... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fahira Idris: Pemerintah Miskin Gagasan Tangani Defisit BPJS Kesehatan

Foto: Fahira Idris

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota DPD RI, Fahira Idris mengatakan bahwa opsi kenaikan iuran justru akan menjadi preseden tidak baik dalam perjalanan BPJS Kesehatan ke depan. Alih-alih mampu menyehatkan BPJS Kesehatan, kenaikan iuran akan selalu menjadi pembenaran jika ke depan defisit semakin membengkak.

Padahal persoalan utama BPJS Kesehatan ada di kemauan politik pemerintah dan reformasi manajemen pengelolaan BPJS Kesehatan.

“Saya melihatnya pemerintah ini mau mudah dan gampangnya saja. Kalau defisit, ya solusinya iuran dinaikkan. Gagasan dan terobosan lain untuk menyehatkan BPJS Kesehatan sama sekali tidak terdengar,” ujar Senator Jakarta ini dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Rabu (04/09/2019).

Ia mengingatkan pemeritah bahwa selain pendidikan, kesehatan adalah skala prioritas negara dalam menjalankan mandat dari rakyat, bukan infrastruktur apalagi pemindahan ibu kota. Pemerintah yang tidak kompeten mengurus kesehatan rakyatnya sama saja tidak mampu menjalankan amanat konstitusi.

“Pemerintah miskin gagasan kalau bicara BPJS Kesehatan, padahal ini prioritas. Namun, kalau bicara pindah ibu kota yang bukan prioritas sampai konferensi pers berkali-kali. Maaf saja, semakin ke sini, pemerintah semakin tidak punya skala prioritas,” pungkas Fahira.

Sebagai informasi, saat rapat kerja dengan DPR Pemerintah sudah bulat menaikkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk menutup defisit JKN. Kenaikan iuran itu akan dilakukan mulai 1 Januari 2020, berlaku untuk kelas I dan kelas II. Sementara itu, kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas III masih ditunda setelah Komisi IX dan XI DPR menolak usulan itu.

BACA JUGA  Emak-Emak Indonesia di Turki Prihatin atas Kondisi Tanah Air

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Penembakan Massal Kembali Terjadi di AS, Remaja Bunuh Semua Keluarganya

Para korban, jelasnya, merupakan ayah pelaku John Sisk (38), ibu tirinya Mary Sisk (35), dan dua adik lelakinya, masing-masing berusia 6 tahun dan 6 bulan, serta adik perempuannya yang berusia 5 tahun.

Rabu, 04/09/2019 08:40 0

Myanmar

Bangladesh Haramkan Internet dan Kartu Ponsel untuk Rohingya

Pihak berwenang meminta perusahaan pada Ahad lalu untuk memblokir layanan ponsel dan berhenti menjual perdana kepada Rohingya.

Rabu, 04/09/2019 07:37 0

Irak

Penjinak Bom Asal AS Tewas di Mosul, Irak

Berdasarkan laporan awal, insiden tersebut bermula saat korban berusaha menjinakkan "objek bom namun tiba-tiba meledak dan membunuhnya seketika".

Rabu, 04/09/2019 06:57 0

Afghanistan

Taliban Serbu Kompleks Lembaga Asing di Pusat Ibukota Kabul

Green Village merupakan tempat tinggal banyak orang asing. Daerah ini dijaga ketat oleh pasukan Afghanistan dan penjaga keamanan swasta. Berulang kali kawasan ini menjadi target serangan.

Selasa, 03/09/2019 10:06 0

Arab Saudi

Insiden Dhamar, Koalisi Saudi: Kami Tidak Tahu Ada Penjara di Lokasi

Menurut Palang Merah Internasional (ICRC), sebanyak 100 orang tewas dalam serangan udara tersebut.

Selasa, 03/09/2019 08:31 0

Asean

AS dan ASEAN Gelar Latihan Gabungan Angkatan Laut

Titik awal latihan di di Pangkalan Angkatan Laut Sattahip di Thailand dan berakhir di Singapura. Latihan ini untuk menghadapi Cina

Selasa, 03/09/2019 07:52 0

Yaman

Serangan Udara Koalisi Arab Kenai Penjara Syiah Hutsi, Puluhan Tewas

Sampai saat ini, belum bisa diverifikasi dari sumber independen tentang jumlah korban tewas dan luka-luka akibat insiden tersebut.

Senin, 02/09/2019 10:03 0

News

Provinsi di Belgia Larang Penyembelihan Halal

Peraturan melarang "penyembelihan halal" ini memicu reaksi dari komunitas Muslim dan Yahudi.

Senin, 02/09/2019 09:02 1

Afghanistan

Taliban Luncurkan Serangan Besar-besaran di Kunduz

Kantor berita AFP melaporkan bahwa penembakan dengan senjata ringan dan berat terjadi di empat daerah di Kunduz

Senin, 02/09/2019 07:39 0

Amerika

Penembakan Brutal Kembali Terjadi di Texas, 7 Tewas dan 22 Terluka

Pihak berwenang tidak mengungkapkan nama-nama korban atau nama pelaku, tetapi mengatakan ia adalah pria kulit putih berusia 30-an dan sudah diidentifikasi oleh polisi.

Senin, 02/09/2019 06:43 0

Close