... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Apakah Tetap Sah Kambing Kurban yang Dibeli dari Patungan Suami Istri?

Foto: Hewan kurban

Dalam hal ini, setidaknya terdapat dua poin penting yang harus diketahui:

Pertama:

Satu kambing atau domba tidak sah dijadikan hewan kurban kecuali dari satu orang. Maka, tidak boleh ada dua orang yang berpatungan untuk membeli satu kambing. Ini adalah patungan yang dilarang.

Adapun berserikat yang dibolehkan dalam hal ini adalah ikut serta dalam meniatkan pahalanya. Misal, ada seorang laki-laki yang berkurban dan meniatkan pahalanya juga untuk keluarganya. Atau, seorang wanita yang berkurban dari hartanya sendiri dan meniatkan pahalanya untuk suaminya.

Ibnu Qayyim –rahimahullah- berkata:

“Termasuk petunjuk Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- meniatkan pahala satu kambing untuk dirinya sendiri dan keluarganya, meskipun mereka berjumlah banyak. Hal ini sebagaimana perkataan ‘Atha’ bin Yasar: “Aku telah bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshari; “Bagaimana kurban pada masa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- ?”, beliau menjawab: “Seorang laki-laki berkurban satu kambing atas nama dia dan keluarganya, mereka memakan dan membagikannya”. Tirmidzi berkata ini adalah hadits hasan shahih”. (Zaadul Ma’ad: 2/295)

Ibnu Rusyd berkata:

“Ulama telah berijma’ bahwa satu kambing tidak sah kecuali dari satu orang. Namun menserikatkan pahalanya sah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Malik bahwa tetap sah jika seorang laki-laki menyembelih untuk dirinya dan keluarganya, tidak dengan cara berserikat (berpatungan), akan tetapi ia membelinya sendirian, hal ini sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh ‘Aisyah bahwa beliau berkata:

كنا بمنى فدخل علينا بلحم بقر، فقلنا ما هو؟ فقالوا: ضحى رسول الله – صلى الله عليه وسلم – عن أزواجه

“Pada saat kami berada di Mina, seseorang masuk dengan membawa daging sapi, maka kami bertanya: “(Daging) apa ini ?”, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah berkurban untuk para istrinya”. (Bidayatul Mujtahid: 2/196)

Telah disebutkan di dalam Tuhfatul Muhtaj (9/349) bahwa sahnya satu kambing dari satu orang merupakan kesepakatan ulama, bukan pendapat mayoritas.

Riyawat lain menyebutkan Rasulullah berdoa saat menyembelih kambing kurban:

اللهم هذا عن محمد وأمة محمد

“Ya Allah, kurban ini untuk Muhammad dan umat Muhammad”.

Maka dimaksudkan ikut serta dalam hal pahala, dan itu boleh, selanjutnya mereka berkata: “Maka ia hendaknya mengikutsertakan orang lain dalam hal pahala kurbannya”.

Kedua:

Bagi seorang istri hendaknya memberikan sebagian uangnya kepada suaminya yang cukup untuk membeli hewan kurban, dan suaminya yang menyembelih dan mengikutsertakan pahala untuk keluarganya.

Atau kebalikannya, seorang suami yang memberikan sebagian uangnya dan sembelihan kurbannya menjadi milik istrinya dan mengikutsertakan suaminya dalam hal pahala, pahala yang asli menjadi milik orang berkurban, adapun yang lainnya dimasukkan sebagai pengikutnya.

Jika seorang suami istri berpatungan pada harga sembelihannya, dengan tujuan untuk membantu pembeliannya, karena ia tidak mempunyai uang cukup, maka tidak ada masalah.

Syeikh Abdul Karim Al Khudhair –hafidzahullah- pernah ditanya:

“Bagaimanakah hukumnya keikutsertaan saya pada kurbannya istri ?, apa saja hukum-hukum yang menjadi konsekuensi dari hal tersebut ?”

Beliau menjawab:

“Jika shohibul bait berkurban, maka kurbannya tersebut sudah cukup untuk dirinya dan keluarganya. Jika seorang suami telah berkurban untuk dirinya dan keluarganya, maka kurbannya tersebut sudah cukup. Seorang wanita tidak wajib berkurban khusus untuk dirinya sendiri, kecuali jika yang dimaksud adalah seorang suami membayar separuh harga hewan kurban dan istrinya membantu membayar separuhnya lagi dengan niat kurban itu milik suaminya. Maka, hukum asalnya bahwa kurban itu bagi shohibul bait –suami-, dan pahalanya termasuk di dalamnya istri dan anak-anaknya.

Akan tetapi jika dilihat dari sisi saling membantu, dan ia tidak mampu untuk membayar harga hewan kurban, dan istrinya ingin membantu pembayarannya, maka tidak ada masalah”. Wallahu A’lam.

Sumber: Islamqa.info
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

Dua Ahli Rusia Tewas dan Lainnya Terluka Saat Uji Coba Senjata Baru

"Enam perwakilan Kementerian Pertahanan dan perusahaan yang memproduksi senjata baru tersebut mengalami cedera dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda sebagai akibat dari kecelakaan itu, dan dua ahli meninggal karena luka-luka mereka," kata pernyataan Dephan Rusia.

Jum'at, 09/08/2019 07:41 0

Pakistan

Kashmir Memanas, Pakistan Usir Dubes India dan Tarik Pulang Diplomat

Sikap Pakistan terhadap India adalah respon atas pencabutan otonomi khusus di Kashmir

Kamis, 08/08/2019 21:18 0

Indonesia

Pelibatan TNI Tangani Terorisme Munculkan Kekhawatiran

"Tindakan yang dilakukan polisi sekarang cenderung memilih tembak mati orang yang diduga aksi terorisme. Kalau TNI yang melakukan apakah kita tidak khawatir ini juga terjadi"

Kamis, 08/08/2019 20:29 0

Arab Saudi

Jelang Puncak Haji, Arab Saudi Imbau Seluruh Jemaah Fokus Beribadah

Pihak berwenang Arab Saudi mengeluarkan peringatan untuk tidak mempolitisasi ibadah haji. 

Kamis, 08/08/2019 19:42 0

Indonesia

Draft Perpres Pelibatan TNI Tangani Terorisme Bolehkan Pendaan dari Luar APBN

"Hampir semua pasal ini bermasalah," tegasnya.

Kamis, 08/08/2019 18:00 0

Yaman

Bentrok Bersenjata Meletus di Dekat Istana Presiden Yaman

Bentrokan terjadi di dekat istana presiden, yang dikenal sebagai Istana Maasheq di Kareter, di pusat Aden.

Kamis, 08/08/2019 17:37 0

Indonesia

Komnas HAM Tolak Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme

"Pelibatan ini bertentangan dengan aturan yang ada. Kalau masalah penegakan hukum ya polisi, perang melawan radikalisme bukan tupoksi TNI. Kebanyakan ngurus gini, TNI justru menjadi tidak profesional," ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM pada Kamis (08/08/2019).

Kamis, 08/08/2019 17:00 0

Palestina

Sniper Israel Incar Wartawan Peliput Demonstrasi di Perbatasan dengan Gaza

Al-Kahlout menuturkan, sebelum tertembak ia sempat menerima panggilan telepon dari nomor tidak dikenal. Ia percaya bahwa panggilan itu dari tentara Israel sehingga Al-Kahlout dapat secara akurat ditemukan dan ditargetkan secara langsung.

Kamis, 08/08/2019 16:45 0

Indonesia

Heboh Bawa Bendera Tauhid dan Jago Bahasa Prancis, Enzo Taruna Akmil Ternyata Yatim

Enzo Zenz Allie dinyatakan lulus dan memenuhi syarat sebagai prajurit TNI

Kamis, 08/08/2019 16:19 0

Arab Saudi

Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci, Jumat ke Arafah

Fase pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah pada 8 Zulhijjah (9 Agustus) ini akan terbagi dalam tiga tahap.

Kamis, 08/08/2019 16:13 0

Close