... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pendukung Oposisi Rusia Rencanakan Unjuk Rasa Besar-besaran di Moskow

Foto: Unjuk rasa pendukung oposisi Rusia

KIBLAT.NET, Moskow – Para pendukung kelompok oposisi Rusia merencanakan aksi protes besar-besaran di Moskow, pada Sabtu (10/08/2019) sebagai respon atas penahanan ribuan demonstran oleh polisi beberapa waktu lalu.

Beberapa pekan terakhir ribuan orang di Negeri Beruang Merah terlibat dalam unjuk rasa yang menyerukan pemilu yang bebas dan adil. Sebelumnya sejumlah tokoh oposisi Rusia disingkirkan dari keikutsertaan dalam Pemilu, termasuk pengritik Presiden Vladimir Putin, Alexei Navalny.

Polisi anti huru hara dan pasukan keamanan nasional dinilai telah mengedepankan taktik kekerasan dalam merespon aksi para demonstran. Tak kurang 2.000 orang ditahan dalam dua demonstrasi terkahir.

Sebagian tokoh oposisi Rusia dilarang berpartisipasi dalam Pemilu. Pasalnya, mereka tengah menjalani penahanan karena dituduh melanggar undang-undang tentang unjuk rasa. Sementara, puluhan mahasiswa yang terlibat dalam unjuk rasa kini menghadapi dakwaan pidana “gangguan masyarakat”, dengan acaman hukuman penjara yang panjang.

Aksi unjuk rasa pada Sabtu pekan ini telah mendapatkan izin dari pihak berwenang, yang artinya para pengunjuk rasa tidak boleh ditahan karena melakukan aksi demo. Di sisi lain, kepolisian Moskow dan Komite Investigasi setempat telah memgeluarkan peringatas keras kepada masyarakat agar tidak berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Sejumlah artis ternama Rusia telah menyatakan akan hadir dalam aksi unjuk rasa tersebut. Sejumlah musisi direncakan akan menjadi pengisi acara dalam aksi unjuk rasa di Moskow itu. Salah satu pesohor memastikan akan hadir yaitu Yury Dud, yang mengatakan “jangan anggap biasa ketika orang tak bersalah dijebloskan ke penjara atau dipukuli oleh Polisi.”

BACA JUGA  Rusia: AS Selundupkan Minyak dari Suriah Senilai $30 Juta Tiap Bulan

Memasuki dekade ketiga masa kekuasaannya, tingkat elektabilitas Vladimir Putin mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terkahir. Oposisi menyebut pihak berwenang Rusia takut terhadap pandangan yang menyerukan perubahan politk yang lebih luas.

“Skenario represif yang diandalkan pihak berwenang mungkin dapat mengurangi ketidakpuasan terbuka, tetapi hampir tidak mungkin mencapai akar masalah,” tulis harian Vedomosti dalam tajuk rencananya.

Sumber: Arabnews
Redaktur: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komisi X DPR: Lebih Baik Kembangkan Akademisi Daripada Impor Rektor

Menurutnya, Indonesia harus memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM)-nya sendiri.

Sabtu, 10/08/2019 13:26 0

Tarbiyah Jihadiyah

Hari Arafah, Renungan Kesempurnaan Islam

Hari Arafah, Renungan Kesempurnaan Islam

Sabtu, 10/08/2019 13:26 0

Indonesia

Revisi UU TNI Dinilai Akan Kembalikan Dwifungsi ABRI

Rancangan perubahan UU TNI ini menjadikan aparat militer yang sebelumnya dikembalikan ke barak dapat kembali masuk dalam ranah sipil

Sabtu, 10/08/2019 12:52 0

Video News

Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi, PBB Resmi Dukung Jokowi?

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban menyebutkan bahwa rakyat...

Sabtu, 10/08/2019 10:59 0

Video News

Jika FPI Dibubarkan, Apa Kata Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang?

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban menegaskan bahwa selama...

Sabtu, 10/08/2019 10:56 0

Video News

Komnas HAM Tolak Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme, Kenapa?

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, menilai pelibatan TNI dalam penanganan terorisme tidak...

Sabtu, 10/08/2019 09:58 0

Video News

Jika Negara Tak Pulangkan HRS, HAM Apa yang Dilanggar?

KIBLAT.NET- Jakarta- Mantan komisioner komnas HAM, Hafidz Abbas menyayangkan HRS yang tak kunjung dipulangkan. Apakah...

Sabtu, 10/08/2019 09:54 0

Indonesia

Fatma MUI: Boleh Distribusi Tunda Daging Kurban, Termasuk Dikalengkan

Daging kurban boleh dikalengkan dan diolah dalam bentuk kornet, rendang, atau sejenisnya

Jum'at, 09/08/2019 21:06 0

Indonesia

Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi, PBB Resmi Dukung Jokowi?

MS Kaban menyebutkan bahwa rakyat perlu untuk menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan pihak Prabowo-Sandi.

Jum'at, 09/08/2019 20:06 0

Indonesia

BNPB: Berstatus Waspada, Gunung Slamet Bisa Erupsi Sewaktu-waktu

Gunung Slamet mengalami peningkatan aktivitas secara signifikan terhitung sejak 1 Juni hingga 8 Agustus 2019.

Jum'at, 09/08/2019 19:43 0

Close