... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rusia Benarkan Tentaranya Terjun Dalam Pertempuran di Idlib

Foto: Menlu Rusia, Sergei Lavrov

KIBLAT.NET, Moskow – Pemerintah Rusia secara resmi mengakui keterlibatan tentaranya dalam kampanye militer besar-besaran memerangi faksi-faksi oposisi di pedesaan selatan Idlib.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada Selasa (20/08/2019) bahwa personil militer Rusia berada di wilayah di zona de-eskalasi di Idlib.

Lavrov mengatakan hal itu pada konferensi pers di ibukota Rusia, Moskow, dengan koleganya dari Ghana, Shirley Aerokor Bucheh.

Menurut Lavrov, pihak Turki telah diberitahu bahwa Moskow akan sangat menekan setiap “serangan teroris” di zona de-eskalasi.

Front Idlib kian memanas dalam beberapa hari terakhir menyusul serangan besar-besaran militer Assad dan milisi sekutunya. Serangan darat dan udara memaksa pejuang mundur dari sejumlah lokasi strategis.

Serangkaian kemajuan rezim itu menyebabkan posisi kota Khen Sheikohun, pintu masuk pusat provinsi Idlib, terkepung. Sejauh ini, masih simpang siur tentang berita jatuhnya kota itu ke tangan militer Suriah, di tengah laporan para pejuang sudah menarik diri.

Sementara itu, rezim juga belum mengumumkan secara resmi perebutan kota tersebut. Militer Suriah masih was-was dengan serangan balik pejuang jika terburu-buru memasuki Khan Sheikhoun.

Juru bicara aliansi oposisi Jabhah Wathaniyah lit Tahrir (JWT), Naji Mustafa, mengatakan pada Juli lalu bahwa Moskow telah mengirim pasukan darat ke medan perang di pedesaan Hama dan Idlib untuk mendukung serangan terhadap oposisi.

Namun Kementerian Pertahanan Rusia kala itu membantah pernyataan Mustafa tersebut. Menhan Rusia pada 18 Juli mengatakan bahwa “tuduhan” tentang partisipasi pasukan darat dan unit khusus Rusia dalam pertempuran di provinsi Idlib adalah berita “palsu”.

Pasukan Assad, yang didukung oleh pasukan darat dan udara Rusia, telah melancarkan serangan besar-besaran di daerah-daerah yang dikuasai faksi di pedesaan selatan Idlib dan Hama sejak Februari.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengumumkan dukungannya bagi pasukan rezim Suriah di Idlib. Hal itu ia sampaikan saat kunjungannya ke Prancis, Senin lalu. “90% Idlib berada di bawah kendali teroris dan Turki sedang memantau serangan pesawat tak berawak di wilayah tersebut,” kata Putin.

Dia menambahkan bahwa “Rusia mendukung upaya tentara Suriah untuk melenyapkan teroris di provinsi Idlib.”

Perkembangan terakhir ini terjadi menjelang pertemuan Putin dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 11 September di Istanbul, dalam pertemuan puncak tiga negara pemegang kendali konflik Suriah, yaitu Rusia, Turki dan Iran.

Warga di Idlib sendiri khawatir bahwa pertemuan tiga negara itu akan mengarah pada kesepakatan dengan biaya mereka dan memberikan keuntungan pada pasukan rezim.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Aksi Rasis Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya Tak Cerminkan Kepribadian Bangsa

Bangsa yang besar adalah bangsa yang saling menghormati dan saling menghargai.

Selasa, 20/08/2019 18:06 0

Editorial

Editorial: Merdeka Bersama Toedjoeh Kata

Bagi seorang muslim, Piagam Djakarta tak seharusnya sekedar dipandang sebagai ornamen sejarah. Karena dibalik tujuh kata tersebut terdapat sejarah panjang perjuangan pemikiran para pendahulu. Di balik tujuh kata tersebut terkandung ribuan ijtihad yang hanya dimaksudkan untuk kemaslahatan umat Islam Indonesia.

Selasa, 20/08/2019 17:39 0

Indonesia

Dalam Sehari, Ustadz Abdul Somad Dilaporkan Tiga Kali

Ormas yang menamakan diri Brigade Meo di kota Kupang, melaporkan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Polda NTT terkait kasus dugaan penistaan terhadap simbol agama.

Senin, 19/08/2019 23:40 1

Indonesia

DPR Periode 2014-2019 Segera Berakhir, AILA Berharap RUU P-KS Tak Buru-buru Disahkan

Aliansi Cinta Keluarga (AILA) meminta agar RUU P-KS tidak buru-buru disahkan.

Senin, 19/08/2019 23:13 0

Indonesia

Saksi dari Polisi Bantah Dakwaan JPU di Sidang Ricuh 21-22 Mei

Wisnu Rakadita mengungkapkan bahwa hari ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat saksi dari kepolisian.

Senin, 19/08/2019 22:59 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Pernyataan Mahfud MD Soal Ulama Radikal Meresahkan

Din Syamsuddin mengkritisi pernyataan Mahfud MD yang mengatakan ada orang radikal dari Arab Saudi yang ke Indonesia.

Senin, 19/08/2019 16:13 1

Indonesia

KSHUMI Nilai Ceramah Salib Ustadz Abdul Somad Tak Bisa Dipidana

Menurutnya, ceramah UAS yang viral adalah bentuk kajian tauhid.

Senin, 19/08/2019 13:45 0

Indonesia

Komisi Dakwah MUI: Ceramah UAS Bukan Menista Agama Lain

Ustadz Abdul Somad (UAS) dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) NTT atas dugaan penistaan simbol-simbol agama Katolik dan Kristen dalam ceramahnya

Senin, 19/08/2019 12:11 0

Indonesia

Klarifikasi Soal Ceramah Salib, UAS: Pengajian Itu Sudah 3 Tahun Lalu

“Sebagai warga yang baik, saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu, saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa salah dan saya tidak pula ingin merusak kesatuan dan persatuan bangsa,” tegasnya.

Senin, 19/08/2019 08:43 0

Indonesia

Kaji Konsep Pendidikan Ulama Bugis, Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktoral

KIBLAT.NET, Bogor – Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin meraih gelar doktor dalam...

Ahad, 18/08/2019 15:36 0

Close