... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Negosiasi IX Taliban-AS: AS Tarik 5.000 Tentara dan Tutup Lima Pangkalan

Foto: Negosiasi Taliban-AS di Doha, Qatar.

KIBLAT.NET, Washington – Utusan khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, awal pekan ini, mengungkap hasil kesepakatan awal negosiasi putaran ke-9 antara negaranya dengan Taliban. Kesepakatan itu berupa penarikan 5.000 tentara AS dan penutupan lima pangkalan militer AS di Afghanistan dalam kurun waktu 135 hari.

Khalilzad mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Al-Thulu’ TV, seperti dilansir Reuters, bahwa perjanjian yang dicapai setelah berbulan-bulan negosiasi dengan delegasi Taliban harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Presiden AS Donald Trump sebelum menandatanganinya.

“Pada prinsipnya, kami mencapai tujuan kami,” katanya. Sebagai imbalan atas penarikan pasukan AS secara bertahap, Taliban akan berkomitmen tidak mengizinkan gerilyawan menggunakan wilayah Afghanistan untuk merencanakan serangan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.

Perjanjian itu juga mencakup ketentuan untuk “pembicaraan antar-Afghanistan” untuk mencapai penyelesaian politik yang lebih luas untuk mengakhiri pertempuran antara Taliban dan pemerintah yang didukung Barat.

Namun perincian dari setiap negosiasi selanjutnya masih suram, dengan sikap Taliban menolak untuk berurusan langsung dengan pemerintah Kabul. Taliban menganggap rezim Kabul tidak sah dan hanya boneka AS.

Khalilzad, diplomat AS kelahiran Afghanistan, telah menyelesaikan sembilan putaran pembicaraan dengan delegasi Taliban untuk mengakhiri perang di Afghanistan. Ia dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin rezim Kabul pekan ini untuk membangun konsensus sebelum menandatangani kesepakatan menyeluruh.

Negosiasi ke-9 berlangsung pekan lalu di ibukota Qatar, Doha. Perundingan ini berlangsung sementara pertempuran di lapangan masih berkecamuk. Taliban melancarkan dua serangan besar di kota-kota Kunduz dan Bel Khamri di Afghanistan utara pada akhir pekan.

Pasukan keamanan Afghanistan memaksa gerilyawan untuk mundur dari kedua kota itu, tetapi serangan Taliban pada Senin di Kunduz menewaskan sedikitnya enam polisi dan melukai 15 lainnya, kata pejabat dan Taliban.

Amerika Serikat menempatkan sekitar 14.000 tentara di Afghanistan. Washington memimpin perang di Afghanistan sejak 2001 dan berhasil menggulingkan rezim Taliban. Namun setelah 18 tahun, AS tak mampu mengalakan perang gerilya gerakan tersebut.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

HRS Center Akan Investigasi Pencekalan Habib Rizieq

Menurutnya, investigasi itu penting dilakukan untuk menilai apa dan bagaimana permasalahan Habib Rizieq itu terjadi.

Rabu, 04/09/2019 16:20 0

Indonesia

Muslim Life Festival Akan Digelar Lagi Tahun Depan

Pagelaran Muslim Life Festival telah berakhir.

Rabu, 04/09/2019 15:59 0

Indonesia

Anggaran Basarnas Dipotong, Anggota Komisi V DPR: Pemerintah Tak Perdulikan Nyawa Masyarakat

Pemerintah kembali memotong anggaran Badan SAR Nasional (Basarnas).

Rabu, 04/09/2019 15:41 0

Indonesia

HRS Center: Syariat Islam Dapat Diterapkan dalam Sistem Hukum Nasional

Lembaga Kajian Strategis HRS Center sudah berumur satu tahun.

Rabu, 04/09/2019 14:40 0

Munaqosyah

Pemikiran Syahrur dan Problem Otoritas dalam Studi Islam

Kekacauan terjadi ketika seseorang yang tidak ahli memaksa diri untuk berbicara ilmu. Dalam konteks ilmu agama, jumlah alim-ulama semakin sedikit. Dalam jumlah yang sedikit itu muncul orang-orang yang jahil berbicara agama.

Rabu, 04/09/2019 14:08 0

Indonesia

Fahira Idris: Pemerintah Miskin Gagasan Tangani Defisit BPJS Kesehatan

Fahira Idris mengatakan bahwa opsi kenaikan iuran justru akan menjadi preseden tidak baik dalam perjalanan BPJS Kesehatan ke depan

Rabu, 04/09/2019 12:46 0

Indonesia

Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Fahira Idris Anggap Pemerintah Lempar Tanggung Jawab

Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan pemerintah tidak sungguh-sungguh menyelematkan BPJS Kesehatan.

Rabu, 04/09/2019 12:33 0

Indonesia

GNPF Ulama: Kita Tunggu Ketegasan Pemerintah Sikapi Ricuh Papua

Ketua Umum GNPF Ulama, Yusuf Martak menuntut pemerintah berlaku tegas terhadap permasalahan di Papua.

Selasa, 03/09/2019 19:54 1

Indonesia

Lieus Sungkharisma: Tangkap Dalang Rusuh Papua Dong, Masukin Sel Tikus!

Lieus Sungkharisma meminta pemerintah menangkap dalang kerusuhan Papua.

Selasa, 03/09/2019 19:41 0

Indonesia

Lima Terdakwa Ricuh 21-22 Mei Sujud Syukur Atas Vonis Hakim, Ada Apa?

Dari 27 terdakwa yang ditangani Tim Advokasi Tragedi 21-22 Mei, lima terdakwa divonis tiga bulan lima belas hari kurungan

Selasa, 03/09/2019 18:13 0

Close