... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pejuang Suriah Dilaporkan Mundur dari Khan Sheikhoun, Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Pejuang oposisi Suriah, Senin malam (19/08/2019), dikabarkan mundur dari kota strategis Khan Sheikhoun di selatan Idlib dan pedesaan Hama utara, di sebelahnya. Kabar ini beredar di tengah serangan besar-besaran ke kota yang menjadi pintu masuk pusat provinsi Idlib itu.

“Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) dan faksi-faksi oposisi di kota Khan Sheikhoun dan pedesaan Hama utara mundur, sementara militer rezim menyisir kota,” lapor lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR) yang bermarkas di Inggris, Selasa (20/08/2019).

Pemimpin Ahrar Al-Syam, Jabir Ali Basha, mengatakan dalam rekaman audio yang dilansir Enabbaladi.net bahwa para pejuangnya menarik diri dari sejumlah dari penting di pedesaan Idlib selatan.

“Para pejuang meninggalkan sebagian wilayah penting di Bumi Syam, setelah mencurahkan segala kekuatan dan menghabiskan seluruh energi untuk mempertahankannya, meskipun dengan logistik minim,” kata Ali Basha tanpa menyebut kota yang ditinggalkan tersebut.

Akan tetapi, lanjutnya, pejuang berhasil meraih kemajuan di wilayah lainnya. Kemunduran yang terjadi tidak akan berlalu begitu saja tanpa ada serangan balasan.

Dua sumber komandan di ruang operasi bersama Al-Fath Al-Mubin mengungkapkan bahwa mundurnya para pejuang dari Khan Sheikhoun dan pedesaan Hama utara khawatir terblokade seperti yang terjadi sebelumnya di daerah lain yang berujung pada kekalahan.

Kedua sumber yang enggan namanya disebut itu menjelaskan, mundurnya para pejuang ini setelah militer rezim membebaskan persimpangan Khan Sheikhoun hingga ke wilayah selatan kota itu. Wilayah di pedesaan Hama utara yang dikendalikan pejuang pun praktis terblokade.

BACA JUGA  Patroli Gabungan AS-Turki di Suriah Dimulai

Di sisi lain, HTS membantah penarikan pasukannya dari pedesaan Hama utara. Dalam pernyaan yang dikeluarkan juru biaranya, faksi yang saat ini paling kuat di Idlib itu mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan “pengaturan barisan kembali” di Khan Sheikhoun selatan.

Aliansi faksi oposisi, Jabhah Wathaniyah li Tahrir (JWT) juga membantah segala berita tentang sengaja menyerahkan wilayah ke rezim. JWT menegaskan, yang terjadi di lapangan saat ini adalah pengaturan ulang penyebaran pasukan.

“Kami sepenuhnya membantah semua desas-desus tentang kelalaian faksi-faksi dan penyerahan wilayah ke rezim, karena pejuang tidak meninggalkan sedikit pun dari wilayah tersebut,” kata pernyataan JWT.

Pernyataan itu menjelaskan, sebagai akibat gempuran dan serangan terus menerus terhadap pedesaan Hama utara, sangat wajar bagi unit tempur kami untuk pindah dan mundur dari beberapa daerah yang telah menjadi sulit untuk mengamankan jalur pasokan mereka, dan penempatan kembali di tempat lain untuk memastikan kemungkinan berlanjutnya perlawanan.

Enabbaladi.net mengatakan, meskipun kabar penarikan pasukan oposisi dari Khan Sheikhoun dan sekitarnya kian santer namun sampai saat ini rezim belum mengumumkan pembebasan wilayah strategis itu. Militer rezim diduga masih khawatir operasi “inghimas (operasi berani mati)” atau penyergapan dari pejuang Suriah.

Sumber: AFP, Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Aksi Rasis Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya Tak Cerminkan Kepribadian Bangsa

Bangsa yang besar adalah bangsa yang saling menghormati dan saling menghargai.

Selasa, 20/08/2019 18:06 0

Editorial

Editorial: Merdeka Bersama Toedjoeh Kata

Bagi seorang muslim, Piagam Djakarta tak seharusnya sekedar dipandang sebagai ornamen sejarah. Karena dibalik tujuh kata tersebut terdapat sejarah panjang perjuangan pemikiran para pendahulu. Di balik tujuh kata tersebut terkandung ribuan ijtihad yang hanya dimaksudkan untuk kemaslahatan umat Islam Indonesia.

Selasa, 20/08/2019 17:39 0

Indonesia

Dalam Sehari, Ustadz Abdul Somad Dilaporkan Tiga Kali

Ormas yang menamakan diri Brigade Meo di kota Kupang, melaporkan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Polda NTT terkait kasus dugaan penistaan terhadap simbol agama.

Senin, 19/08/2019 23:40 1

Indonesia

DPR Periode 2014-2019 Segera Berakhir, AILA Berharap RUU P-KS Tak Buru-buru Disahkan

Aliansi Cinta Keluarga (AILA) meminta agar RUU P-KS tidak buru-buru disahkan.

Senin, 19/08/2019 23:13 0

Indonesia

Saksi dari Polisi Bantah Dakwaan JPU di Sidang Ricuh 21-22 Mei

Wisnu Rakadita mengungkapkan bahwa hari ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat saksi dari kepolisian.

Senin, 19/08/2019 22:59 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Pernyataan Mahfud MD Soal Ulama Radikal Meresahkan

Din Syamsuddin mengkritisi pernyataan Mahfud MD yang mengatakan ada orang radikal dari Arab Saudi yang ke Indonesia.

Senin, 19/08/2019 16:13 1

Indonesia

KSHUMI Nilai Ceramah Salib Ustadz Abdul Somad Tak Bisa Dipidana

Menurutnya, ceramah UAS yang viral adalah bentuk kajian tauhid.

Senin, 19/08/2019 13:45 0

Indonesia

Komisi Dakwah MUI: Ceramah UAS Bukan Menista Agama Lain

Ustadz Abdul Somad (UAS) dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) NTT atas dugaan penistaan simbol-simbol agama Katolik dan Kristen dalam ceramahnya

Senin, 19/08/2019 12:11 0

Indonesia

Klarifikasi Soal Ceramah Salib, UAS: Pengajian Itu Sudah 3 Tahun Lalu

“Sebagai warga yang baik, saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu, saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa salah dan saya tidak pula ingin merusak kesatuan dan persatuan bangsa,” tegasnya.

Senin, 19/08/2019 08:43 0

Indonesia

Kaji Konsep Pendidikan Ulama Bugis, Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktoral

KIBLAT.NET, Bogor – Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin meraih gelar doktor dalam...

Ahad, 18/08/2019 15:36 0

Close