... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Luncurkan Serangan Besar-besaran di Kunduz

Foto: Kunduz, Afghanistan.

KIBLAT.NET, Kunduz – Gerakan Taliban Afghanistan melancarkan serangan besar-besaran di utara kota Kunduz, yang memicu baku tembak dengan pasukan pemerintah. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengklaim serangan itu gagal, dan mengatakan serangan itu menunjukkan kurangnya komitmen kelompok itu pada perdamaian dan bertentangan dengan yang dikatakan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.

Para pejabat Afghanistan mengatakan serangan Taliban itu dimulai pada Sabtu (31/08/2019), ketika pasukannya bergerak ke arah kota yang berbatasan dengan Tajikistan dari beberapa arah. Sementara itu, Taliban mengatakan pihaknya telah mengambil kendali atas beberapa bangunan di kota itu, sementara Angkatan Udara Afghanistan melancarkan setidaknya lima serangan udara.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa penembakan dengan senjata ringan dan berat terjadi di empat daerah di Kunduz. Pada malam hari, pemerintah Afghanistan mengatakan pihaknya memukul mundur serangan Taliban.

Kantor berita Reuters menyebutkan, puluhan tewas dalam pertempuran yang berlangsung sepanjang Sabtu itu ketika pasukan pemerintah, didukung oleh serangan udara, mencoba untuk mendapatkan kembali kendali atas daerah yang direbut. Air dan listrik terputus, dan layanan telepon sangat terganggu.

Kunduz adalah kota strategis yang hampir dua kali dikuasai Taliban sejak 2015.

Koresponden Al-Jazeera melaporkan bahwa 15 provinsi Afghanistan menjadi saksi pertempuran antara pasukan pemerintah dan pejuang Taliban, terutama provinsi Kunduz. Kantor Berita Afghanistan melaporkan bahwa pasukan Afghanistan dan AS melakukan operasi di provinsi Paktia dan Ghazni timur dan pusat negara itu, dan menewaskan 12 militan Taliban.

BACA JUGA  Jalan Buntu Pemilu Afghanistan: Golput Tertinggi, Indikasi Kecurangan Mengemuka

Seorang juru bicara presiden Afghanistan mengatakan pada konferensi pers bahwa serangan Taliban di Kunduz “merupakan indikasi kurangnya komitmen terhadap perdamaian, dan dalam kontradiksi dengan apa yang dinyatakannya di Doha selama negosiasi dengan pihak AS.”

Serangan Taliban terhadap Kunduz bertepatan semakin dekatnya kesepakatan besar antara Taliban dan AS dalam negosiasi di ibukota Qatar, Doha, yang masih berlangsung. Taliban tetap melanjutkan operasi militer karena belum ada kesepakatan gencatan senjata.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dakwah Visual, Menyeru Kebaikan Bermodal Kreatifitas

Indonesia Muslim Lifestyle Festival 2019 kita bisa menemukan beragam stan yang berdakwah dengan konten visual

Sabtu, 31/08/2019 10:51 0

Indonesia

Anies Bawsedan Buka Gelaran lndonesia Muslim Lifestyle Festival 2019

Anies Baswedan menyatakan saatnya bagi Indonesia menjadi pemain utama ekonomi syariah

Jum'at, 30/08/2019 17:27 1

Konsultasi

Peristiwa-Peristiwa Penting Kenabian Pada Bulan Dzulhijjah

Peristiwa-Peristiwa Penting Kenabian Pada Bulan Dzulhijjah

Jum'at, 30/08/2019 17:06 0

Indonesia

Laptop MacBook Pro 15 Inci Tak Boleh Masuk Pesawat Garuda Indonesia

Pelarangan dilakukan setelah adanya kebijakan penarikan kembali produk tersebut oleh pabrikan Apple

Jum'at, 30/08/2019 16:00 0

Indonesia

Komisi III DPR: Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pengibar Bendera Bintang Kejora

hukum bertindak tajam ke bendera yang dituding bendera HTI dan tumpul ke bintang kejora

Jum'at, 30/08/2019 15:50 0

Indonesia

Majelis Ormas Islam Angkat Suara Terkait Konflik Papua

Majelis Ormas Islam (MOI) mendorong penyelesaian konflik Papua dengan dialog dan penegakan hukum

Jum'at, 30/08/2019 15:27 0

Indonesia

Mardani Ali Sera Minta Presiden Bentuk Satgas Khusus Tangani Rusuh Papua

Mardani Ali Sera Minta Presiden Bentuk Satgas Khusus Tangani Rusuh Papua

Jum'at, 30/08/2019 15:17 0

Indonesia

Kantor BMH Terbakar Saat Kerusuhan di Jayapura

hingga saat ini BMH pusat belum mampu mendapat kabar lebih jauh karena terkendala komunikasi.

Jum'at, 30/08/2019 15:06 0

Indonesia

Sudah Ada KUHP, RUU P-KS Dinilai Blunder

Hendaknya seluruh masukan dituangkan di KUHP, bukan dengan membuat rancangan undang-undang baru

Jum'at, 30/08/2019 13:41 0

Indonesia

Tanggapi Tudingan Ketum Densus 99, Zaitun: Kita Harusnya Terima Kasih kepada Ustaz Fadlan

"Ustadz Fadlan kan kita tau semua, jauh lah dia dari HTI, tidak ada pikiran HTI-nya," imbuh Zaitun.

Jum'at, 30/08/2019 11:20 0

Close