... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban dan AS Bahas Poin Terakhir Negosiasi Damai

KIBLAT.NET, Doha – Amerika Serikat dan Taliban Afghanistan, Selasa pagi (27/08/2019), melanjutkan negosiasi putaran kesembilan di Doha. Kedua pihak sedang menyelesaikan pembahasan terakhir untuk mencapai kesepakatan setelah rangkaian negosiasi panjang.

Sehari sebelumnya, negosiasi yang digelar di sebuah hotel mewah di ibukota Qatar, Doha, itu berlangsung hingga larut malam, menurut laporan wartawan AFP. Negosiasi ini sendiri dibuka pada Kamis lalu.

“Kami telah membuat kemajuan (pada Kamis) dan kami sekarang sedang mendiskusikan mekanisme implementasi dan beberapa poin teknis,” kata Suhail Shaheen, juru bicara kantor biro politik Taliban, kepada AFP pada Sabtu lalu.

“Kami akan membuat kesepakatan ketika kami menyetujui poin-poin yang dibahas itu,” lanjutnya.

Shaheen mengatakan bahwa kesepakatan yang dicapai akan disampaikan kepada media dan perwakilan negara-negara tetangga Afghanistan, Cina, Rusia dan PBB.

Berdasarkan serangkaian putara pimbicaraan sebelumnya, kesepakatan itu akan mengatur penarikan lebih dari 13 ribu militer AS dari Afghanistan dalam kerangka waktu yang akan ditentukan, setelah 18 tahun konflik.

Penarikan AS adalah tuntutan utama Taliban, dengan imbalan Taliban berkomitmen untuk memastikan bahwa wilayah yang dikuasainya tidak digunakan oleh kelompok “teroris”.

Utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad, mengatakan bahwa pihaknya membela pasukan Afghanistan sekarang ini dan akan mempertahankan pasukan itu bahkan setelah mencapai kesepakatan dengan Taliban. Ia mengatakan itu dalam menanggapi rumor bahwa kesepakatan itu tidak termasuk gerilyawan yang memerangi pemerintah Kabul dukungan AS.

BACA JUGA  Setelah Batalkan Negosiasi Sepihak, AS Umumkan Pembicaraan Baru dengan Taliban

Menurut Khalilzad, kedua belah pihak sepakat bahwa “masa depan Afghanistan ditentukan oleh negosiasi internal Afghanistan.”

Selain penarikan 13.000 personel militer AS, gencatan senjata antara Taliban dan Amerika, atau setidaknya “pengurangan kekerasan”, juga masuk dalam perjanjian, yang akan menjadi bersejarah 18 tahun setelah invasi AS ke Afghanistan untuk mengusir Taliban dari kekuasaan setelah serangan 11 September 2001.

Washington berharap mencapai kesepakatan damai dengan Taliban pada 1 September, menjelang pemilihan Afghanistan yang dijadwalkan digelar pada bulan yang sama dan sebelum pemilihan presiden AS pada 2020.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Akan Ada Aksi Sejuta Umat Jika RUU P-KS Disahkan

RUU P-KS dinilai seperti bola yang digelindingkan ke DPR yang memaksa untuk dibahas

Selasa, 27/08/2019 18:45 0

Info Event

Pemuda Al Fath Bagikan Paket Sembako Gratis Kepada Puluhan Dhuafa di Tabanan

Puluhan paket sembako dibagikan kepada kaum dhuafa di empat desa di Kabupaten Tabanan

Selasa, 27/08/2019 17:41 0

Indonesia

Dituding Kadensus 99 GP Ansor Terlibat HTI, Ini Jawaban Menohok Ustadz Fadlan Garamatan

Nuruzzaman mengklaim bahwa yang menyuarakan bubarkan Banser di Papua adalah anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Selasa, 27/08/2019 14:00 0

Indonesia

Gelar Aksi di DPR, KAMMI Tolak Pengesahan RUU P-KS

RUU P-KS dinilai sarat dengan nilai liberalisme yang mengabaikan Pancasila, ketahanan keluarga, agama dan moralitas bangsa Indonesia

Selasa, 27/08/2019 11:41 0

Info Event

Indonesia Muslim Lifestyle Festival Suguhkan Gaya Hidup Halal yang Komprehensif

Pameran industri dan gaya hidup halal terbesar dan terlengkap di Indonesia Muslim Lifestyle Festival (Muslim Life Fest) 2019 di Jakarta Convention Centre

Selasa, 27/08/2019 11:19 0

Indonesia

Mardani Ali Sera: Kerja Keras dan Cepat Perlu Roadmap yang Jelas

Mardani Ali Sera mengomentari pandangan Presiden Jokowi yang disampaikan Menko Kemaritiman yang menyebut kunci Indonesia dalam menghadapai globalisasi adalah cara cepat dan deregulasi

Senin, 26/08/2019 16:24 0

Indonesia

Kisah Muallaf : Untuk Apa Cari Solusi, Allah Ciptakan Manusia untuk Beribadah

Menjadi muallaf sejak dua tahun lalu, Dewa Putu Sutrisna memiliki kisah inspiratif tentang Islam dan tujuan diciptakannya manusia

Senin, 26/08/2019 15:46 4

Artikel

Apa Kabar Jihad Global?

Untuk suatu periode, jihadisme telah muncul sebagai gerakan populer yang menarik dan mendidik ribuan penduduk lokal dan asing

Senin, 26/08/2019 15:23 0

Video News

Pakar Hukum: Ceramah Salib Ustad Abdul Somad bukan Tindak Pidana

KIBLAT.NET- Video ceramah ustad Abdul Somad yang menyinggung salib viral di media sosial. Banyak pihak...

Senin, 26/08/2019 07:59 0

Indonesia

Oknum Polisi Beri Miras ke Mahasiswa Papua, Fahira Idris: Saya Nggak Habis Pikir

Fahira Idris menyayangkan adanya oknum polisi yang memberikan dua dus minuman keras ke pada Sekretariat Ikatan Mahasiswa Papu

Ahad, 25/08/2019 13:16 0

Close