... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mengadu kepada Trump, Pemimpin Etnis Kristen Myanmar Diadili

Foto: Tentara Myanmar berjaga di perbatasan

KIBLAT.NET, Yangon – Seorang pemimpin Kristen kondang di Myanmar, Hkalam Samson menghadapi tuntutan hukum karena mengungkapkan adanya penganiayaan militer terhadap etnis Kristen di negara mayoritas Hindu itu dalam sebuah pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Juli lalu.

Hkalam Samson yang merupakan ketua Kachin Baptist Convention (KBC), termasuk di antara 27 korban penganiayaan agama dari 17 negara yang diundang ke pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump pada 17 Juli.

“Kami orang-orang Kristen di Myanmar ditindas dan disiksa oleh pemerintah militer Myanmar. Tidak ada kebebasan beragama di Myanmar,” katanya kepada Trump dalam pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia juga berterima kasih kepada Trump karena memberlakukan larangan masuk negara kepada empat pemimpin militer Myanmar dan keluarga mereka karena melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar dan kekejaman terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

Militer Myanmar pun kemudian mengajukan pengaduan terhadap Hkalam Samson di pengadilan Myitkyina, ibu kota negara bagian Kachin di Myamnmar utara.

Meski belum jelas undang-undang mana yang dilanggar, media setempat melaporkan bahwa pengadilan akan memutuskan apakah kasus ini akan dilanjutkan atau dihentikan pada 9 September nanti.

Dikutip dari Anadolu, Hkalam Samson mengatakan bahwa dirinya hanya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di negara itu.

“Aku tidak bermaksud menghina siapa pun. Aku hanya mengatakan kepadanya bagaimana kita menderita. Memberitahukan kebenaran seharusnya bkan kejahatan,” katanya.

Ia juga mengaku bahwa pengadilan tidak memberitahunya apa keluhan yang diadukan oleh militer.

Sementara itu juru bicara militer Brigadir Jenderal Zaw Min Tun menolak berkomentar karena belum medapat rincian dari petugas yang mengajukan pengaduan.

Terkait isu pelarangan masuk negara yang diberlakukan Donal Trump kepada pimpinan militer Myanmar, Zaw Min Tun mengatakan bahwa keputusan Trump hanya bertujuan untuk merusak martabat militer Myanmar.

Sebagai informasi, etnis Kristen merupakan mayoritas di negara bagian Kachin.

Pada 2011, pertempuran antara kelompok etnis Kachin Independent Army dan militer kembali meletus setelah gecatan senjata selama 17 tahun.

Militer Myanmar diduga telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga sipil yang kebanyakan adalah masyarakat Kristen di negara bagian Kachin.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Qoid


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dahnil Anzar: Pak Jokowi Sudah Bangun Infrastruktur di Papua, Pasti Bisa Redam Gejolak

Dahnil Anzar Simanjuntak yakin presiden Jokowi bisa meredam gejolak jika langsung datang ke Papua.

Kamis, 29/08/2019 21:57 0

Indonesia

MOI Nilai Banyak Tokoh Gunakan Istilah Radikalisme dengan Serampangan

Majelis Ormas Islam (MOI) mengadakan konferensi pers menyikapi isu radikalisme yang digunakan secara serampangan beberapa pihak.

Kamis, 29/08/2019 21:14 0

Konsultasi

Kenapa Kalender Islam Dimulai dari Hijrah Nabi?

Kenapa Kalender Hijriah Dimulai dari Hijrah Nabi?

Kamis, 29/08/2019 16:31 0

Indonesia

Dinilai Berjasa Dalam Perlindungan Saksi dan Korban, Romo Syafii Dapat Penghargaan dari LPSK

Mantan Ketua Pansus RUU Terorisme, Muhammad Syafii mendapat penghargaan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

Kamis, 29/08/2019 15:30 0

Indonesia

BNPT Tuding Virus Terorisme Sudah Sampai ke PAUD

Direktur Pencegahan BNPT menyebut lembaga pendidikan ini menjadi target dimasukkan paham terorisme

Kamis, 29/08/2019 15:21 1

Indonesia

Soal Papua, Komisi 1 DPR Minta Tak Ada Intervensi Urusan Dalam Negeri Indonesia

"Jangan sampai ada intervensi dalam masalah dalam negeri Indonesia"

Kamis, 29/08/2019 14:10 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Menyelami Hakikat Kemenangan Islam

Khutbah Jumat: Menyelami Hakikat Kemenangan Islam

Kamis, 29/08/2019 13:56 0

Indonesia

Hasil Survei LIPI: Pemilu Serentak 2019 Tak Memenuhi Tujuan Dasar

Tim peneliti LIPI menyetakan Pemilu Serentak 2019 jauh panggang dari api

Kamis, 29/08/2019 11:36 0

Indonesia

Wahdah Peduli Sulteng Luluskan Relawan Siap Tugas

“Maka diharapkan relawan Wahdah Peduli (WP) Wilayah Sulawesi Tengah yang terbentuk bisa terus aktif ketika ada panggilan atau instruksi terhadap tanggap darurat bencana,” tutur Syukri Turusi, Wakil ketua Wahdah Peduli (WP) Pusat, Rabu (28/8/2019).

Kamis, 29/08/2019 07:25 0

Munaqosyah

Telaah Sanad Hadits “Tetap Taat Meski Punggungmu Dipukul..”

Ulil Amri adalah sebuah istilah syar’i. Di dalam Islam diskursus tentang ulil amri sudah menjadi kajian para ulama. Para ulama salaf sudah memberikan rambu-rambu yang jelas terkait ulil amri. Siapa ulil amri, kapan ulil amri ditaati, kapan dinasehati, kapan menjadi objek amar makruf nahi munkar dan kapan diperbolehkan keluar dari ketaatannya

Rabu, 28/08/2019 16:47 0

Close
CLOSE
CLOSE