... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mardani Ali Sera: Kerja Keras dan Cepat Perlu Roadmap yang Jelas

Foto: Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam pidato pembukaan pembekalan Anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 oleh Lemhannas RI, Menteri Koordinator Bidang Kelautan, Luhut Binsar Panjaitan (LBP) mengatakan kata kunci bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan globalisasi menurut Presiden Jokowi adalah dengan cara cepat dan deregulasi. Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan kerja keras dan cepat perlu roadmap atau peta jalan yang jelas.

Dalam pidatonya Luhut menyampaikan kondisi ekonomi dunia yang rapuh. Ekonomi Indonesia akan menghadapi dampak perang dagang dan kompetisi yang kian berat.

Menanggapi pernyataan Luhut, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan slogan kerja cepat dan deregulasi itu baik. Namun, ada yang lebih penting sebelum itu, yaitu menyiapkan terlebih dahulu roadmap dan konsep grand design ekonomi Indonesia dengan jelas, terukur, dan terarah.

“Kerja cepat dan deregulasi baik. Namun, cepat tanpa arahan yang jelas, tanpa melihat ‘Big Pictures’ hanya akan mengakibatkan pemborosan dan mempercepat timbulnya masalah baru yang mungkin jauh lebih besar,” kata Mardani dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (26/08/2019).

Wakil Ketua Komisi II DPR ini juga mengatakan kecepatan itu perlu diurai. Pertama dengan kejelasan visi-misi dan ‘How to see big pictures”, Konsep pembangunan sistem perekonomian kita misalnya. Visi misi perekonomian negara itu sudah jelas tertuang dalam Konstitusi kita, Pasal 33 UUD 1945. Oleh karena itu, Pasal 33 ini betul-betul harus terus dipegang sebagai pedoman kebijakan ekonomi pemerintah,” terang Mardani.

BACA JUGA  Komisi III DPR Setuju Idham Aziz Jadi Kapolri

Setelah ada visi misi, menurut Mardani, “How to see big pictures” menjadi langkah selanjutnya untuk membuat desain kebijakan dengan jelas, terukur dan terarah, “Sekali lagi saya katakan, cepat tanpa desain berbahaya. Negara Butan misalnya, saat ini membuat kebijakan membatasi turisme. Hasilnya, ekologi di negara itu masih terpelihara, budaya lokal masih tetap kuat tertanam pada masyarakat dan terwujud wisata berkualitas. Jadi, tinggi nilai ekologinya tanpa menekan kuantitas,” ujarnya.

Ia mengatakan Pak LBP sudah benar membuat ‘4 rules of thumb’ bahwa jaga transfer knowlage, berdayakan tenaga kerja lokal. Namun sebelum itu, yang utama buat desain besar perekonomian dan industrialisasi Indonesia dulu, “Desain Perekonomian dan Industrialisasi Indonesia harus dibuat dulu dengan fokus pada basis pertanian, kemaritiman, pertambangan/energi, dan teknologi,” lanjut Mardani.

Anggota DPR RI asal Dapil Jakarta Timur itu menekankan bahwa slogan cepat hanya akan membawa manfaat, jika Pemerintah sudah punya kerangka besar Sistem Perekonomian Nasional dan Roadmap Industrialisasi di Indonesia. “Sekali lagi, slogan kerja keras dan kerja cepat perlu kerangka roadmap jelas dan disajikan dalam gambar besar yang benar, dan untuk itu perlu ada diskursus substantif dengan prosedur yang benar,” pungkasnya.

Reporter: Imam S.
Redaktur: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Apa Kabar Jihad Global?

Untuk suatu periode, jihadisme telah muncul sebagai gerakan populer yang menarik dan mendidik ribuan penduduk lokal dan asing

Senin, 26/08/2019 15:23 0

Video News

Pakar Hukum: Ceramah Salib Ustad Abdul Somad bukan Tindak Pidana

KIBLAT.NET- Video ceramah ustad Abdul Somad yang menyinggung salib viral di media sosial. Banyak pihak...

Senin, 26/08/2019 07:59 0

Asean

Ratusan Ribu Pengungsi Rohingya Gelar Peringatan Dua Tahun Pengusiran

"Saya datang untuk menuntut keadilan setelah dua putra saya terbunuh. Saya akan terus berjuang sampai nafas terakhir," kata Taiba Khatun (50) di lokasi aksi sambil mengusap air mata di pipinya.

Senin, 26/08/2019 06:57 0

Info Event

Basic Training Tanggap Darurat Bencana Wahdah Peduli Resmi Dibuka

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah, Nur Hadi membuka kegiatan Basic Training Wahdah Peduli

Sabtu, 24/08/2019 12:32 0

Myanmar

Pola Kekerasan Seksual yang Timpa Rohingya Indikasikan Niat Genosida Massal

Temuan ini didasarkan pada "pembunuhan yang meluas dan sistematis terhadap perempuan dan anak perempuan, pemilihan anak-anak usia subur untuk pemerkosaan, amputasi dan mutilasi genital, penandaan tubuh mereka, dan penyalahgunaan wanita hamil dan bayi".

Sabtu, 24/08/2019 10:44 0

Eropa

Chechnya Resmikan Masjid Terbesar di Eropa

Perwakilan OKI mengatakan masjid ini harus selalu menjadi “suara moderat dan kebijaksanaan serta perang melawan ekstremisme dan ekstremisme serta terorisme."

Sabtu, 24/08/2019 10:15 0

Foto

Ini Peta Terbaru Wilayah Kontrol Pejuang Suriah di Idlib

Daerah-daerah di sekeliling pos tersebut berhasil direbut oleh militer Assad.

Sabtu, 24/08/2019 09:18 0

Myanmar

Tim PBB: Militer Myanmar Gunakan Kekerasan Seksual Untuk Teror Minoritas

Tatmadawa atau militer Myanmar memperkosa dan menahan perempuan dan gadis sebagai budak seksual di pangkalan militer

Jum'at, 23/08/2019 18:05 0

Artikel

Papua di Mata Kita

Persoalan Papua adalah persoalan yang rumit. Ini bukan satu persoalan yang dapat selesai dengan teriakan harga mati. Ada persoalan harga diri, kekecewaan, aspirasi politik, penindasan, eksploitasi hingga ekonomi yang membebani Papua.

Jum'at, 23/08/2019 16:44 0

Asia

Ketakutan Pengungsi Rohingya yang Menolak Dipulangkan ke Myanmar

Bangladesh dan Myanmar telah sepakat untuk memulai pemulangan kembali pengungsi Rohingya

Jum'at, 23/08/2019 14:38 0

Close