sebuah pos pemeriksaan di jalan dekat kantor NATO dan kedutaan AS. Polisi menutup daerah itu.

BACA JUGA  Difitnah Bekerja Sama dengan Rusia, Begini Jawaban Taliban

Taliban dalam pernyataannya mengatakan bahwa serangan itu diluncurkan pada pukul 10.00 waktu setempat dengan mobil sarat bom. Target serangan, konvoi militer AS di depan gerbang markas Cabang Intelijen 40 di ibukota Kabul.

Setidaknya tiga mobil Land Cruiser hancur, 12 penjajah dan 8 tentara intelijen Kabul tewas, menurut pernyataan Taliban.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Dahsyatnya Dosa Zina di dalam Islam

Khutbah Jumat: Dahsyatnya Dosa Zina di dalam Islam

Kamis, 05/09/2019 15:52 0

Indonesia

Redakan Konflik, Tokoh Bangsa dan Ulama Disarankan Kunjungi Papua

"Saya kira ini penting, karena sebetulnya secara sejarah, kita ini satu dengan Papua, sekarang ini dipecah dengan disintegrasi bangsa dan muncul isu Milanesia. Ini kan sebuah opini yang menyesatkan," ujarnya.

Kamis, 05/09/2019 09:25 0

Indonesia

HRS Center Akan Investigasi Pencekalan Habib Rizieq

Menurutnya, investigasi itu penting dilakukan untuk menilai apa dan bagaimana permasalahan Habib Rizieq itu terjadi.

Rabu, 04/09/2019 16:20 0

Indonesia

Muslim Life Festival Akan Digelar Lagi Tahun Depan

Pagelaran Muslim Life Festival telah berakhir.

Rabu, 04/09/2019 15:59 0

Indonesia

Anggaran Basarnas Dipotong, Anggota Komisi V DPR: Pemerintah Tak Perdulikan Nyawa Masyarakat

Pemerintah kembali memotong anggaran Badan SAR Nasional (Basarnas).

Rabu, 04/09/2019 15:41 0

Indonesia

HRS Center: Syariat Islam Dapat Diterapkan dalam Sistem Hukum Nasional

Lembaga Kajian Strategis HRS Center sudah berumur satu tahun.

Rabu, 04/09/2019 14:40 0

Munaqosyah

Pemikiran Syahrur dan Problem Otoritas dalam Studi Islam

Kekacauan terjadi ketika seseorang yang tidak ahli memaksa diri untuk berbicara ilmu. Dalam konteks ilmu agama, jumlah alim-ulama semakin sedikit. Dalam jumlah yang sedikit itu muncul orang-orang yang jahil berbicara agama.

Rabu, 04/09/2019 14:08 0

Indonesia

Fahira Idris: Pemerintah Miskin Gagasan Tangani Defisit BPJS Kesehatan

Fahira Idris mengatakan bahwa opsi kenaikan iuran justru akan menjadi preseden tidak baik dalam perjalanan BPJS Kesehatan ke depan

Rabu, 04/09/2019 12:46 0

Indonesia

Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Fahira Idris Anggap Pemerintah Lempar Tanggung Jawab

Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan pemerintah tidak sungguh-sungguh menyelematkan BPJS Kesehatan.

Rabu, 04/09/2019 12:33 0

Indonesia

GNPF Ulama: Kita Tunggu Ketegasan Pemerintah Sikapi Ricuh Papua

Ketua Umum GNPF Ulama, Yusuf Martak menuntut pemerintah berlaku tegas terhadap permasalahan di Papua.

Selasa, 03/09/2019 19:54 1

Close