... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Peristiwa-Peristiwa Penting Kenabian Pada Bulan Dzulhijjah

Foto: Dzulhijjah

KIBLAT.NET – Beberapa waktu yang lalu kita telah melalui salah satu momen agung dan mulia dalam Islam, mulai dari 10 awal bulan dzulhijjah, hari Arafah, idul-adha hingga hari tasyrik. Mungkin banyak dari kita yang sudah khatam mengenai keutamaan dan kemuliaan bulan ini. Disamping juga identik dengan ritual haji karena termasuk dari bulan haji dan puncak pelaksanaan ibadah haji serta bulan hari raya, bulan ini juga termasuk dari salah satu bulan haram yang diharamkan menumpahkan darah di dalamnya dan seluruh amal kebaikan hingga amal keburukan pada bulan ini akan dilipatgandakan dosa maupun pahalanya. Hingga detik ini kita belum keluar bulan dzulhijjah, masih tersisa beberapa hitungan hari lagi sebelum berakhirnya bulan ini. Sebelum bulan ini berakhir, baiknya kita merefresh kembali ingatan kita dan menambah wawasan kita, betapa bulan ini sejak dahulu menjadi saksi akan manis dan getirnya perjuangan Rasulullah dalam medakwahkan ajaran Islam.

1. Masuk Islamnya Umar bin al-Khaththab

Pada dasarnya, ketika berbicara tentang Umar, pembahasannya menjadi lebih personalistik, bukan sebuah peristiwa. Namun persona Umar mau tidak mau diakui oleh sejarah amat berpengaruh terhadap perjuang Islam dan kaum muslimin. Abdullah bin Mas’ud mengatakan: “Kami terus merasa mulia (tidak lagi merasa disepelekan) semenjak Umar masuk Islam.” (Thabaqat Ibn Saad III/204). Ini merupakan pengaruh yang amat besar bagi perjuangan Islam era awal yang masih diliputi dengan banyaknya pelecehan dan penyiksaan bagi umat Islam, dimana keislaman Umar menjadi pukulan besar bagi kaum musyrikin Makkah waktu itu. Sebab, salah seorang pemuka dan tokoh yang sangat mereka segani dan mereka hormati ternyata berpindah haluan kepada musuh yang sangat mereka benci. Kaum muslimin pada saat itu baru bisa melaksanakan shalat terang-terangan di Masjidil-Haram setelah sebelumnya selalu diintimidasi dan diganggu setelah Umar masuk Islam. Umar masuk Islam pada tahun keenam setelah kenabian atau tahun ke 7 sebelum hijriyah pada bulan dzulhijjah. Waktu itu Umar masih berusia 26 tahun. Ibn Masud mengatakan: “Keislaman Umar adalah kemenangan, hijrahnya adalah pertolongan, dan kepemimpinannya adalah rahmat (dari Allah).” (Thabaqat Ibn Saad III/204)

2. Awal Keislaman Kaum Anshar

Hijrahnya Nabi ke Madinah dan berhasilnya Nabi menjadikan Madinah sebagai pusat kekuatan dan basis pergerakan dakwah Islam bukanlah terjadi kebetulan dan tiba-tiba begitu saja. Namun juga melalui beberapa tahapan dan proses yang lumayan panjang. Dimulai semenjak 3 tahun sebelum hijriyah atau 10 tahun setelah kenabian.

Sudah seperti biasanya, pada bulan Dzulhijjah berbagai kabilah bangsa Arab berdatangan ke Hijaz guna melaksanakan ibadah haji. Mulai dari proses thawaf di Makkah hingga pelemparan jumrah di Mina, tepatnya di hari-hari tasyrik. Pada saat itulah Rasulullah mulai menawarkan diri beliau dan ajaran yang beliau bawa ke berbagai kabilah yang beliau temui. Semuanya menolak dan mengatakan: “Sukumu dan keluargamu sendiri yang jauh lebih mengenalmu ternyata tidak mau jadi pengikutmu!” Hingga muncullah 6 orang dari Kabilah Khazraj berasal dari Yatsrib (nama kuno kota Madinah) dan berhasil masuk Islam dengan izin Allah. Pertemuan itu terjadi di bukit Aqabah, Mina dan berlanjut dengan pengutusan Mush’ab bin Umair oleh Rasulullah untuk mendakwahkan Islam di Yatsrib.

3. Baiat Aqabah Pertama

Peristiwa merupakan peristiwa lanjutan dakwah Islam di Yatsrib juga sebagai pra hijrah Nabi ke Madinah. Ini terjadi pada tahun berikutnya, yaitu tahun ke 2 sebelum hijriyah atau tahun ke 12 setelah kenabian. Terjadi di bulan yang sama, yaitu dzulhijjah. Di momen yang sama yaitu haji dan di tempat yang sama, yaitu bukit Aqabah di Mina. Peristiwa ini terjadi tanpa sepengetahuan kaum musyrik Quraisy. Rasulullah ditemui oleh 10 orang dari kabilah Khazraj dan 2 orang dari kabilah Aus. Perlu diketahui bahwa kota Madinah sebelum Nabi hijrah dihuni oleh dua kabilah besar selaku pribumi asli, yaitu Khazraj dan Aus. Kedua kabilah ini terus dilanda perang satu sama lainnya selama kurang lebih 2 abad. Selain itu, di Madinah juga terdapat kaum Yahudi yang sedang menanti kedatangan Mesiah atau utusan terakhir yang akan muncul dari bukit Paran (daerah Jazirah Arab), dimana ia tidak lain dan tidak bukan adalah Nabi Muhammad sendiri. Setelah mereka tahu Nabi Muhammad berasal dari bangsa Arab, mereka pun mendustakan beliau. Baiat sendiri adalah ikrar atau janji setia yang menjadi bukti atas komitmen mereka terhadap Islam dan ajaran Islam. Isi baiat pertama ini mirip dengan baiat untuk kaum wanita yang terdapat di akhir surat al-Mumtahanah.

BACA JUGA  Anies Baswedan: Reuni 212 Membawa Pesan Damai

4. Baiat Aqabah Kedua

Baiat ini juga terjadi pada waktu, tempat, dan momen yang sama. Namun setahun setelah baiat Aqabah pertama. Ini terjadi pada setahun sebelum hijriyah (tepatnya 3 bulan sebelum Nabi hijrah) atau tahun ke 13 setelah kenabian. Baiat ini dihadiri oleh 73 orang penduduk Yatsrib, dengan rincian 62 orang dari kabilah Kahzraj (60 lelaki dan 2 wanita) dan 11 orang dari kabilah Aus. Ke 73 orang tersebut diwakilkan oleh 7 orang dari kabilah Kahzraj dan 3 orang dari kabilah Aus. Bedanya, baiat ini bukan lagi sekedar baiat untuk komitmen di atas ajaran Islam. Tetapi juga baiat dalam arti militer dan politik, yaitu ikrar setia hingga mati untuk membela Rasulullah, loyal terhadap perintah beliau, mendengar dan taat terhadap seluruh istruksi beliau, baik dalam keadaan sulit maupun lapang, baik dalam hal-hal yang disukai maupun yang dibenci. Ini merupakat baiat perang atau baiat kenegaraan. Nabi membaiat seluruh yang hadir satu persatu dengan menjabat tangannya masing-masing, kecuali 2 orang wanita dari kabilah Khazraj yang datang bersama suami mereka. Beliau membaiat kedua orang itu hanya dengan ucapan, karena beliau tidak mau menyentuh wanita yang tidak halal bagi beliau. Ketika peristiwa baiat ini, Nabi ditemani oleh pamannya sendiri Abbas bin Abdul-Muthalib, hanya saja Abbas pada saat itu belum masuk Islam. Sebelum peristiwa pembaiatan, Abbas kembali menekankan agar kabilah Khazraj dan Aus benar-benar komitmen dan setia pada baiat mereka setelah mereka membaiat Nabi.

5. Eksekusi Atas Pengkhianatan Yahudi Bani Quraidzhah

Rasulullah dan para shahabat mengadakan pengepungan kurang lebih 40 hari terhadap salah satu kabilah kaum Yahudi, yaitu Bani Quraizhah akibat pengkhianatan mereka terhadap umat Islam. Di awal hijrahnya Nabi ke Madinah, beliau telah mengadakan perjanjian damai dengan kaum Yahudi yang berdomisili di sekitar Madinah. Namun tatkala terjadi perang Ahzab atau perang Khandaq yang bahkan namanya pun dijadikan sebagai nama surat di al-Quran, Bani Quraizhah melakukan pengkhianatan dengan memberikan akses masuk kepada kaum musyrik melalui gerbang mereka ke Madinah, padahal Nabi dan para shahabat sudah bersusah payah menggali parit besar disekeliling kota Madinah atas usul Salman al-Farisi agar dapat menangkal infiltirasi aliansi pasukan (Ahzab) yang sudah bersiap-siap menyerang Madinah dan mengepungnya. Dengan izin Allah, pengepungan dan infiltirasi itu gagal setelah Allah kirimkan angin kencang untuk memorak-morandakan perkemahan aliansi pasukan kaum musyrikin Arab, ditambah kurangnya kepercayaan yang berhasil dibangun antara Bani Quraizhah dengan pasukan musyrik Makkah. Rasulullah mengepung dan memerangi kaum Yahudi Bani Quraizhah di perkampungan mereka semenjak bulan dzulqadah, sementara mereka hanya bisa bersembunyi di benteng mereka karena takut. Mereka mau berdamai dengan Rasulullah dengan syarat yang memutuskan sanksi atas pengkhianatan mereka adalah sahabat karib mereka dari kaum Anshar bernama Sa’ad bin Muadz, bukan Rasulullah. Tidak dinyana, Saad bin Muadz menjatuhkan hukuman mati bagi seluruh kaum lelaki dan menjadikan wanita serta anak-anak sebagai tawanan. Maka dieksekusilah 600 orang dari Bani Quraizhah, sementara anak-anak dan wanita dijadikan tawanan. Pengeksekusian itu terjadi pada pertengahan bulan Dzulhijjah tahun ke-5 hijriyah.

BACA JUGA  Pelajaran dari Guru Imam Syafi'i untuk Gus Muwafiq

6. Pengiriman Surat Kepada Raja-Raja

Salah satu yang membedakan antara Rasulullah dan risalah beliau dengan para rasul sebelum beliau adalah Rasulullah diutus untuk seluruh manusia, sebagai rahmat bagi semesta alam, dan risalah beliau berlaku hingga akhir zaman, sementara rasul-rasul dahulu hanya sebatas bagi kaumnya saja atau obyek dakwah yang Allah berikan kepadanya. Risalah mereka juga sifatnya temporer karena akan dan pasti dihapus setelah diutusnya Rasulullah. Beranjak dari sinilah Rasulullah mulai mengirimkan surat kepada raja-raja yang hidup semasa dengan beliau, termasuk kepada para pemimpin imperium super power yang menguasai dunia kala itu, yakni Romawi dan Persia. Butuh keberanian dan kejantanan tingkat tinggi untuk menulis surat kepada kaisar kedua imperium tersebut. Apatah lagi bagi para shahabat yang menjadi utusan pengantar surat kepada kedua kaisar itu, begitu juga kepada raja-raja lainnya. Ini terjadi pada bulan Dzulhijjah tahun ke-6 H selepas beliau pulang dari Hudaibiyah dan selesai menghadapi perjanjian dengan kaum musyrikin Makkah ketika itu. Pada setiap surat yang beliau kirim, beliau bubuhkan cap stempel dalam bentuk cincin yang berisi kalimat “Muhammad Rasulullah”

7. Diwajibkannya Haji dan Beberapa Ketentuan Terkait Haji

Pada bulan Dzulhijjah ini Rasulullah memerintahkan Abu Bakr untuk menjadi pemimpin dan penanggung jawab kaum muslimin yang hendak berhaji ke Baitullah. Abu Bakr membawa rombongan dari Madinah sebanyak 300 lelaki dan 20 ekor hewan sembelihan guna disembelih ketika haji. Pada bulan ini juga diberlakukan ketetapan baru bagi pelaksanaan ibadah haji yang menyelisihi tradisi jahiliyah terdahulu dan berlaku hingga hari zaman, yaitu “Orang musyrik tidak diperkenankan lagi untuk melaksanakan haji setelah tahun ini dan tidak boleh lagi thawaf dalam keadaan bertelanjang di sekitar Baitullah!” Ini terjadi pada tahun 9 hijriyah. Ketentuan itu dimaklumatkan tepat hari raya idul-adha, 10 dzulhijjah tahun 9 hijriyah. Pada tahun ini syariat ibadah haji diwajibkan bagi kaum muslimin sekali seumur hidup. Syariat ini akan tetap berlaku hingga akhir zaman. Pada bulan ini juga Nabi mengumumkan pemutusan janji dengan seluruh orang musyrik Arab dan memberi mereka waktu selama 4 bulan saja untuk menyerah. Ini Allah abadikan di awal surat at-Taubah atau surat al-Baraah.

8. Haji Wada

Haji Wada merupakan haji pertama sekaligus terakhir yang dilaksanakan oleh Rasulullah semenjak beliau hijrah ke Madinah.  Sebab, para ulama sepakat Rasulullah hanya berhaji sekali saja seumur hidup beliau semenjak ibadah haji diwajibkan. Dikatakan wada (perpisahan), karena pada saat haji inilah Rasulullah berkhutbah menyampaikan garis-garis besar ajaran Islam yang beliau bawa berikut kesempurnaannya dan menyampaikan tanda-tanda perpisahannya kepada umat Islam saat itu. Sebab, 3 bulan selepas itu Nabi Muhammad pun menghadap kepada Tuhannya Allah Azza Wa Jalla setelah selesai menyampaikan risalah-Nya yang agung di dunia ini. Beliau menyampaikan wasiat terakhir beliau di padang Arafah ketika khutbah Arafah di hari Arafah, 9 dzulhijjah tahun ke 10 hijiriyah. Diantara pesan beliau yang terakhir itu ialah agar kaum muslimin tidak berpecah belah dan tidak saling membunuh satu sama lainnya. Sebuah wasiat yang seharusnya dijadikan renungan oleh setiap muslim hari ini, terlepas dari apa saja latar belakang yang dianutnya dan agar menjadikan Islam sebagai tujuan dan ambisi hidupnya. Semoga Allah mengumpulkan kita bersama beliau kelak di surga-Nya Azza wa Jalla.

Penulis: Fatria Ananda

Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Laptop MacBook Pro 15 Inci Tak Boleh Masuk Pesawat Garuda Indonesia

Pelarangan dilakukan setelah adanya kebijakan penarikan kembali produk tersebut oleh pabrikan Apple

Jum'at, 30/08/2019 16:00 0

Indonesia

Komisi III DPR: Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pengibar Bendera Bintang Kejora

hukum bertindak tajam ke bendera yang dituding bendera HTI dan tumpul ke bintang kejora

Jum'at, 30/08/2019 15:50 0

Indonesia

Majelis Ormas Islam Angkat Suara Terkait Konflik Papua

Majelis Ormas Islam (MOI) mendorong penyelesaian konflik Papua dengan dialog dan penegakan hukum

Jum'at, 30/08/2019 15:27 0

Indonesia

Mardani Ali Sera Minta Presiden Bentuk Satgas Khusus Tangani Rusuh Papua

Mardani Ali Sera Minta Presiden Bentuk Satgas Khusus Tangani Rusuh Papua

Jum'at, 30/08/2019 15:17 0

Indonesia

Kantor BMH Terbakar Saat Kerusuhan di Jayapura

hingga saat ini BMH pusat belum mampu mendapat kabar lebih jauh karena terkendala komunikasi.

Jum'at, 30/08/2019 15:06 0

Indonesia

Sudah Ada KUHP, RUU P-KS Dinilai Blunder

Hendaknya seluruh masukan dituangkan di KUHP, bukan dengan membuat rancangan undang-undang baru

Jum'at, 30/08/2019 13:41 0

Indonesia

Tanggapi Tudingan Ketum Densus 99, Zaitun: Kita Harusnya Terima Kasih kepada Ustaz Fadlan

"Ustadz Fadlan kan kita tau semua, jauh lah dia dari HTI, tidak ada pikiran HTI-nya," imbuh Zaitun.

Jum'at, 30/08/2019 11:20 0

Indonesia

Zaitun Rasmin: Radikalisme Anti-Agama Lebih Berbahaya

"Misalnya Khawarij, itu jelas radikal. Namun dari dulu popoulasinya hanya segelintir dari kaum muslim, bukan mainstream. Kemudian yang lebih besar adalah Syiah, itu juga radikal karena mereka menjungkirbalikkan apa yang disepakati oleh Ahlussunnah, mengkafirkan shabat misalnya,"

Jum'at, 30/08/2019 10:51 0

Suriah

Ribuan Warga Ma’arat Al-Nu’man di Selatan Idlib Berbondong-bondong Mengungsi

Saat laporan ini dirilis, mayoritas mereka masih di jalan utama dan di tempat terbuka.

Jum'at, 30/08/2019 09:40 0

Afghanistan

Perang AS di Afghanistan Diprediksi Telan Hampir Satu Triliun Dolar

Pemerintah AS mengatakan jumlah dana yang dikeluarkan selama perang Afghanistan sebanyak $ 760 miliar. Namun lembaga independen menyebut lebih.

Jum'at, 30/08/2019 08:43 0

Close