... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ketakutan Pengungsi Rohingya yang Menolak Dipulangkan ke Myanmar

Foto: Pengungsi Rohingya (sumber: Reuters)

KIBLAT.NET, Cox Bazaar – Upaya pemulangan muslim Rohingya ke Myanmar yang rencananya dilaksanakan Kamis kemarin gagal. Hal ini dikarenakan hampir 300 keluarga pengungsi menolak untuk kembali.

Pekan lalu, Bangladesh dan Myanmar sepakat untuk memulai upaya repatriasi pada Kamis (22/08/2019) dengan mengirimkan 3.450 orang sebagai gelombang pertama. Namun para pengungsi menolak upaya tersebut karena takut akan menjadi korban kekerasan lagi jika kembali.

“Saya sangat sedih, sangat khawatir akan kembali ke Myanmar. Saya merasa takut terhadap pemerintah Myanmar,” kata salah satu pengungsi, Sayedul Haque (32). Sayed menemukan namanya dalam daftar pemulangan, namun ia menolak pergi.

Sejak rencana repatriasi diumumkan, staf Perserikatan Bangsa Bangsa dan pejabat Bangladesh telah mewawancarai lebih dari 22.000 pengungsi yang rencananya akan dikembalikan ke Myanmar, untuk mengetahui apakah mereka benar-benar ingin kembali.

Komisaris Bantuan dan Repatriasi Bangladesh, Mohammad Abul Kalam menyatakan, dari 295 keluarga yang diwawancara, tak satupun setuju untuk kembali ke Myanmar. Padahal, bus dan truk telah disiapkan untuk mengantar mereka melintasi perbatasan.

“Ini adalah proses yang berkelanjutan. Kami sedang mewawancarai keluarga-keluarga lain yang dibebaskan oleh pemerintah Myanmar dan jika ada yang menyatakan kesediaan untuk kembali, kami akan mengembalikan mereka. Semua pengaturan struktural dan fasilitas logistik diberlakukan,” ujarnya.

Dikutip dari Reuters, pada Kamis pagi para pengungsi di Kamp 26 mengatakan bahwa tetangga-tetangga mereka yang namanya tercantum dalam daftar repatriasi menolak pergi untuk wawancara. Mereka khawatir akan dipaksa kembali ke Myanmar. Diketahui, banyak dari penduduk Kamp 26 yang namanya muncul dalam daftar pemulangan ke Myanmar.

“Mereka melarikan diri dari rumah mereka dengan mengunci pintu mereka,” kata Fayez Ullah (25).

“Orang-orang bersembunyi,” kata salah satu pemimpin pengungsi kamp yang dikenal sebagai Mahyis. Ia meminta untuk tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Sumber: Reuters
Redaktur: Qoid

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Saat Tiga Terdakwa Kompak Bantah Kesaksian Polisi

"Saya keberatan dengan keterangan saksi. Demi Allah saya tidak melakukan pelemparan satu pun," tegas Aziz.

Jum'at, 23/08/2019 08:07 0

Indonesia

Keterangan Saksi Polisi di Sidang Ricuh 21-22 Mei Berbeda dengan BAP

Demikian keterangan dari kuasa hukum.

Jum'at, 23/08/2019 07:42 0

Indonesia

BHF: Keterangan Saksi JPU di Sidang Ricuh 21-22 Mei Lemah

"Ada yang aneh, dua orang di antara mereka baru sampai di belakang Sarinah jam 21.30 WIB. Ketika turun motor langsung ditangkap," tuturnya.

Jum'at, 23/08/2019 07:30 0

Info Event

HIPPI Sumbang 2 Unit Kendaraan Untuk PMI

Selama 4 tahun terakhir HIPPI selalu rutin menyumbangkan kendaraan untuk operasional PMI

Kamis, 22/08/2019 20:12 0

Indonesia

Jadi Saksi, Kepala Bagian Umum Bawaslu Tak Tahu Pelaku Perusakan 21-22 Mei

Di persidangan Kepala Bagian Umum Bawaslu, Waliaji memaparkan bahwa ada perusakan kantor Bawaslu

Kamis, 22/08/2019 19:26 0

Indonesia

Lagi, Kementerian Perdagangan Bakal Impor Jagung

Alasan dilakukan impor adalah mengantisipasi kenaikan harga dan sisi produksi jagung nasional yang menurun akibat kemarau

Kamis, 22/08/2019 18:00 0

Indonesia

KontraS Pertanyakan Akuntabilitas Kebijakan Pemerintah Perlambat Akses Internet

Pelambatan akses internet sudah kedua kalinya dilakukan oleh negara dalam setahun terakhir

Kamis, 22/08/2019 16:23 0

Video News

Ustadz Abdul Somad: Kalau Saya Minta Maaf… Naudzubillah

Jawaban Ustadz Abdul Somad soal tudingan dia telah melukai pemeluk agama lain

Kamis, 22/08/2019 15:14 0

Indonesia

Pemblokiran Akses Internet di Papua Dinilai Tidak Tepat

Kementerian Kominfo memutuskan untuk melakukan pemblokiran sementara layanan Data Telekomunikasi, mulai Rabu (21/8)

Kamis, 22/08/2019 14:27 0

Video News

UAS Tegaskan Ceramahnya Untuk Menjaga Akidah Umat Islam

Ustadz Abdul Somad menyampaikan penjelasan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta

Kamis, 22/08/2019 13:36 0

Close