... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Akan Ada Aksi Sejuta Umat Jika RUU P-KS Disahkan

Foto: Aksi menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) di depan Gedung DPR RI, Senin (26-08-2019)

KIBLAT.NET, Jakarta- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menuntut agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) tidak disahkan oleh DPR. Jika lembaga legislatif tetap menyetujui RUU tersebut, KAMMI mengancam akan melakukan aksi sejuta umat bersama seratus lebih ormas.

Koordinator Lapangan (KORLAP) aksi tersebut, Reviana Revitasari mengatakan bahwa RUU P-KS merupakan sebuah RUU yang terlalu memaksa untuk disahkan. Hal itu dikarenakan RUU tersebut sudah ada sejak tahun 2014.

“Kalau bisa kita ibaratkan, RUU P-KS ini seperti bola yang digelindingkan ke DPR yang memaksa untuk dibahas. Padahal ini dari 2014, dan sepanjang pembahasan enggak nemu-nemu enggak ada perubahan yang signifikan,” kata Reviana saat ditemui di depan gedung DPR RI, Senin (26/08/2019)

Pembahasan RUU P-KS, lanjut Reviana, seperti tidak memiliki titik temu dan hanya saling ngotot-ngototan aja. “Dan itu sudah jelas kita kasih kajiannya. Ini sudah ada di hukum mana, ini sudah ada di KUHP bagian mana,” katanya

Reviana pun menegaskan jika RUU P-KS tetap disahkan maka pihaknya akan melakukan aksi sejuta umat dalam rangka menolak RUU tersebut. “Kalau misal digolkan kita akan adakan aksi sejuta umat kalau bisa. Kita akan tuntut, kita akan adakan aksi lagi yang lebih besar kalau bisa,” ujarnya.

“Karena kita sebelumnya sudah kirim surat pernyataan bersama dengan 110-an ormas yang menyatakan menolak ini. Jadi kalau ini tetap dilanjutkan dan mereka mengabaikan ini, berarti semua ini sia-sia,” pungkasnya.

BACA JUGA  Kerap Rekayasa Lapkeu, Komisi VI: BPK Harus Audit Semua BUMN

KAMMI dengan tegas menolak pengesahan RUU P-KS karena dinilai tak sesuai dengan moralitas bangsa Indonesia. “Dengan ini Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menyatakan penolakan pengesahan RUU P-KS karena sarat dengan nilai liberalisme yang mengabaikan Pancasila, ketahanan keluarga, agama dan moralitas bangsa Indonesia,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) KAMMI Irvan Ahmad Fauzi.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Pemuda Al Fath Bagikan Paket Sembako Gratis Kepada Puluhan Dhuafa di Tabanan

Puluhan paket sembako dibagikan kepada kaum dhuafa di empat desa di Kabupaten Tabanan

Selasa, 27/08/2019 17:41 0

India

Kelompok Hindu India Boikot McDonald’s Gara-gara Kantongi Sertifikat Halal

Pemboikotan McDonald di India terjadi setelah restoran cepat saji itu menyatakan bahwa semua restorannya bersertifikat halal

Selasa, 27/08/2019 14:58 0

Info Event

Indonesia Muslim Lifestyle Festival Suguhkan Gaya Hidup Halal yang Komprehensif

Pameran industri dan gaya hidup halal terbesar dan terlengkap di Indonesia Muslim Lifestyle Festival (Muslim Life Fest) 2019 di Jakarta Convention Centre

Selasa, 27/08/2019 11:19 0

Afrika

Netizen Sudan Kutuk Fasilitas Mobil Mewah Anggota Dewan Kedaulatan

Dewan Kedaulatan terdiri dari 11 anggota, lima warga sipil, lima personel militer, dan anggota sipil lain yang disetujui oleh para pihak.

Selasa, 27/08/2019 10:25 0

Amerika

Deplu AS Hapus Palestina dari Daftar Nama-nama Negara Dunia

Langkah terbaru AS sebagai hadiah dari pemerintahan Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Selasa, 27/08/2019 09:13 0

Asia

Polisi Sri Lanka Tangkap Mantan Pemimpin Jamaat-e-Islami

Polisi menuduhnya terlibat membantu gerakan "teroris"

Selasa, 27/08/2019 08:04 0

Suriah

Rusia: Perebutan Khan Sheikhoun Tak Langgar Kesepakatan dengan Turki

Militer Assad dan milisi sekutunya memasuki Khan Sheikhoun pada Kamis dengan penuh hati-hati. Mereka khawatir serangan balik.

Selasa, 27/08/2019 07:17 0

Artikel

Apa Kabar Jihad Global?

Untuk suatu periode, jihadisme telah muncul sebagai gerakan populer yang menarik dan mendidik ribuan penduduk lokal dan asing

Senin, 26/08/2019 15:23 0

Video News

Pakar Hukum: Ceramah Salib Ustad Abdul Somad bukan Tindak Pidana

KIBLAT.NET- Video ceramah ustad Abdul Somad yang menyinggung salib viral di media sosial. Banyak pihak...

Senin, 26/08/2019 07:59 0

Asean

Ratusan Ribu Pengungsi Rohingya Gelar Peringatan Dua Tahun Pengusiran

"Saya datang untuk menuntut keadilan setelah dua putra saya terbunuh. Saya akan terus berjuang sampai nafas terakhir," kata Taiba Khatun (50) di lokasi aksi sambil mengusap air mata di pipinya.

Senin, 26/08/2019 06:57 0

Close