... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aktivis Khawatir Pemulangan Rohingya dari Bangladesh Tipu Muslihat

Foto: Kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh

KIBLAT.NET, Dhaka – Dewan Rohingya Eropa (ERC), sebuah kelompok advokasi Rohingya yang berbasis di Belanda, menyatakan keprihatinan mendalam atas ‘repatriasi (pemulangan) prematur’ sebanyak 3.500 lebih pengungsi Rohingya. Berdasarkan kesepakatan pemerintah Myanmar dan Bangladesh, ribuan pengungsi itu mulai dikembalikan ke Myanmar pada Kamis nanti.

“Myanmar sejauh ini gagal menyajikan kepada masyarakat Rohingya sebuah rencana pemulangan yang jelas, transparan, strategis dan murni,” kata ERC dalam sebuah pernyataannya baru-baru ini.

Lembaga yang digawai para aktivis ini terkejut dengan strategi pemulangan Myanmar, yang menurut mereka menipu dan tidak jujur. ERC juga menekankan dalam pernyataanya bahwa repatriasi pengungsi Rohingya direncanakan prematur.

“Repatriasi tidak mungkin dilakukan sementara genosida terhadap Rohingya di negara bagian Rakhine masih berlanjut, seperti pembatasan pergerakan, mata pencaharian dan pendidikan. Ratusan orang Rohingya masih dikurung di Kamp Pengungsian Internal (IDPs),” terang ERC seperti dinukil dari Anadolu Agency (AA).

ERC pun mendesak Bangladesh dan Badan PBB Untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), dan semua pemangku kepentingan lain untuk mengusahakan repatriasi yang aman dan bermartabat.

ERC menambahkan, pemulangan yang berkelanjutan dimulai dengan membongkar Kamp Pengungsian Internal dan memungkinkan Rohingya untuk kembali ke tempat asal mereka.

“Juga penghapusan pembatasan gerakan, serta memberi Rohingya akses ke internet, pendidikan, dan mata pencaharian; mengembalikan kewarganegaraan; dan datang dengan rencana pemulangan yang transparan, asli, dan tersosialisasi dengan baik,” kata ERC.

BACA JUGA  Kelompok HAM Ungkap Cara Myanmar Hapus Kewarganegaraan Rohingya

Tanpa melakukan semua hal di atas, ERC menyebut perpindahan repatriasi hanyalah tipu muslihat. “Kami juga mendesak Rohingya untuk bersatu dan tidak jatuh dalam perangkap program repatriasi palsu Myanmar.”

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Qoid

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Aksi Rasis Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya Tak Cerminkan Kepribadian Bangsa

Bangsa yang besar adalah bangsa yang saling menghormati dan saling menghargai.

Selasa, 20/08/2019 18:06 0

Editorial

Editorial: Merdeka Bersama Toedjoeh Kata

Bagi seorang muslim, Piagam Djakarta tak seharusnya sekedar dipandang sebagai ornamen sejarah. Karena dibalik tujuh kata tersebut terdapat sejarah panjang perjuangan pemikiran para pendahulu. Di balik tujuh kata tersebut terkandung ribuan ijtihad yang hanya dimaksudkan untuk kemaslahatan umat Islam Indonesia.

Selasa, 20/08/2019 17:39 0

Indonesia

Dalam Sehari, Ustadz Abdul Somad Dilaporkan Tiga Kali

Ormas yang menamakan diri Brigade Meo di kota Kupang, melaporkan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Polda NTT terkait kasus dugaan penistaan terhadap simbol agama.

Senin, 19/08/2019 23:40 1

Indonesia

DPR Periode 2014-2019 Segera Berakhir, AILA Berharap RUU P-KS Tak Buru-buru Disahkan

Aliansi Cinta Keluarga (AILA) meminta agar RUU P-KS tidak buru-buru disahkan.

Senin, 19/08/2019 23:13 0

Indonesia

Saksi dari Polisi Bantah Dakwaan JPU di Sidang Ricuh 21-22 Mei

Wisnu Rakadita mengungkapkan bahwa hari ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat saksi dari kepolisian.

Senin, 19/08/2019 22:59 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Pernyataan Mahfud MD Soal Ulama Radikal Meresahkan

Din Syamsuddin mengkritisi pernyataan Mahfud MD yang mengatakan ada orang radikal dari Arab Saudi yang ke Indonesia.

Senin, 19/08/2019 16:13 1

Indonesia

KSHUMI Nilai Ceramah Salib Ustadz Abdul Somad Tak Bisa Dipidana

Menurutnya, ceramah UAS yang viral adalah bentuk kajian tauhid.

Senin, 19/08/2019 13:45 0

Indonesia

Komisi Dakwah MUI: Ceramah UAS Bukan Menista Agama Lain

Ustadz Abdul Somad (UAS) dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) NTT atas dugaan penistaan simbol-simbol agama Katolik dan Kristen dalam ceramahnya

Senin, 19/08/2019 12:11 0

Indonesia

Klarifikasi Soal Ceramah Salib, UAS: Pengajian Itu Sudah 3 Tahun Lalu

“Sebagai warga yang baik, saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu, saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa salah dan saya tidak pula ingin merusak kesatuan dan persatuan bangsa,” tegasnya.

Senin, 19/08/2019 08:43 0

Indonesia

Kaji Konsep Pendidikan Ulama Bugis, Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktoral

KIBLAT.NET, Bogor – Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin meraih gelar doktor dalam...

Ahad, 18/08/2019 15:36 0

Close