... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ketegangan India-Pakistan Semakin Meningkat

Foto: Kashmir

KIBLAT.NET, New Delhi – Pemerintah India menolak reaksi Pakistan atas penghapusan status otonomi khusus di wilayah Jammu-Kashmir (wilayah Kashmir di bagian kontrol pemerintah India). Islamabad memutus hubungan diplomatik dan ekonomi dengan New Delhi.

India mencabut status otonomi khusus Kashmir pada Senin (05/08/2019) dengan menghapus pasal 370 konstitusi India. Dengan demikian, Kashmir berada dibawah pemerintahan India langsung India.

Pakistan merespons dengan memutus hubungan diplomatik dengan India pada hari Rabu (07/08/2019). Islamabad akan mengusir duta besar India dan menangguhkan perdagangan bilateral.

Kementerian Luar Negeri India mengatakan bahwa keputusan menghapus Pasal 370 konstitusi India, yang memberi Kashmir tingkat otonomi relatif, adalah sepenuhnya urusan internal India.

“Mencoba ikut campur dalam yurisdiksi dengan cara mengkhawatirkan kawasan itu tidak akan pernah berhasil,” kata pernyataan Kemenlu India pada hari Kamis (08/08/2019).

“Pemerintah India menyesali langkah-langkah yang diumumkan oleh Pakistan … dan akan mendesak negara itu untuk meninjaunya kembali sehingga saluran komunikasi diplomatik dapat dipertahankan,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, media Pakistan melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Pakistan menolak pencabutan Pasal 370. Islamabad menolak jika penghapusan otonomi Kashmir sebagai “masalah internal India”. Masalah itu harus diselesaikan oleh PBB.

Situs berita The Express Tribune mengutip juru bicara Pakistan untuk Kementerian Luar Negeri, Mohammad Faisal, yang mengatakan bahwa Islamabad telah menulis surat kepada Dewan Keamanan PBB. Surat itu meminta DK PBB untuk melihat apa yang dilakukan India sebagai langkah yang “sepihak dan ilegal”.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komisi X DPR: Lebih Baik Kembangkan Akademisi Daripada Impor Rektor

Menurutnya, Indonesia harus memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM)-nya sendiri.

Sabtu, 10/08/2019 13:26 0

Tarbiyah Jihadiyah

Hari Arafah, Renungan Kesempurnaan Islam

Hari Arafah, Renungan Kesempurnaan Islam

Sabtu, 10/08/2019 13:26 0

Indonesia

Revisi UU TNI Dinilai Akan Kembalikan Dwifungsi ABRI

Rancangan perubahan UU TNI ini menjadikan aparat militer yang sebelumnya dikembalikan ke barak dapat kembali masuk dalam ranah sipil

Sabtu, 10/08/2019 12:52 0

Video News

Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi, PBB Resmi Dukung Jokowi?

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban menyebutkan bahwa rakyat...

Sabtu, 10/08/2019 10:59 0

Video News

Jika FPI Dibubarkan, Apa Kata Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang?

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban menegaskan bahwa selama...

Sabtu, 10/08/2019 10:56 0

Video News

Komnas HAM Tolak Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme, Kenapa?

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, menilai pelibatan TNI dalam penanganan terorisme tidak...

Sabtu, 10/08/2019 09:58 0

Video News

Jika Negara Tak Pulangkan HRS, HAM Apa yang Dilanggar?

KIBLAT.NET- Jakarta- Mantan komisioner komnas HAM, Hafidz Abbas menyayangkan HRS yang tak kunjung dipulangkan. Apakah...

Sabtu, 10/08/2019 09:54 0

Indonesia

Fatma MUI: Boleh Distribusi Tunda Daging Kurban, Termasuk Dikalengkan

Daging kurban boleh dikalengkan dan diolah dalam bentuk kornet, rendang, atau sejenisnya

Jum'at, 09/08/2019 21:06 0

Indonesia

Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi, PBB Resmi Dukung Jokowi?

MS Kaban menyebutkan bahwa rakyat perlu untuk menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan pihak Prabowo-Sandi.

Jum'at, 09/08/2019 20:06 0

Indonesia

BNPB: Berstatus Waspada, Gunung Slamet Bisa Erupsi Sewaktu-waktu

Gunung Slamet mengalami peningkatan aktivitas secara signifikan terhitung sejak 1 Juni hingga 8 Agustus 2019.

Jum'at, 09/08/2019 19:43 0

Close