Kashmir Memanas, Pakistan Usir Dubes India dan Tarik Pulang Diplomat

KIBLAT.NET, Islamabad – Di saat situasi Kashmir makin memanas, Pakistan memutuskan mengusir duta besar India dan akan segera menarik utusan mereka di New Delhi.

Sikap Pakistan terhadap hubungan diplomatik dengan India diputuskan setelah berlangsung pertemuan Komite Keamanan Nasional (NSC) yang diketuai oleh Perdana Menteri Imran Khan. Selain menurunkan hubungan diplomatik dengan India, keputusan penting yang lain adalah menghentikan hubungan perdagangan bilateral dengan India.

Pertemuan pimpinan sipil dan militer Pakistan di Islamabad itu adalah kali kedua dalam sepekan terakhir, untuk membahas situasi yang terjadi di Kashmir. Situasi wilayah yang berada di perbatasan India dan Pakistan itu memanas setelah India secara sepihak mencabut status otonomi khusus di Kashmir.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi, Menteri Pertahanan Pervez Khattak, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan, Menteri Hak Asasi Manusia, Menteri Hukum. Hadir pula Penasihat Keuangan, Ketua Komite Kepala Staf Gabungan (CJCSC) Zubair Mahmood Hayat, Kepala Staf Angkatan Darat (COAS) Jenderal Qamar Javed Bajwa, Kepala Staf Angkatan Udara Mujahid Anwar Khan, Kepala Staf Angkatan Laut Zafar Mahmood Abbasi, dan sejumlah pejabat senior lainnya.

Sejumlah keputusan yang diambil dalam pertemuan Komite Keamanan Nasional (NSC) Pakistan, antara lain penurunan hubungan diplomatik dengan India, penangguhan perdagangan bilateral dengan India, meninjau kembali kesepakatan bilateral, merumuskan materi yang akan dibawa ke Dewan Keamanan PBB. Selain itu, Pakistan akan menjadikan peringatan Hari Kemerdekaan 14 Agustus sebagai momentum solidaritas terhadap warga Kashmir.

BACA JUGA  Innalilahi, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Perdana Menteri Imran juga memberikan arahan kepada jajarannya untuk tetap aktif mengekspos sikap rezim India yang dinilai brutal dan melanggar hak asasi manusia. Dia juga mengarahkan angkatan bersenjata untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sumber: ARY News
Redaktur: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat