... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Turki-AS Bentuk Markas Operasi Bersama untuk Misi di Suriah

Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump.

KIBLAT.NET, Ankara – Turki dan Amerika Serikat sepakat pada Rabu (07/08/2019) untuk mendirikan pusat operasi bersama di Turki. Markas ini bertujuan untuk mengoordinasikan dan mengelola zona aman yang direncanakan dibentuk oleh kedua negara di timur laut Suriah.

Kedua negara sekutu itu tidak memberi rincian atas kesepakatan ini kecuali hanya sedikit. Kesepakatan ini dicapai setelah tiga hari perundingan antara delegasi militer kedua belah pihak, dan setelah berbulan-bulan negosiasi Turki dan AS buntu tentang pembentukan zona aman di timur laut Suriah.

Zona aman yang diusulkan oleh Turki itu bertujuan untuk mengamankan sektor tanah yang membentang lebih dari 400 kilometer di sepanjang perbatasan timur laut Suriah dengan Turki. Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang melawan ISIS dengan dukungan AS, mengendalikan sebagian besar sektor ini.

Ankara menganggap YPG sebagai ancaman keamanan utama dan meminta Amerika Serikat untuk memutuskan hubungan dengan YPG.

Turki telah mengirim pasukan ke Suriah utara dua kali dalam tiga tahun terakhir dengan dalih mengamankan negaranya dari ancaman “teroris” YPG. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Ahad lalu berbicara tentang rencana kampanye militer ketiga yang akan dilakukan untuk menargetkan wilayah yang dikontrol YPG di sebelah timur Sungai Eufrat.

Namun, pada Rabu kemarin Erdogan mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan AS telah menuai hasil positif. “Pembicaraan dengan Amerika Serikat telah bergerak ke arah yang benar-benar positif,” kata Erdogan dalam konferensi pers dengan koleganya dari Ukrania.

BACA JUGA  Assad Mengaku Diuntungkan dengan Kesepakatan Erdogan-Putin

Dia menambahkan bahwa pembentukan zona aman akan dimulai dengan pembentukan markas operasi bersama.

“Yang benar-benar penting di sini adalah pertanyaan untuk mengambil langkah ke timur Sungai Eufrat, yang saat ini sedang dilakukan bekerja sama dengan Amerika,” katanya.

Kedua sekutu NATO ini mengatakan sepakat untuk “segera menerapkan langkah-langkah awal untuk mengatasi masalah keamanan Turki”.

Mereka mengatakan zona aman di perbatasan timur laut Suriah dengan Turki harus menjadi “koridor perdamaian”. Kedua negara akan melakukan segala upaya untuk memastikan kembalinya warga Suriah yang kehilangan tempat tinggal akibat perang.

Washington telah mengusulkan zona aman, yang berupa zona demiliterisasi sejauh lima kilometer, diperkuat oleh zona bebas senjata berat sembilan kilometer. Usulan AS ini belum memenuhi keinginan pihak Turki.

Di sisi lain, Turki juga meminta pengendali mutlak di kawasan itu, yang menjadi titik perselisihan baru dengan Amerika Serikat.

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan tidak akan memberikan rincian lebih lanjut tentang kesepakatan untuk saat ini. Tetapi berita tentang kesepakatan itu mendorong lira Turki ke level tertinggi minggu ini di 5,469 terhadap dolar sebelum akhirnya mencapai 5,478.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Nilai Plus Bisnis Makanan Bersertifikat Halal

Ada nilai lebih dalam produk makanan bersertifikat halal

Rabu, 07/08/2019 20:55 0

Indonesia

Tembus Medan Terjal, One Care Salurkan Bantuan di Halmahera Selatan

Lembaga kemanusiaan One Care bersama Pondok Pesantren Salman Al Farisi menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana gempa di Halmahera Selatan.

Rabu, 07/08/2019 15:28 0

Indonesia

Jual Amunisi ke OPM, Tiga Oknum TNI Ditangkap

Oknum prajurit TNI AD Pratu DAT anggota Kodim 1710/Mimika, menjadi tersangka penjualan amunisi ke OPM

Rabu, 07/08/2019 15:13 0

Indonesia

MRT Rugi Rp 507 Juta Akibat Listrik Padam

Mati listrik serentak yang terjadi sekitar 8-18 jam beberapa waktu lalu menyebabkan kerugian Rp 507 Juta pada PT MRT Jakarta.

Rabu, 07/08/2019 13:49 0

Indonesia

Sekjen MUI: KH Maimoen Zubair Orang Besar

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan bahwa KH. Maimoen Zubair adalah orang besar.

Rabu, 07/08/2019 12:11 0

Fikih

Arisan Dalam Berkurban, Sah kah?

Setidaknya terdapat dua kondisi orang yang berkurban dengan hutang:

Rabu, 07/08/2019 10:40 0

Indonesia

FPI: Terdaftar di Kemendagri Atau Tidak, Kita Gerak Terus

KH. Ahmad Sobri Lubis mengatakan bahwa pihaknya tidak terlalu memikirkan perpanjangan izin di Kemendagri.

Selasa, 06/08/2019 21:44 1

Video News

Kepala Pencari Fakta PBB Bongkar Pelanggaran HAM terhadap Penduduk Rohingya

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Misi Pencari Fakta Perserikaan Bangsa-Bangsa (PBB) di Myanmar, Marzuki Darusman mengatakan...

Selasa, 06/08/2019 16:53 0

Video News

Ini yang Harus ASEAN Lakukan untuk Konflik Rohingya

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Misi Pencari Fakta Perserikaan Bangsa-Bangsa (PBB) di Myanmar, Marzuki Darusman mengatakan...

Selasa, 06/08/2019 16:50 0

Indonesia

Situasi Tak Kunjung Membaik, Muslim Rohingya Tak Akan Kembali ke Myanmar

Penderitaan yang dialami masyarakat Rohingya saat ini masih sama dengan yang mereka alami dua tahun lalu, tidak ada perubahan

Selasa, 06/08/2019 15:25 0

Close