... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Teroris Penyerang Masjid Selandia Baru Serukan Aksi Supremasi Kulit Putih dari Penjara

Foto: Brenton Tarrant, teroris pelaku penyerangan masjid di Christcurch, Selandia Baru

KIBLAT.NET, Auckland – Brenton Tarrant, teroris pelaku penyerangan masjid di Christcurch, Selandia Baru yang menewaskan 51 orang dikabarkan telah mengirim surat dengan kelompok supremasi kulit putih dari balik jeruji penjara. Padahal, kini Tarrant sedang ditahan di sel dengan keamanan maksimum di penjara Paremoremo Auckland. Pemerintah Selandia Baru pun telah mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Brenton mengirimkan sebuah surat kepada kelompoknya pada awal Juli lalu. Para ahli menyatakan bahwa surat tersebut dapat dimaknai sebagai “seruan aksi” kepada penganut supremasi kulit putih di seluruh dunia. Surat itu diunggah di papan pesan 4 channel, sebuah situs berbagi gambar secara anonim yang dikenal sebagai tempat para penganut supremasi kulit putih untuk menyatakan pandangannya.

Para tahanan di Selandia Baru memang diperbolehkan mengirim dan menerima surat. Pihak berwenang hanya diperbolehkan mencegat surat tahanan dalam beberapa keadaan tertentu, tetapi para pejabat mengatakan bahwa surat Tarrant seharusnya tidak pernah diizinkan keluar.

“Kami tidak pernah mengelola seorang tahanan seperti ini sebelumnya – dan saya telah mengajukan pertanyaan seputar apakah undang-undang kami sekarang sesuai dan meminta masukan tentang perubahan apa yang sekarang mungkin perlu kita buat,” kata Menteri Pemasyarakatan, Kelvin Davis dalam sebuah pernyataan.

“Saya tidak percaya dewan pemasyarakatan membiarkan surat ini dikirim. Kami meminta jaminan kepada mereka bahwa akan ada proses yang ditingkatkan mulai sekarang,” imbuhnya.

BACA JUGA  Soal Sukmawati, Menteri Agama Enggan Berkomentar

Sementara itu Faisal Sayed, sekretaris jenderal masjid Linwood, Masjid yang juga menjadi target penyerangan dan menewaskan 7 orang, mengatakan bahwa masyarakat merasa ngeri terkait adanya surat tersebut.

“Ini benar-benar menakutkan, dan terus terang kami terkejut. Ini sulit dipercaya. Tidakkah dia harus mendapat perlaukan khusus di penjara?” kata Sayed.

“Lagi-lagi ini menunjukkan hukum di Selandia Baru masih tertinggal. Saya benar-benar khawatir tentang dampak dari ini. Dia bisa saja membentuk kelompok lain, atau menginspirasi serangan lainnya. Orang-orang merasa sangat khawatir, dan benar-benar takut,” tambahnya.

Juru bicara partai oposisi bidang pemasyarakatan, David Bennett, mengatakan bahwa menteri pemasyarakatan berutang permintaan maaf secara langsung kepada korban penembakan masjid. Menurutnya, hak-hak para korban dalam kasus ini harus diletakkan diatas segalanya.

“Pria ini dituduh melakukan salah satu kejahatan paling kejam dalam sejarah Selandia Baru. Masyarakat akan merasa ngeri bahwa departemen koreksi memungkinkannya untuk mengirim surat yang mencakup ajakan untuk beraksi dan telah diposting secara online,” ujarnya.

Di sisis lain, seorang juru bicara di departemen pemasyarakatan mengatakan bahwa mereka telah mengubah kebijakan untuk penanganan surat Tarrant. “Saat ditinjau, kami mengakui bahwa surat ini seharusnya ditahan. Kami telah membuat perubahan pada manajemen surat tahanan ini untuk memastikan bahwa proses kami yang kuat sama efektifnya dengan yang kami inginkan,” kata juru bicara itu.

BACA JUGA  Gus Sholah: Sukmawati Seakan Tak Suka Islam

Brenton Tarrant, warga negara Australia yang mendeklarasikan supremasi kulit putih tersebut kini sedang menunggu persidangan atas 51 pembunuhan di dua masjid kota Christchurch pada 15 Maret. Dia juga menghadapi dakwaan terorisme.

Pengacara Tarrant meminta persidangan dipindahkan dari kota Christchurch, tempat serangan terjadi. Permintaan ini pun dikabulkan oleh hakim sehingga persidangan dipindahkan ke kota Auckland pada 3 Oktober mendatang.

Sumber: The Guardian
Redaktur: Qoid

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hong Kong Memanas, Kementerian Luar Negeri RI Pastikan WNI Aman

Konsulat Jenderal RI telah menyediakan help desk di Bandara Internasional Hong Kong untuk membantu para WNI

Kamis, 15/08/2019 13:34 0

Indonesia

The Habibie Center Dianggap Islamophobia Gara-gara Poster Diskusi Buku Memberantas Terorisme

The Habibie Center akan menggelar Diskusi dan Peluncuran Buku Memberantas Terorisme di Indonesia

Kamis, 15/08/2019 13:18 0

Indonesia

Alat Deteksi Dini Guncangan Gempa Bumi Pemberian Jepang Dipasang di Pandeglang

Semua pihak diminta untuk tidak merusak alat-alat pendeteksi dan pengirim sinyal yang ada di lapangan

Kamis, 15/08/2019 12:10 0

Info Event

Muslimah, Yuk Ikut Hijrah Reborn: Karena Hijrah Bukan Sekedar Berubah

Jangan lupa untuk segera mendaftar! Karena kuota terbatas hanya untuk 250 muslimah saja.

Kamis, 15/08/2019 10:01 2

Indonesia

Enzo Dikaitkan HTI, Fahri Hamzah: Banyak yang Bangga dengan Idologi Komunis Jadi Pejabat

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menanggapi foto Enzo Zenz Allie yang dikaitkan pada organisasi HTI

Rabu, 14/08/2019 15:23 0

Indonesia

Fahri Hamzah Apresiasi TNI Pertahankan Enzo

Fahri Hamzah menyampaikan apresiasi kepada para petinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah mempertahankan Enzo

Rabu, 14/08/2019 15:12 0

Indonesia

Siap Tunaikan Janji Kampanye, Anies Baswedan: Saya Akan Jawab Kata-kata dengan Karya

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa ia akan mewujudkan semua janji-janji kampenya.

Rabu, 14/08/2019 13:15 0

Indonesia

Hongkong Memanas, Ini Imbauan Kemlu untuk WNI

kementerian luar negeri Indonesia mengeluarkan beberapa imbauan bagi WNI yang akan berangkat maupun tengah berada di Hong Kong

Rabu, 14/08/2019 12:28 0

Info Event

Askar Kauny Bina Kampung Mualaf Baduy

“Askar Kauny berkomitmen untuk terus berkhidmat kepada masyarakat melalui Alquran. Menguatkan aqidah masyarakat mualaf dengan terus mendekatkan mereka dengan Alquran, mengajarkan baca tulis dan hafal Alquran selain ilmu-ilmu keislaman lainnya adalah jalan yang dapat ditempuh, selain menguatkan ekonomi masyarakatnya,” jelas Ust. Hilal Achmad selaku Direktur Pelaksana Program.

Rabu, 14/08/2019 08:27 0

Indonesia

27 Klien BHF Terkait Ricuh 21-22 Mei Didakwa Melawan Pejabat yang Bertugas

Badan Hukum Front (BHF) mendampingi persidangan 27 orang terkait kerusuhan aksi 21-22 Mei lalu.

Selasa, 13/08/2019 22:16 0

Close