... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komisi III DPR: Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pengibar Bendera Bintang Kejora

Foto: Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al-Habsyi

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsyi menanggapi adanya pengibaran bendera bintang kejora di beberapa unjuk rasa akhir-akhir ini. Menurutnya, tindakan tersebut mengusik rasa nasionalisme bangsa Indonesia.

“Beberapa waktu ini banyak diinfokan adanya aksi yang disertai pengibaran bendera bintang kejora. Bahkan media memberitakan aksi demo di seberang istana juga mengibarkan bendera bintang kejora.

Tentunya ini menyakiti hati nasionalisme kita,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Jumat (30/08/2019).

Menurutnya, jangan sampai ada standar ganda dalam menyikapi bendera. Sebab, ketika ada bendera tauhid dikibarkan, banyak pihak yang langsung merespon dengan keras.

“Jika dilakukan sikap keras terhadap benderah tauhid yang dikaitkan HTI, tentunya sikap serupa harus dilakukan kepada bendera bintang kejora,” tuturnya.

Apalagi, kata dia, jika penibarannya dilakukan secara terang terangan dengan membawa kampanye Papua merdeka. Belum lagi jika aksi yang dilakukan sudah melanggar hukum, tentunya hal ini harus direspons secara tegas oleh aparat penegak hukum.

“Jangan sampai masyarakat melihat hukum bertindak tajam ke bendera yang dituding bendera HTI dan tumpul ke bintang kejora,” ujar legislator asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Ribuan Warga Ma’arat Al-Nu’man di Selatan Idlib Berbondong-bondong Mengungsi

Saat laporan ini dirilis, mayoritas mereka masih di jalan utama dan di tempat terbuka.

Jum'at, 30/08/2019 09:40 0

Afghanistan

Perang AS di Afghanistan Diprediksi Telan Hampir Satu Triliun Dolar

Pemerintah AS mengatakan jumlah dana yang dikeluarkan selama perang Afghanistan sebanyak $ 760 miliar. Namun lembaga independen menyebut lebih.

Jum'at, 30/08/2019 08:43 0

Myanmar

Mengadu kepada Trump, Pemimpin Etnis Kristen Myanmar Diadili

"Kami orang-orang Kristen di Myanmar ditindas dan disiksa oleh pemerintah militer Myanmar. Tidak ada kebebasan beragama di Myanmar,"

Jum'at, 30/08/2019 08:08 0

Konsultasi

Kenapa Kalender Islam Dimulai dari Hijrah Nabi?

Kenapa Kalender Hijriah Dimulai dari Hijrah Nabi?

Kamis, 29/08/2019 16:31 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Menyelami Hakikat Kemenangan Islam

Khutbah Jumat: Menyelami Hakikat Kemenangan Islam

Kamis, 29/08/2019 13:56 0

Eropa

Kobra Peliharaan Warga Lepas, Kota di Jerman Tetapkan Kondisi Darurat

Sementara itu, petugas menemukan sebanyak 20 ular yang sama di rumah pemilik kobra yang lepas itu.

Kamis, 29/08/2019 11:41 0

Prancis

Mantan Rapper Prancis: Sebelum Muallaf, Saya Selalu Sedih dan Sepi

"Ketika saya ikut beribadah dengannya, saya merasakan kontak langsung dengan Allah. Al-Quran yang ia baca dalam salat seolah-olah "hidup”. Saya menjadi benar-benar yakin bahwa Tuhan itu ada, dan semakin saya membaca Al-Quran, keyakinan saya semakin kuat.

Kamis, 29/08/2019 09:39 1

Palestina

Hamas: Serangan Bom di Gaza Dilakukan Pelaku Bom Bunuh Diri

Al-Bazm menduga tujuan serangan ini untuk "menciptakan kekacauan di Gaza".

Kamis, 29/08/2019 08:28 0

Munaqosyah

Telaah Sanad Hadits “Tetap Taat Meski Punggungmu Dipukul..”

Ulil Amri adalah sebuah istilah syar’i. Di dalam Islam diskursus tentang ulil amri sudah menjadi kajian para ulama. Para ulama salaf sudah memberikan rambu-rambu yang jelas terkait ulil amri. Siapa ulil amri, kapan ulil amri ditaati, kapan dinasehati, kapan menjadi objek amar makruf nahi munkar dan kapan diperbolehkan keluar dari ketaatannya

Rabu, 28/08/2019 16:47 0

Thailand

Indonesia Usung Isu Krisis Rohingya dalam Sidang AIPA

Tanggal 25 Agustus 2019 tepat dua tahun peristiwa genosida dan eksodus ratusan ribu orang Rohingya dari Myanmar ke Bangladesh

Rabu, 28/08/2019 11:12 0

Close