... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Deplu AS Hapus Palestina dari Daftar Nama-nama Negara Dunia

Foto: Palestina

KIBLAT.NET, Al-Quds – Kepresidenan dan pejabat Palestina mengutuk keputusan Departemen Luar Negeri AS menghapus nama Otoritas Palestina dari daftar negara Timur Tengah di situs resminya. Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan langkah tersebut tidak dapat membatalkan keberadaan Negara Palestina dan rakyat Palestina di perbatasan 1967.

Langkah baru AS ini datang ketika pemerintahan Presiden Donald Trump merencanakan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Warga Palestina menganggap tindakan Deplu AS ini provokatif. Karena daftar negara-negara Timur Tengah di situs web Departemen Luar Negeri tidak ditemukan nama negara Palestina, baik dengan menyebut Otoritas Palestina atau wilayah Palestina. Beberapa bulan sebelumnya, Deplu AS menghapus kalimat “wilayah terjajah” saat menyebut Tepi Barat dan Gaza.

Kepresidenan Palestina melihat, langkah Washington ini kemunduran yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kebijakan luar negeri AS. Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan bahwa langkah itu tidak akan membatalkan keberadaan Palestina sebagai negara yang dijajah.

Omar Awadallah, kepala Departemen PBB dan organisasi khusus di Kementerian Luar Negeri Palestina, mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa pemerintah Palestina akan menghadapi keputusan ini dengan semua alat hukum internasional.

Dia menunjukkan, bahayanya adalah bahwa Amerika Serikat bersikeras mengisolasi diri dari arsip Palestina dengan cara kasar. Oleh karenanya, kami mengatakan bahwa bahayanya adalah peran AS di kawasan bukan dalam masalah Palestina.

BACA JUGA  Marinir AS Tembaki Pegawai di Pangkalan Pearl Harbor Lalu Bunuh Diri

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak adanya pengakuan negara penjajah terhadap rakyat, wilayah dan tanah air Palestina itu tidak menghapus keberadaan rakyat Palestina. Tanpa pengakuan Deplu AS atas keberadaan Otoritas Palestina dan Negara Palestina dari daftar negara, tidak membatalkan keberadaab orang-orang Palestina sejak tahun 1967.

Kementerian menegaskan bahwa tindakan AS ini tidak akan membatalkan pengakuan Palestina oleh 140 negara dan perwakilannya di PBB. Palestina resmi hadir di organisasi PBB, terutama UNESCO dan Dewan Hak Asasi Manusia, di samping keanggotaannya di lebih dari 100 perjanjian dan konvensi internasional.

Di puncak organisasi-organisasi ini dan perjanjian-perjanjian yang telah disetujui Palestina adalah Pengadilan Keadilan Internasional, di mana Otoritas Palestina telah mengajukan keluhan terhadap Amerika Serikat mengenai pemindahan kedutaannya ke Yerusalem yang diduduki.

Kementerian menganggap bahwa pemerintah AS saat ini menerapkan visi Israel untuk menghancurkan solusi dua negara dan melarikan diri dari haknya, dan menghapus ingatan Majelis Internasional tentang pendudukan.

Palestina melihat langkah terbaru AS sebagai hadiah dari pemerintahan Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kurang dari sebulan sebelum pemilihan di Israel. Trump menabrak hukum internasional dalam langkah tersebut.

Keputusan untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem hanyalah permulaan dari memburuknya hubungan antara Otoritas Palestina dan pemerintah AS. Hubungan itu semakin memburuk dengan penutupan kantor Otoritas Palestina di Washington dan penangguhan bantuan AS ke UNRWA dan rumah sakit Palestina di Yerusalem.

BACA JUGA  Diduga Terlibat Pembunuhan Khasoggi, Mantan Konjen Saudi Dilarang Masuk Amerika

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mardani Ali Sera: Kerja Keras dan Cepat Perlu Roadmap yang Jelas

Mardani Ali Sera mengomentari pandangan Presiden Jokowi yang disampaikan Menko Kemaritiman yang menyebut kunci Indonesia dalam menghadapai globalisasi adalah cara cepat dan deregulasi

Senin, 26/08/2019 16:24 0

Indonesia

Kisah Muallaf : Untuk Apa Cari Solusi, Allah Ciptakan Manusia untuk Beribadah

Menjadi muallaf sejak dua tahun lalu, Dewa Putu Sutrisna memiliki kisah inspiratif tentang Islam dan tujuan diciptakannya manusia

Senin, 26/08/2019 15:46 4

Artikel

Apa Kabar Jihad Global?

Untuk suatu periode, jihadisme telah muncul sebagai gerakan populer yang menarik dan mendidik ribuan penduduk lokal dan asing

Senin, 26/08/2019 15:23 0

Video News

Pakar Hukum: Ceramah Salib Ustad Abdul Somad bukan Tindak Pidana

KIBLAT.NET- Video ceramah ustad Abdul Somad yang menyinggung salib viral di media sosial. Banyak pihak...

Senin, 26/08/2019 07:59 0

Indonesia

Oknum Polisi Beri Miras ke Mahasiswa Papua, Fahira Idris: Saya Nggak Habis Pikir

Fahira Idris menyayangkan adanya oknum polisi yang memberikan dua dus minuman keras ke pada Sekretariat Ikatan Mahasiswa Papu

Ahad, 25/08/2019 13:16 0

Indonesia

Komunitas Warteg Nusantara Ikut Tolak Pemindahan Ibu Kota

Komunitas Warteg Nusantara menyatakan semestinya pemerintah fokus mengatasi masalah ekonomi

Sabtu, 24/08/2019 13:01 0

Info Event

Basic Training Tanggap Darurat Bencana Wahdah Peduli Resmi Dibuka

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah, Nur Hadi membuka kegiatan Basic Training Wahdah Peduli

Sabtu, 24/08/2019 12:32 0

Indonesia

Pria Ini Ditahan Polisi Usai Aksi 22 Mei Setelah Ditemukan Kata “Jihad” di Ponselnya

Terdakwa ditahan saat hendak pulang setelah mengikuti aksi damai di Depan Gedung Bawaslu

Sabtu, 24/08/2019 12:03 0

Foto

Ini Peta Terbaru Wilayah Kontrol Pejuang Suriah di Idlib

Daerah-daerah di sekeliling pos tersebut berhasil direbut oleh militer Assad.

Sabtu, 24/08/2019 09:18 0

Indonesia

Soal Kasus UAS, Mardani Ali Sera: Ulama Harus Dijaga

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera minta Polisi usut tuntas pengunduh potongan video ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS).

Jum'at, 23/08/2019 21:15 0

Close