... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemberontak Syiah Hutsi Umumkan Penunjukkan Dubes untuk Iran

Foto: Pertemuan antara pemimpin pemberontak Syiah Hutsi Yaman dan pemimpin Spritual Syiah Iran Ali Khemenei [foto: AFP]

KIBLAT.NET, Sanaa – Pemberontak Syiah Hutsi Yaman mengumumkan penunjukan “Duta Besar Republik Yaman” di Teheran. Pemerintah sah Yaman yang diakui secara internasional menilai langkah pembeorntak ini “pelanggaran mencolok” terhadap hukum internasional.

Sementara itu, Teheran belum mengeluarkan pengumuman resmi tentang masalah penerimaan “duta besar” di wilayahnya yang mewakili pemerintahan Hutsi yang tidak diakui di dunia itu.

“Keputusan presiden dikeluarkan untuk menunjuk Ibrahim Mohammad Mohammad Al-Dailami sebagai duta besar Republik Yaman yang luar biasa dan berkuasa penuh untuk Republik Islam Iran,” kata salutaran TV Al-Masirah, media corong Syiah Hutsi pada Sabtu malam (15/08/2019) seperti dilansir AFP.

Presiden Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi memutuskan hubungan dengan Iran pada Oktober 2015 dan memerintahkan penutupan kedutaan di negara tersebut setelah ia menuduh Teheran mendukung pemberontak Hutsi secara militer.

Iran membantah tuduhan itu, tetapi menegaskan bahwa mereka mendukung Hutsi secara politik.

Pemerintah Yaman mengecam pengumuman pembukaan duta besar di Teheran itu.

“Pengumuman pertukaran diplomatik antara rezim Teheran dan milisi Hutsi merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan norma internasional dan resolusi Dewan Keamanan terkait dengan krisis Yaman,” kata pernyataan pemerintahan sah Yaman.

“Ini tidak mengejutkan. Ini merupakan peningkatan hubungan antara kedua belah pihak dari koordinasi dan menerima dukungan dari bawah meja untuk publik,” lanjut pernyataan tersebut.

Pengumuman penunjukan seorang “duta besar” di Teheran datang setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengadakan pembicaraan dengan juru bicara Hutsi Mohammad Abdul Salam pada Selasa lalu di Teheran.

BACA JUGA  Koalisi Saudi Luncurkan Operasi Baru terhadap Pemberontak Hutsi

Khamenei menegaskan kembali dukungannya bagi pemberontak Hutsi, yang menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara negara itu. Ia menuduh lawan Teheran “merencanakan” untuk memecah belah Yaman, negara termiskin di Semenanjung Arab.

“Saya menyatakan dukungan saya untuk ‘Mujahidin’ di Yaman,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pembicaraan.

Sejak 2014, Yaman terjerembab dalam konflik antara pemberontak Hutsi dan pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Konflik ini meningkat dengan intervensi aliansi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi, musuh bebuyutan Iran, pada bulan Maret 2015 untuk mendukung pemerintah.

Konflik telah menewaskan puluhan ribu orang, termasuk banyak warga sipil, menurut berbagai organisasi kemanusiaan.

Masih ada 3,3 juta orang terlantar dan 24,1 juta orang, lebih dari dua pertiga populasi, membutuhkan bantuan, menurut PBB, yang menggambarkan krisis kemanusiaan di Yaman sebagai yang terburuk di dunia saat ini.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Klarifikasi Soal Ceramah Salib, UAS: Pengajian Itu Sudah 3 Tahun Lalu

“Sebagai warga yang baik, saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu, saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa salah dan saya tidak pula ingin merusak kesatuan dan persatuan bangsa,” tegasnya.

Senin, 19/08/2019 08:43 0

Indonesia

Kaji Konsep Pendidikan Ulama Bugis, Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktoral

KIBLAT.NET, Bogor – Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin meraih gelar doktor dalam...

Ahad, 18/08/2019 15:36 0

Indonesia

Momentum Hari Kemerdekaan, PKS: Negara Harus Membangun Kesejahteraan Rakyat

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tanggal 17 Agustus 2019.

Sabtu, 17/08/2019 11:19 0

Indonesia

Komisi V DPR: Pemindahan Ibu Kota untuk Apa?

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo menilai pemindahan ibu kota negara bukan perkara mudah dan membutuhkan kajian secara komprehensif.

Sabtu, 17/08/2019 10:25 0

Indonesia

AII: Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi Soal Penegakan Hukum dan HAM Ambigu

Direktur Amnesty International Indonesia menanggapi pidato kenegaraan Presiden Jokowi.

Sabtu, 17/08/2019 09:54 0

Opini

Peran Ulama dalam Memperjuangkan Kemerdekaan

Realitas penulisan sejarah Indonesia yang dengan sengaja meminggirkan Islam, Ulama dan santrinya sebagai pelaku sejarah cukup lama terbiarkan.

Sabtu, 17/08/2019 08:32 0

Artikel

Kemerdekaan Menurut H.O.S. Tjokroaminoto

Satu pertemuan dengan pengurus Sarekat Dagang Islam (SDI) mengubah jalan hidup Tjokroaminoto. Ia diberi amanah untuk memimpin perkumpulan tersebut. Bukan hanya itu, ia menyusun kembali anggaran dasar perkumpulan itu, menyesuaikan dengan aturan kolonial yang berlaku saat itu.

Sabtu, 17/08/2019 00:04 1

Indonesia

Kashmir Memanas, Menlu RI Panggil Kedutaan India dan Pakistan

Indonesia meminta kedua negara menyelesaikan masalah di Kashmir dengan dialog

Jum'at, 16/08/2019 16:53 0

Indonesia

Sandiaga Uno Sebut Pemindahan Ibu Kota Belum Jadi Prioritas

Sandiaga Uno menanggapi wacana Presiden Jokowi yang ingin memindah ibu kota Indonesia ke Kalimantan.

Jum'at, 16/08/2019 16:53 0

Indonesia

74 Tahun Indonesia Merdeka, Muhammadiyah: Masalah Ekonomi Masih Jadi PR

Jangan sampai, kata dia, ekonomi di negeri ini hanya dikuasai oleh segelintir orang.

Jum'at, 16/08/2019 16:19 0

Close