... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

27 Klien BHF Terkait Ricuh 21-22 Mei Didakwa Melawan Pejabat yang Bertugas

Foto: persidangna para terdakwa ricuh 21-22 mei

KIBLAT.NET, Jakarta – Badan Hukum Front (BHF) mendampingi persidangan 27 orang terkait kerusuhan aksi 21-22 Mei lalu. Anggota BHF dari LBH Street Lawyer, Wisnu Rakadita mengatakan bahwa persidangan ada dua tempat. Yaitu PN Jakarta Pusat dan PN Jakarta Barat.

Di PN Jakarta Pusat ada 12 terdakwa yang disidang di tempat tersebut. Hari ini, ada lima perkara yang disidangkan.

“Sidang hari ini tanggal 13 Agustus 2019 di PN Jakarta Pusat, BHF mendampingi 12 terdakwa terdaftar dalam 5 register perkara. Seharusnya hari ini 9 perkara namun 4 perkara tidak hadir tanpa ada keterangan,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (13/08/2019).

Sedangkan Sidang Perkara Kerusuhan 21-22 di PN Jakarta Barat hari ini yang di dampingi oleh BHF terdiri dari 8 Register atas 15 terdakwa dengan agenda sidang pertama. Sementara 1 register dengan no perkara 1252/Pid.sus/2019 batal digelar.

“Hal ini dikarenakan terdakwa tidak dihadirkan di persidangan tanpa keterangan apapun,” paparnya.

Diwawancara terpisah, anggota BHF Aziz Yanuar memaparkan bahwa agenda sidang hari ini adalah pembacaan dakwaan oleh Jaksa penuntut umum. JPU, kata dia, mendakwakan para terdakwa menggunakan pasal 212 jo pasal 214 KUHP dan 218 KUHP.

“Pasal 212 yaitu mengatur seseorang yang melawan pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah. Semua terdakwa didakwa pakai pasal yang sama,” tuturnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Penghuni Lapas di Bali Terima Daging Kurban dari Pemuda Al Fath Tabanan

Olahan daging kurban tersebut juga dibagikan kepada para napi yang non muslim

Selasa, 13/08/2019 17:36 0

Artikel

Gerakan Sahwah di Arab Saudi: Dulu Dirangkul, Kini Dimusuhi

Kelompok ini menganjurkan untuk memasukkan ajaran Islam ke dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Selasa, 13/08/2019 16:49 0

India

India Tutup Kota Terbesar di Kashmir pada Hari Raya Idul Adha

Sampai saat ini, pemerintah India masih memutus jaringan internet dan telepon. Pembatasan komunikasi ini sudah memasuki hari ke-8.

Selasa, 13/08/2019 11:26 0

Qatar

AS Tekan Taliban Berbagi Kekuasaan dan Gencatan Senjata

"Kami telah memperpanjang pertemuan kami dengan harapan mencapai kesepakatan damai tetapi waktu yang ada belum memungkin ," kata seorang negosiator Taliban kepada Reuters.

Selasa, 13/08/2019 10:10 0

Arab Saudi

Untuk Pertama Kali, Pemerintah Saudi Izinkan Narapidana Berhaji

"Tujuan utama dari program ini adalah untuk merehabilitasi, mengintegrasikan kembali, dan memotivasi para tahanan," kata Bandar bin Ali Al-Kharmi, Direktur Hubungan Masyarakat dan Media di Direktorat Jenderal Penjara.

Selasa, 13/08/2019 09:16 0

India

Dibatasi, Warga Kashmir Harus Mengantre untuk Bertelepon

"Jangan datang ke Kashmir, kami akan pergi ke Nepal untuk menemui Anda setelah Idul Adha," teriaknya.

Selasa, 13/08/2019 08:09 0

Eropa

Polisi Norwegia Sebut Penyerangan Masjid Al Noor Sebagai Aksi Terorisme

Pelaku penembakan di Masjid Islamic Centre Al Noor mengunggah manifesto paham sayap kanan sebelum menjalankan aksinya

Senin, 12/08/2019 19:52 0

Artikel

Dari Haji Untuk Indonesia

Ibadah haji, tidak saja membentuk penyebaran ilmu agama dari tanah suci ke tanah air, namun juga membentuk identitas bagi apa yang kemudian kita kenal dengan Indonesia

Senin, 12/08/2019 19:13 0

Afghanistan

Perundingan Kedelapan Taliban-AS Berakhir, Ini yang Dibahas

Kedua belah pihak kembali untuk berkonsultasi dengan pemimpin masing-masing untuk memutuskan langkah selanjutnya

Senin, 12/08/2019 14:04 0

Fikih

Hukum Membagikan Daging Kurban dalam Kondisi Sudah Dimasak

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan sarana transportasi, maka inovasi kaum muslimin dalam pendistribusian daging kurban-pun beragam. Dengan alasan pemerataan, maka salah satu inovasi dalam distribusi daging kurban adalah dengan mengolah daging kurban dan mengemasnya di kaleng untuk kemudian didistribusikan ke daerah-daerah yang minim kurbannya. Bagaimana pandangan ulama dalam masalah ini? 

Senin, 12/08/2019 13:50 0

Close