... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kashmir Memanas, Menlu RI Panggil Kedutaan India dan Pakistan

Foto: Kantor Kementerian Luar Negeri RI

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memanggil Duta Besar Pakistan dan Wakil Duta Besar India terkait isu Kashmir. Indonesia meminta kedua negara menyelesaikan masalah di Kashmir dengan dialog.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan pertemuan tersebut dilakukan pada hari Rabu lalu untuk mendengarkan pandangan dari masing-masing negara mengenai Kashmir. Situasi di Kashmir memanas setelah India mencabut status otonomi khusus di wilayah itu.

Menurut keterangan Faizasyah, Retno Marsudi menyampaikan bahwa India dan Pakistan merupakan negara yang sangat penting bagi Indonesia dan negara-negara lain di kawasan.

“Kita sangat memaklumi kedua negara tersebut merupakan negara-negara yang sangat bisa berkontribusi bagi perdamaian tidak saja di kawasan dan juga bersifat global,” jelas Teuku Faizasyah di Kementerian Luar Negeri, Jakarta pada Kamis (15/08/2019).

Ia menambahkan, Indonesia meminta kedua negara untuk mengedepankan dialog untuk menyelesaikan permasalahan Kashmir. “Kita menggarisbawahi bahwa apabila terjadi konflik terbuka tidak ada negara yang diuntungkan dan justru merugikan tidak hanya kedua negara tapi kawasan yang lebih luas lagi,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, India menghapus status otonomi khusus yang diberikan kepada Kashmir, satu-satunya negara bagian berpenduduk mayoritas Muslim di negara itu. Sebelumnya, status spesial itu memungkinkan Kashmir menjalankan otonomi sendiri sebagai ganti bergabung dengan persatuan India setelah kemerdekaan pada 1947.

BACA JUGA  India Dituntut Akhiri Kekerasan di Jammu dan Kashmir

Sejak 1947, Jammu dan Kashmir diberi hak khusus untuk memberlakukan hukumnya sendiri. Ketentuan tersebut juga melindungi hukum kewarganegaraannya, yang melarang orang luar untuk menetap atau memiliki tanah di wilayah tersebut.

Wilayah Jammu dan Kashmir berada di perbatasan India dan Pakistan, dengan masing-masing negara menguasai sebagian wilayah itu. Sejak berpisah pada 1947, India dan Pakistan telah berperang sebanyak tiga kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – dua di antaranya memperebutkan Kashmir, yang dihuni mayoritas muslim.

Sumber: Anadolu
Redaktur: Qoid

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Puncak Haji Berakhir, 169 Jemaah Haji Indonesia Meninggal

Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya

Jum'at, 16/08/2019 16:36 0

Myanmar

Pemulangan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Akan Dimulai Pekan Depan

"Kelompok pengungsi pertama akan kembali ke Myanmar minggu depan. Kami telah menyetujui pemulangan 3.540 orang pada 22 Agustus," kata Menteri Luar Negeri Myanmar, Myint Thu.

Jum'at, 16/08/2019 13:38 0

Pakistan

Tentara Pakistan dan India Baku Tembak di Kashmir

Pakisan menakan, tiga tentaranya dan lima tentara India tewas dalam pertempuran itu

Jum'at, 16/08/2019 08:48 0

Suriah

Oposisi Suriah Luncurkan Serangan Balik

Hammoud menambahkan bahwa pengiriman pasukannya diputuskan dimulai pada Jumat ini.

Jum'at, 16/08/2019 08:25 0

Iran

Khamenei Tegaskan Dukungan untuk Pemberontak Syiah Hutsi Yaman

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei sekali lagi menegaskan dukungannya kepada pemberontak Syiah Hutsi di Yaman.

Kamis, 15/08/2019 17:31 0

Pakistan

OKI: Halangi Perayaan Idul Adha di Kashmir, India Hina Umat Islam Seluruh Dunia

Penghalangan terhadap hak-hak beragama merupakan penghinaan terhadap umat Islam di seluruh dunia

Kamis, 15/08/2019 16:15 0

Malaysia

MAPIM: Tudingan Zakir Naik Jadi Pemicu Ketegangan di Malaysia Tidak Berdasar

MAPIM: Tudingan Zakir Naik Jadi Pemicu Ketegangan di Malaysia Tidak Berdasar

Kamis, 15/08/2019 14:47 0

Wilayah Lain

Teroris Penyerang Masjid Selandia Baru Serukan Aksi Supremasi Kulit Putih dari Penjara

Surat Brenton Tarrant dapat dimaknai sebagai "seruan aksi" kepada penganut supremasi kulit putih di seluruh dunia

Kamis, 15/08/2019 13:47 0

Turki

Telepon Jokowi, Erdogan Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha

Menurut Departemen Komunikasi Kepresidenan Turki, Erdogan yang menghubungi koleganya itu. Kedua kepala negara pun bertukar ucapan selamat oleh Idul Adha.

Kamis, 15/08/2019 10:45 0

Info Event

Muslimah, Yuk Ikut Hijrah Reborn: Karena Hijrah Bukan Sekedar Berubah

Jangan lupa untuk segera mendaftar! Karena kuota terbatas hanya untuk 250 muslimah saja.

Kamis, 15/08/2019 10:01 2

Close