Pasca Penembakan Massal di AS, Amnesty Internasional Keluarkan Travel Warning

KIBLAT.NET, Jakarta – Pasca penembakan massal yang terjadi di dua lokasi berbeda dalam rentang waktu singkat, Amnesty International mengeluarkan travel warning atau peringatan perjalanan kepada wisatawan dan orang yang akan berkunjung ke Amerika Serikat.

“Hari ini kami mengeluarkan peringatan perjalanan yang meminta wisatawan dan pendatang yang ke Amerika Serikat untuk sangat berhati-hati,” kata pihak Amnesty International melalui akun Twitter resmi, Kamis (08/08/2019).

Amnesty juga memperingatkan bagi para wisatawan dan pendatang untuk menyiapkan sebuah rencana darurat ketika mendatangi berbagai wilayah di Amerika Serikat. “Peringatan perjalanan ini dikeluarkan terkait terjadinya kekerasan bersenjata tingkat tinggi di negara tersebut,” ungkapnya.

Lembaga tersebut menyampaikan beberapa pesan kepada semua orang yang akan mengunjungi Amerika Serikat. “Ekstra waspadalah sepanjang waktu dan selalu waspada terhadap senjata api ketika berada di antara kerumunan warga,” ungkap Amnesty.

Para wisatawan dan pengunjung yang datang ke Amerika juga disarankan menghindari tempat-tempat yang menjadi lokasi berkumpulnya massadalam jumlah besar, khususnya acara kebudayaan, tempat ibadah, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Mereka juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ketika mengunjungi bar, klub malam, dan kasino.

Amnesty Internasional juga memperingatkan risiko tinggi sasaran serangan bersenjata, dengan kemungkinan menargetkan jenis kelamin, ras, negara asal, latar belakang etnis, hingga orientasi seksual pengunjung.

Berdasarkan hukum HAM internasional, Amerika Serikat punya kewajiban untuk menetapkan aturan di tingkat negara bagian dan wilayah yang lebih rendah, untuk mengatur akses terhadap senjata api. Langkah-langkah itu dinilai dapat melindungi hak hidup dan bergerak bebas tanpa ancaman kekerasan bersenjata.

BACA JUGA  Donald Trump Pecat Menhan AS Mark Esper

“Pemerintah belum mengambil langkah yang cukup dalam menjalankan kewajiban tersebut,” tandas Amnesty.

Penembakan berturut-turut terjadi di dua lokasi berbeda di Amerika Serikat belum lama ini. Pertama di kota El Paso, Texas seorang kulit putih melancarkan tembakan di pusat perbelanjaan hingga menewaskan 20 orang pada Sabtu siang (03/08/2019). Tak berselang lama, penembakan terjadi di Dayton, Ohio, menewaskan 9 orang pada Ahad (04/08/2019) dini hari.

Reporter: Imam S.
Redaktur: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat