... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pria Ini Ditahan Polisi Usai Aksi 22 Mei Setelah Ditemukan Kata “Jihad” di Ponselnya

Foto: Aziz, Agus dan Asep terdakwa kasus ricuh 21-22 Mei saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (22-08-2019)

KIBLAT.NET, Jakarta – Sidang lanjutan kasus kericuhan 21-22 Mei 2019 dengan terdakwa Aziz, Agus dan Asep pada Kamis (22/08/2019) menghadirkan saksi anggota Polri, Robby Firmansyah. Ketiga terdakwa ditahan saat hendak pulang setelah mengikuti aksi damai di Depan Gedung Bawaslu.

Aziz, Agus dan Asep, bersama seorang temannya ikut dalam aksi damai di depan Gedung Bawaslu pada Rabu, 22 Mei 2019 lalu. Mereka memutuskan pulang pada sore hari setelah diperintahkan bubar oleh koordinator aksi. Tiba-tiba, aparat kepolisian menghentikan bajaj yang mereka tumpangi di sekitar Polsek Gambir. Tiga orang tersebut akhirnya diperiksa dan ditahan atas tuduhan terlibat dalam kericuhan 21-22 Mei.

Anggota Polri Robby Firmansyah, yang dihadirkan ke persidangan sebagai saksi, mengungkapkan bahwa saat menangkap ketiga terdakwa dirinya lantas memeriksa ponsel mereka. Menurut Robby, di salah satu ponsel ketiga terdakwa ditemukan kata “jihad”.

“Kita amankan, kita periksa HP ada kata jihad. Kita amankan ke Polsek Gambir untuk ditanya lebih jauh,” kata Robby di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (22/08/2019).

Kesaksian Robby pun menimbulkan tanda tanya bagi Hardiansyah, pengacara lembaga bantuan hukum Badan Hukum Front (BHF) yang mendampingi para terdakwa. Hardi mempertanyakan kata “jihad” yang dijadikan alasan polisi untuk memeriksa dan menahan ketiga kliennya.

“Tadi saudara saksi mengatakan ada kata jihad di handphone terdakwa. Memang ada apa dengan itu,” tanya Hardi kepada Robby.

BACA JUGA  BMKG Klaim Lakukan Antisipasi Sebelum Kebakaran Hutan

“Tidak ada apa-apa, Pak,” jawab Robby singkat.

Seusai persidangan, Hardiansyah mempertanyakan kenapa kata jihad begitu ditakuti. “Pertanyaan saya, ada apa dengan kata jihad. Ada masalah apa? Kenapa begitu menakutkan? Ini perlu kajian serius,” ucapnya.

“Apa perlu bikin kajian sunnah di kepolisian biar memahami makna jihad seperti itu. Ini kita jadi bertanya-tanya. Ini bentuk islamophobia,” sambungnya.

Hardi menyatakan keheranannya ketika jihad diidentikkan sesuatu yang buruk, seperti halnya khilafah dan bendera Tauhid. Seharusnya, hal itu tidak perlu terjadi karena bisa menjadi bahan untuk didiskusikan.

“Makanya ini perlu kajian khusus orang ahli fiqih, jihad itu apa kok sepertinya menakutkan sekali,” pungkas anggota Badan Hukum Front (BHF) ini.

Sebelumnya, dalam persidangan yang sama Robby juga mengatakan bawa dirinya menahan ketiga terdakwa tersebut karena diduga melakukan pelemparan kepada Brimob. Namun, kesaksian Robby dibantah oleh Aziz, Agus dan Asep.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

Pola Kekerasan Seksual yang Timpa Rohingya Indikasikan Niat Genosida Massal

Temuan ini didasarkan pada "pembunuhan yang meluas dan sistematis terhadap perempuan dan anak perempuan, pemilihan anak-anak usia subur untuk pemerkosaan, amputasi dan mutilasi genital, penandaan tubuh mereka, dan penyalahgunaan wanita hamil dan bayi".

Sabtu, 24/08/2019 10:44 0

Eropa

Chechnya Resmikan Masjid Terbesar di Eropa

Perwakilan OKI mengatakan masjid ini harus selalu menjadi “suara moderat dan kebijaksanaan serta perang melawan ekstremisme dan ekstremisme serta terorisme."

Sabtu, 24/08/2019 10:15 0

Foto

Ini Peta Terbaru Wilayah Kontrol Pejuang Suriah di Idlib

Daerah-daerah di sekeliling pos tersebut berhasil direbut oleh militer Assad.

Sabtu, 24/08/2019 09:18 0

Myanmar

Tim PBB: Militer Myanmar Gunakan Kekerasan Seksual Untuk Teror Minoritas

Tatmadawa atau militer Myanmar memperkosa dan menahan perempuan dan gadis sebagai budak seksual di pangkalan militer

Jum'at, 23/08/2019 18:05 0

Artikel

Papua di Mata Kita

Persoalan Papua adalah persoalan yang rumit. Ini bukan satu persoalan yang dapat selesai dengan teriakan harga mati. Ada persoalan harga diri, kekecewaan, aspirasi politik, penindasan, eksploitasi hingga ekonomi yang membebani Papua.

Jum'at, 23/08/2019 16:44 0

Asia

Ketakutan Pengungsi Rohingya yang Menolak Dipulangkan ke Myanmar

Bangladesh dan Myanmar telah sepakat untuk memulai pemulangan kembali pengungsi Rohingya

Jum'at, 23/08/2019 14:38 0

Amerika

Menhan AS Yakini Hamzah bin Laden Sudah Meninggal

Pada bulan Februari, Departemen Luar Negeri mengumumkan hadiah $ 1 juta untuk informasi tentang keberadaan Hamzah.

Jum'at, 23/08/2019 10:10 0

Afghanistan

Putaran Kesembilan Negosiasi Taliban-AS Dibuka

Dua juru bicara Taliban mengatakan putaran kesembilan pembicaraan antara Taliban dan Amerika Serikat dimulai pada Kamis malam.

Jum'at, 23/08/2019 08:37 0

Info Event

HIPPI Sumbang 2 Unit Kendaraan Untuk PMI

Selama 4 tahun terakhir HIPPI selalu rutin menyumbangkan kendaraan untuk operasional PMI

Kamis, 22/08/2019 20:12 0

Asia

Kelompok HAM Internasional Serukan Tunda Repatriasi Muslim Rohingya

UNHCR dan otoritas Bangladesh telah berkonsultasi dengan para pengungsi Rohingya soal kesediaan kembali ke Myanmar

Kamis, 22/08/2019 15:14 0

Close