Gelar Aksi di DPR, KAMMI Tolak Pengesahan RUU P-KS

KIBLAT.NET, Jakarta – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi unjuk rasa didepan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Senayan Senin (26/08/2019) untuk menolak pengesahan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS).

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) KAMMI Irvan Ahmad Fauzi mengatakan bahwa aksi ini dilakukan dalam rangka penolakan pengesahan RUU PKS. Menurutnya RUU PKS sarat dengan nilai liberalisme yang jauh dari moralitas bangsa Indonesia.

“Dengan ini Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menyatakan penolakan pengesahan RUU P-KS karena sarat dengan nilai liberalisme yang mengabaikan Pancasila, ketahanan keluarga, agama dan moralitas bangsa Indonesia,” tegasnya.

Para peserta terlihat mengusung sejumlah poster dan spanduk yang berisi penolakan terhadap RUU P-KS. Aksi mereka berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.

Salah satu peserta aksi, Dimas mengatakan bahwa penolakan terhadap RUU P-KS dilakukan karena seolah-olah rancangan undang-undang tersebut seolah-olah mencakup penanganan kekerasan seksual. “Tapi setelah kita kaji nyatanya ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan sosial,” kata mahasiswa jurusan multimedia itu.

Sementara, Fuad, anggota KAMMI asal Bekasi mengatakan aksi penolakan RUU P-KS merupakan bentuk pembelaan hak-hak perempuan dari penyimpangan. Karenanya dia berharap DPR memutuskan untuk tidak mengesahkan RUU tersebut, sehinggga akhir masa jabatan DPR periode saat ini dapat memberikan kesan yang baik.

BACA JUGA  Din Syamsuddin dan Tengku Zulkarnaen Tak Masuk Pengurus MUI

“DPR kan masa baktinya sudah hampir habis. Jangan sampai peninggalan DPR ini menjadi aib buat masyarakat karena keputusan yang kontroversial, contohnya RUU PKS,” tegasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat