... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Din Syamsuddin: Pernyataan Mahfud MD Soal Ulama Radikal Meresahkan

Foto: Ketua Wantim MUI Din Syamsuddin

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin mengkritisi pernyataan Mahfud MD yang mengatakan ada orang radikal dari Arab Saudi yang ke Indonesia. Menurutnya, tuduhan tersebut menciptakan keresahan.

“Pernyataan Mahfud MD bahwa ada pengusaha Arab membawa uang untuk membantu kelompok radikal di Indonesia bernada tuduhan dan menciptakan keresahan di kalangan masyarakat,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Senin (19/08/2019).

Oleh sebab itu, tokoh Muhammadiyah ini mengimbau kepada Mahfud MD untuk melaporkan isu tersebut ke polisi. Hal ini dilakukan supaya tidak ada bias di kalangan masyarakat.

“Sebaiknya Mahfud MD menjelaskannya dan melaporkannya ke kepolisian. Kalau tidak melaporkan maka itu sama dengan melempar isu atau menyebar fitnah yang berbahaya bagi kerukunan bangsa,” ucap Din.

Sebelumnya, Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan, Moh Mahfud MD mengungkapkan, ada fenomena baru dalam pergerakan paham radikal di Indonesia. Menurutnya, Indonesia menjadi sasaran kalangan radikal dari negara lain.

Ia menyebut, ada ulama radikal dari Arab Saudi datang ke Indonesia dengan membawa uang jutaan dolar AS untuk menyebarkan paham radikal.

“Sekarang di Saudi Arabia, terjadi penangkapan terhadap ulama yang radikal. Yang belum tertangkap, akan lari ke Indonesia dengan membawa jutaan dolar untuk mendukung gerakan radikal,” kata Mahfud MD seperti dilansir Gatra.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Din Syamsuddin: Pernyataan Mahfud MD Soal Ulama Radikal Meresahkan”

  1. Brata

    apa kata Din Syamsuddin benar, dan apa yang dikatakan oleh Mahfud MD harus disikapi juga dengan teliti.

    saya kutip:
    ““Sekarang di Saudi Arabia, terjadi penangkapan terhadap ulama yang radikal. Yang belum tertangkap, akan lari ke Indonesia dengan membawa jutaan dolar untuk mendukung gerakan radikal,”

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Lumpuhkan Teroris Penyerang Masjid, Dua Muslim Norwegia Dianggap Pahlawan

Mohamed Rafiq dan Mohamed Iqbal Jave melumpuhkan Philip Manshaus yang merupakan pelaku penyerangan

Senin, 19/08/2019 13:59 0

Yaman

Pemberontak Syiah Hutsi Umumkan Penunjukkan Dubes untuk Iran

Pemerintah Yaman mengecam pengumuman pembukaan duta besar di Teheran itu.

Senin, 19/08/2019 10:25 0

India

Ribuan Warga Kashmir Ditangkap Pasca Penghapusan Wilayah Otonomi

Jumlah mereka mencapai enam ribu. Mereka pertama kali dikirim ke penjara pusat di Srinagar dan kemudian diterbangkan keluar dari daerah itu dengan pesawat militer.

Senin, 19/08/2019 09:44 0

Amerika

Trump: Negosiasi dengan Taliban Berjalan Sangat Baik

"Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Taliban. Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan pemerintah Afghanistan," kata Trump kepada wartawan di New Jersey, AS.

Senin, 19/08/2019 07:33 0

India

DK PBB Sidang Darurat Bahas Kashmir, India Mengutuk

DK PBB secara resmi bersidang untuk terakhir kalinya untuk membahas masalah ini pada tahun 1971.

Sabtu, 17/08/2019 09:55 0

Pakistan

Saudara Pemimpin Taliban Terbunuh dalam Serangan Bom di Masjid

Masjid yang di dalamnya juga kompleks sekolah Al-Quran itu milik keluarga pemimpin Taliban.

Sabtu, 17/08/2019 09:09 0

Opini

Peran Ulama dalam Memperjuangkan Kemerdekaan

Realitas penulisan sejarah Indonesia yang dengan sengaja meminggirkan Islam, Ulama dan santrinya sebagai pelaku sejarah cukup lama terbiarkan.

Sabtu, 17/08/2019 08:32 0

Artikel

Kemerdekaan Menurut H.O.S. Tjokroaminoto

Satu pertemuan dengan pengurus Sarekat Dagang Islam (SDI) mengubah jalan hidup Tjokroaminoto. Ia diberi amanah untuk memimpin perkumpulan tersebut. Bukan hanya itu, ia menyusun kembali anggaran dasar perkumpulan itu, menyesuaikan dengan aturan kolonial yang berlaku saat itu.

Sabtu, 17/08/2019 00:04 1

Arab Saudi

Puncak Haji Berakhir, 169 Jemaah Haji Indonesia Meninggal

Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya

Jum'at, 16/08/2019 16:36 0

Myanmar

Pemulangan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Akan Dimulai Pekan Depan

"Kelompok pengungsi pertama akan kembali ke Myanmar minggu depan. Kami telah menyetujui pemulangan 3.540 orang pada 22 Agustus," kata Menteri Luar Negeri Myanmar, Myint Thu.

Jum'at, 16/08/2019 13:38 0

Close