Malaysia Tawarkan Minyak Sawit Untuk Dibarter dengan Peralatan Perang

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Malaysia tengah berupaya meningkatkan kemampuan pertahanan mereka. Baru-baru ini mereka menawarkan minyak sawit sebagai alat pembayaran pembelian alat utama sistem pertahanan (alutsista) kepada enam negara.

Upaya peningkatan kemampuan pertahanan dilakukan Malaysia dengan meremajakan alutsista. Salah satu yang menjadi perhatian adalah mengganti kapal perang yang beberapa di antaranya telah beroperasi selama lebih dari 35 tahun.

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengatakan anggaran pertahanan yang minim menjadi hambatan utama dalam peremajaan alutsista. Namun, negaranya tengah melakukan mengupayakan minyak sawit sebagai alat pembayaran dalam pembelian persenjataan.

Setidaknya, Malaysia telah melakukan komunikasi dengan enam negara terkait rencana tersebut, yaitu Cina, Rusia, India, Pakistan, Turki, dan Iran. “Jika mereka siap untuk menerima perdagangan barter kelapa sawit, kami sangat ingin menuju ke arah situ,” kata Mohamad Sabu kepada Reuters, Senin (26/08/2019).

“Kami memiliki banyak minyak sawit,” imbuhnya.

Mohamad Sabu tak menjelaskan secara rinci jumlah minyak sawit yang disiapkan untuk dibarter dengan alutsista. Selain kapal perang baru, Malaysia juga berencana meremajakan pesawat pengintai jarak jauh, pesawat tak berawak, dan kapal cepat pencegat.

Upaya peremajaan alutsista tersebut menjadi bagian dari kebijakan pertahanan 10 tahun Malaysia yang telah diajukan ke parlemen tahun ini. Fokus kebijakan tersebut adalah penguatan kemampuan angkatan laut, termasuk dalam mengantisipasi situasi di Laut Cina Selatan.

Malaysia bersama Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kedua negara memasok 85 persen kebutuhan kelapa sawit global.

Sumber: Arab News
Redaktur: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat