... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Wartawan India Dikriminalisasi Usai Ungkap Kasus Korupsi

Foto: Pawan Kumar Jaiswal

KIBLAT.NET, New Delhi – Pawan Kumar Jaiswal mengaku hidup dalam ketakutan bersama keluarganya setelah mengekspos kasus korupsi terkait pengadaan makan siang di sebuah sekolah di negara bagian Uttar Pradesh.

Polisi telah mengajukan empat kasus pidana terhadap jurnalis tersebut karena membuat laporan video yang menunjukkan sebuah sekolah di distrik Mirzapur hanya menyediakan makan siang berupa roti.

Padahal, para murid seharusnya menerima makanan yang lebih baik sebagai bagian dalam program pemerintah untuk memerangi kekurangan gizi.

“Kenyataannya adalah bahwa saya dan keluarga saya hidup dalam ketakutan. Pemerintah kabupaten membalas untuk menyelamatkan diri dalam kasus salah urus skema makan siang hari,” kata Jaiswal, yang seorang reporter di Jansandesh Times, sebuah surat kabar lokal.

Laporan menunjukkan anak-anak makan roti dengan garam tanpa sayuran dan “daal” (sepotong daging) di sekolah Mirzapur. Video Jaiswal menjadi viral bulan lalu, sehingga menyebabkan kemarahan publik.

Dianggap Mencemarkan Nama Baik Pemerintah

Dalam kasus-kasus yang diajukan oleh polisi, Jaiswal dituduh mencemarkan nama baik pemerintah negara yang dipimpin oleh Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP).

Pejabat lokal melaporkan Jaiswal dan narasumbernya Rajkumar Pal dengan KUHP India Pasal 120 B (konspirasi kriminal), 186 (sukarela menghalangi pegawai negeri dalam melaksanakan fungsinya), 193 (bukti palsu) dan 420 (menipu) pada 31 Agustus.

“Ketika Jaiswal dan narasumbernya, Rajkumar Pal, yang memberi tahu dia, mengetahui bahwa sayuran tidak tersedia di sekolah, alih-alih memastikan bahwa anak-anak disajikan dengan sayuran, mereka berkonspirasi kriminal untuk memfitnah pemerintah negara dan merekam video siswa hanya makan roti dan garam,” tuding polisi.

Meskipun laporan Jaiswal benar, pemerintah negara bagian belum menarik pengaduan terhadapnya. Artinya ia dapat ditangkap kapan saja.

“Saya pergi ke sekolah pada 22 Agustus ketika saya mengetahui bahwa sekolah itu memberikan roti dan nasi dengan garam pada hari yang berbeda. Melihat anak-anak makan roti dengan garam membuat hati saya terharu. Saya hanya ingin memastikan anak-anak dilayani makanan bergizi di tengah hari seperti yang diamanatkan oleh hukum. Jadi saya melaporkannya,” kata Jaiswal.

Horor bagi Wartawan Lokal

“Semua wartawan lokal sangat ketakutan. Kami pasti akan berpikir 10 kali sebelum melaporkan,” kata Jaiswal, yang khawatir tentang keselamatannya karena polisi telah menangkap narasumbernya.

Hakim distrik Mirzapur, Anurag Patel, membenarkan tindakan polisi terhadap Jaiswal. Dia mengatakan bahwa Jaiswal seharusnya tidak merekam video karena dia adalah seorang jurnalis cetak.

Sementara itu, wartawan di Uttar Pradesh dan di ibu kota New Delhi, telah menyatakan dukungan untuk Jaiswal.

Lusinan wartawan lokal di Mirzapur pada hari Selasa turun ke jalan memprotes tindakan polisi tersebut. Sebelumnya, seorang jurnalis lepas yang berbasis di Delhi juga ditangkap oleh polisi Uttar Pradesh.

Prashant Kanojia ditangkap pada bulan Juni karena mengkritik Kepala Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath – seorang biksu Hindu garis keras yang dikenal karena sikap anti-Muslimnya. Kanojia dilepaskan setelah didesak Mahkamah Agung.

Kebebasan pers di India telah memburuk sejak Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa pada tahun 2014.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

HRS Center Akan Investigasi Pencekalan Habib Rizieq

Menurutnya, investigasi itu penting dilakukan untuk menilai apa dan bagaimana permasalahan Habib Rizieq itu terjadi.

Rabu, 04/09/2019 16:20 0

Indonesia

Muslim Life Festival Akan Digelar Lagi Tahun Depan

Pagelaran Muslim Life Festival telah berakhir.

Rabu, 04/09/2019 15:59 0

Indonesia

Anggaran Basarnas Dipotong, Anggota Komisi V DPR: Pemerintah Tak Perdulikan Nyawa Masyarakat

Pemerintah kembali memotong anggaran Badan SAR Nasional (Basarnas).

Rabu, 04/09/2019 15:41 0

Indonesia

HRS Center: Syariat Islam Dapat Diterapkan dalam Sistem Hukum Nasional

Lembaga Kajian Strategis HRS Center sudah berumur satu tahun.

Rabu, 04/09/2019 14:40 0

Munaqosyah

Pemikiran Syahrur dan Problem Otoritas dalam Studi Islam

Kekacauan terjadi ketika seseorang yang tidak ahli memaksa diri untuk berbicara ilmu. Dalam konteks ilmu agama, jumlah alim-ulama semakin sedikit. Dalam jumlah yang sedikit itu muncul orang-orang yang jahil berbicara agama.

Rabu, 04/09/2019 14:08 0

Indonesia

Fahira Idris: Pemerintah Miskin Gagasan Tangani Defisit BPJS Kesehatan

Fahira Idris mengatakan bahwa opsi kenaikan iuran justru akan menjadi preseden tidak baik dalam perjalanan BPJS Kesehatan ke depan

Rabu, 04/09/2019 12:46 0

Indonesia

Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Fahira Idris Anggap Pemerintah Lempar Tanggung Jawab

Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan pemerintah tidak sungguh-sungguh menyelematkan BPJS Kesehatan.

Rabu, 04/09/2019 12:33 0

Indonesia

GNPF Ulama: Kita Tunggu Ketegasan Pemerintah Sikapi Ricuh Papua

Ketua Umum GNPF Ulama, Yusuf Martak menuntut pemerintah berlaku tegas terhadap permasalahan di Papua.

Selasa, 03/09/2019 19:54 1

Indonesia

Lieus Sungkharisma: Tangkap Dalang Rusuh Papua Dong, Masukin Sel Tikus!

Lieus Sungkharisma meminta pemerintah menangkap dalang kerusuhan Papua.

Selasa, 03/09/2019 19:41 0

Indonesia

Lima Terdakwa Ricuh 21-22 Mei Sujud Syukur Atas Vonis Hakim, Ada Apa?

Dari 27 terdakwa yang ditangani Tim Advokasi Tragedi 21-22 Mei, lima terdakwa divonis tiga bulan lima belas hari kurungan

Selasa, 03/09/2019 18:13 0

Close
CLOSE
CLOSE