... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

GNPF Ulama: Kita Tunggu Ketegasan Pemerintah Sikapi Ricuh Papua

Foto: yusuf martak

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum GNPF Ulama, Yusuf Martak menuntut pemerintah berlaku tegas terhadap permasalahan di Papua. Menurutnya, sikap yang ditunjukkan sekarang tidak tepat, melihat sikap yang berlebihan dilakukan aparat penegak hukum terhadap aksi damai di depan Bawaslu Mei lalu.

“Kasus Papua ini kita sangat prihatin, kita menunggu ketegasan dari pemerintah maupun aparat seperti mereka melakukan ketegasan yang berlebihan di saat unjuk rasa yang disampaikan dengan sopan santun, tertib tidak melanggar undang-undang di depan Bawaslu,” ujar Yusuf ditemui di Matraman, Jakarta Timur, Selasa (03/09/2019).

“Tapi begitu kasus Papua, kenapa begitu lemah, tidak punya kekuatan sama sekali hingga yang namanya bendera merah putih tidak dikibarkan di depan Istana dan bendera kejora justru malah dikibarkan,” lanjutnya.

Selain menunggu ketegasan dari pemerintah, Yusuf juga berharap aparat penegak hukum benar-benar menindak para pelanggar hukum yang melakukan diskriminasi dan pihak yang akan melakukan disintegrasi bangsa.

“Ini tidak boleh terjadi, sementara kita menyampaikan aksi cukup santun sopan tidak melanggar undang-undang tapi diperlakukan seperti begitu. Mana sekarang aparat yang berpakai yang lengkap kok tidak terlihat sama sekali,” ujarnya.

Jika pemerintah tidak tanggap, lanjut Yusuf, pemerintah akan dipermalukan dan kredibilitas presiden pasti akan terganggu.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “GNPF Ulama: Kita Tunggu Ketegasan Pemerintah Sikapi Ricuh Papua”

  1. MasMoe

    Itukan hak mereka untuk merdeka, kalau mereka merasa dijajah, merasa ditipu, pantas saja lah mereka ingin merdeka!

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban Serbu Kompleks Lembaga Asing di Pusat Ibukota Kabul

Green Village merupakan tempat tinggal banyak orang asing. Daerah ini dijaga ketat oleh pasukan Afghanistan dan penjaga keamanan swasta. Berulang kali kawasan ini menjadi target serangan.

Selasa, 03/09/2019 10:06 0

Arab Saudi

Insiden Dhamar, Koalisi Saudi: Kami Tidak Tahu Ada Penjara di Lokasi

Menurut Palang Merah Internasional (ICRC), sebanyak 100 orang tewas dalam serangan udara tersebut.

Selasa, 03/09/2019 08:31 0

Asean

AS dan ASEAN Gelar Latihan Gabungan Angkatan Laut

Titik awal latihan di di Pangkalan Angkatan Laut Sattahip di Thailand dan berakhir di Singapura. Latihan ini untuk menghadapi Cina

Selasa, 03/09/2019 07:52 0

Yaman

Serangan Udara Koalisi Arab Kenai Penjara Syiah Hutsi, Puluhan Tewas

Sampai saat ini, belum bisa diverifikasi dari sumber independen tentang jumlah korban tewas dan luka-luka akibat insiden tersebut.

Senin, 02/09/2019 10:03 0

News

Provinsi di Belgia Larang Penyembelihan Halal

Peraturan melarang "penyembelihan halal" ini memicu reaksi dari komunitas Muslim dan Yahudi.

Senin, 02/09/2019 09:02 1

Afghanistan

Taliban Luncurkan Serangan Besar-besaran di Kunduz

Kantor berita AFP melaporkan bahwa penembakan dengan senjata ringan dan berat terjadi di empat daerah di Kunduz

Senin, 02/09/2019 07:39 0

Amerika

Penembakan Brutal Kembali Terjadi di Texas, 7 Tewas dan 22 Terluka

Pihak berwenang tidak mengungkapkan nama-nama korban atau nama pelaku, tetapi mengatakan ia adalah pria kulit putih berusia 30-an dan sudah diidentifikasi oleh polisi.

Senin, 02/09/2019 06:43 0

Konsultasi

Peristiwa-Peristiwa Penting Kenabian Pada Bulan Dzulhijjah

Peristiwa-Peristiwa Penting Kenabian Pada Bulan Dzulhijjah

Jum'at, 30/08/2019 17:06 0

Suriah

Ribuan Warga Ma’arat Al-Nu’man di Selatan Idlib Berbondong-bondong Mengungsi

Saat laporan ini dirilis, mayoritas mereka masih di jalan utama dan di tempat terbuka.

Jum'at, 30/08/2019 09:40 0

Afghanistan

Perang AS di Afghanistan Diprediksi Telan Hampir Satu Triliun Dolar

Pemerintah AS mengatakan jumlah dana yang dikeluarkan selama perang Afghanistan sebanyak $ 760 miliar. Namun lembaga independen menyebut lebih.

Jum'at, 30/08/2019 08:43 0

Close