Pasca Insiden Penembakan Massal, AS Kumpulkan Perusahaan Media Sosial

KIBLAT.NET, Washington – Pejabat Gedung Putih, Jumat (09/08/2019), mengumpulkan para pemegang kebijakan di berbagai perusahaan media sosial besar. Pertemuan ini membahas cara untuk mengekang ekstremisme Internet pasca dua penembakan yang menewaskan 31 orang di Texas dan Ohio beberapa hari lalu.

Menyusul insiden tersebut, Presiden AS Donald Trump menyalahkan Internet dan media sosial karena menyediakan tempat-tempat yang “berkontribusi pada transformasi pikiran bermasalah menjadi ekstremisme”. Ia meminta Departemen Kehakiman untuk bekerja dengan perusahaan “untuk mengembangkan alat yang dapat memantau penembak tanpa pandang bulu sebelum mereka meluncurkan serangan”.

Gedung Putih menolak untuk memberikan rincian perusahaan yang menghadiri pertemuan yang digelar tertutup itu.

Trump tidak menghadiri pertemuan karena sedang berada di New York.

“Pembicaraan difokuskan pada bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber ancaman potensial, memberikan bantuan kepada individu yang menunjukkan potensi kekerasan dan memerangi terorisme domestik,” kata juru bicara Gedung Putih, Jude Deer, dalam sebuah pernyataan.

Ia menambakhan bahwa pihaknya mendesak perusahaan-perusahaan Internet dan media sosial untuk melanjutkan upaya mereka dalam memerangi ekstremisme kekerasan dan untuk membantu individu yang terancam dan melakukannya tanpa merusak kebebasan berekspresi.

The Washington Post melaporkan bahwa Google, Microsoft, Facebook, Twitter dan Reddit diundang dalam pertemuan tersebut.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat