... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Zaitun Rasmin: Radikalisme Anti-Agama Lebih Berbahaya

Foto: Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Ustaz Zaitun Rasmin, mengingatkan pentingnya mewaspadai gerakan radikalisme anti-agama. Ia menyebut, gerakan tersebut lebih membahayakan daripada jenis radikalisme yang lain

Ketua Umum Organisasi Wahdah Islamiyah ini kemudian mengambil Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai contoh. Zaitun mengatakan bahwa jika saja PKI berkuasa, kelompok itu akan menghapuskan agama dan membunuh orang-orang yang beragama.

“Dan itu sudah terbukti di Uni Soviet kan. Di Indonesia juga ada pengalaman buruk, bagaimana ulama-ulama dibunuh, bagaimana umat-umat dibunuh, bagaimana pelajar-pelajar muslim dibunuh,” kata Zaitun saat ditemui usai konferensi pers Majelis Ormas Islam (MOI) di gedung Dewan Dakwah Jakarta pada Kamis sore (29/08/2019).

Dalam konferensi pers yang digelar sebelumnya, MOI menyebut dalam salah satu poin pernyataannya, mengimbau untuk mewaspadai gerakan Islamophobia dan gerakan radikalisme anti-islam.

MOI juga merumuskan ciri-ciri gerakan radikal, diantaranya menolak NKRI, bersikap rasis, dan melemahkan ketahanan bangsa. Selain itu, MOI juga memperingatkan bahaya infiltrasi pemikiran radikal di tubuh umat islam.

“Misalnya Khawarij, itu jelas radikal. Namun dari dulu popoulasinya hanya segelintir dari kaum muslim, bukan mainstream. Kemudian yang lebih besar adalah Syiah, itu juga radikal karena mereka menjungkirbalikkan apa yang disepakati oleh Ahlussunnah, mengkafirkan shabat misalnya,” ujar Zaitun.

Reporter: Qoid
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Ribuan Warga Ma’arat Al-Nu’man di Selatan Idlib Berbondong-bondong Mengungsi

Saat laporan ini dirilis, mayoritas mereka masih di jalan utama dan di tempat terbuka.

Jum'at, 30/08/2019 09:40 0

Afghanistan

Perang AS di Afghanistan Diprediksi Telan Hampir Satu Triliun Dolar

Pemerintah AS mengatakan jumlah dana yang dikeluarkan selama perang Afghanistan sebanyak $ 760 miliar. Namun lembaga independen menyebut lebih.

Jum'at, 30/08/2019 08:43 0

Myanmar

Mengadu kepada Trump, Pemimpin Etnis Kristen Myanmar Diadili

"Kami orang-orang Kristen di Myanmar ditindas dan disiksa oleh pemerintah militer Myanmar. Tidak ada kebebasan beragama di Myanmar,"

Jum'at, 30/08/2019 08:08 0

Konsultasi

Kenapa Kalender Islam Dimulai dari Hijrah Nabi?

Kenapa Kalender Hijriah Dimulai dari Hijrah Nabi?

Kamis, 29/08/2019 16:31 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Menyelami Hakikat Kemenangan Islam

Khutbah Jumat: Menyelami Hakikat Kemenangan Islam

Kamis, 29/08/2019 13:56 0

Eropa

Kobra Peliharaan Warga Lepas, Kota di Jerman Tetapkan Kondisi Darurat

Sementara itu, petugas menemukan sebanyak 20 ular yang sama di rumah pemilik kobra yang lepas itu.

Kamis, 29/08/2019 11:41 0

Prancis

Mantan Rapper Prancis: Sebelum Muallaf, Saya Selalu Sedih dan Sepi

"Ketika saya ikut beribadah dengannya, saya merasakan kontak langsung dengan Allah. Al-Quran yang ia baca dalam salat seolah-olah "hidup”. Saya menjadi benar-benar yakin bahwa Tuhan itu ada, dan semakin saya membaca Al-Quran, keyakinan saya semakin kuat.

Kamis, 29/08/2019 09:39 1

Palestina

Hamas: Serangan Bom di Gaza Dilakukan Pelaku Bom Bunuh Diri

Al-Bazm menduga tujuan serangan ini untuk "menciptakan kekacauan di Gaza".

Kamis, 29/08/2019 08:28 0

Munaqosyah

Telaah Sanad Hadits “Tetap Taat Meski Punggungmu Dipukul..”

Ulil Amri adalah sebuah istilah syar’i. Di dalam Islam diskursus tentang ulil amri sudah menjadi kajian para ulama. Para ulama salaf sudah memberikan rambu-rambu yang jelas terkait ulil amri. Siapa ulil amri, kapan ulil amri ditaati, kapan dinasehati, kapan menjadi objek amar makruf nahi munkar dan kapan diperbolehkan keluar dari ketaatannya

Rabu, 28/08/2019 16:47 0

Thailand

Indonesia Usung Isu Krisis Rohingya dalam Sidang AIPA

Tanggal 25 Agustus 2019 tepat dua tahun peristiwa genosida dan eksodus ratusan ribu orang Rohingya dari Myanmar ke Bangladesh

Rabu, 28/08/2019 11:12 0

Close