AS Minta Inggris Pulangkan Militan ISIS untuk Diadili

KIBLAT.NET, Washington – Menteri Pertahanan AS meminta pemerintah Inggris untuk memulangkan warganya yang bergabung dengan ISIS untuk diadili.

“Pandangan kami adalah mereka harus dipulangkan dan ditangani dengan tepat,” kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper kepada wartawan selama kunjungan resmi pertamanya ke Inggris.

“Kalau tidak, itu risiko bagi wilayah. Berapa lama mereka bisa dijaga di kamp-kamp ini oleh orang lain?” imbuhnya.

Menurut surat kabar Inggris The Times, sekitar 900 warga Inggris meninggalkan negara itu untuk bergabung dengan ISIS. Diperkirakan 400 orang telah kembali dan setidaknya 10 persen telah menjalani persidangan.

Mayoritas militan yang tersisa ditahan oleh Pasukan Demokrat Suriah (SDF), kelompok Kurdi dukungan AS yang berbasis di timur laut Suriah.

Inggris telah menolak untuk memulangkan warganya yang bergabung ISIS. Pemerintah juga memutuskan untuk mencabut kewarganegaraan pejuang ISIS Inggris masih di Suriah.

Esper mengatakan semua militan ISIS harus “kembali ke negara asal mereka untuk menghadapi keadilan.” Pernyataan itu menindaklanjuti peringatan Presiden AS Trump pada 23 Agustus bahwa AS akan membebaskan para tahanan yang ditahan di Suriah.

“Kami menahan ribuan pejuang ISIS sekarang, dan Eropa harus mengambilnya,” kata Trump.

“Jika Eropa tidak mengambilnya, saya tidak punya pilihan selain melepaskan mereka ke negara-negara asal mereka, yaitu Jerman dan Prancis dan tempat-tempat lain.”

Sumber: Al-Arabiya
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat