... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terungkap, Pelanggaran HAM Muslim Rohingya di Myanmar Didukung Sektor Bisnis

Foto: Kepala Misi Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Myanmar, Marzuki Darusman (foto: Muhammad Jundii)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Misi Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Myanmar, Marzuki Darusman mengungkap adanya kapitalisme militer terkait konflik di Myanmar, khususnya pelanggaran HAM terhadap muslim Rohingnya.

“Jelas menunjukkan bahwa sumber-sumber utama pendapatan dari bisnis itu digunakan untuk melakukan pelanggaran HAM serius. Ada hubungan langsung antara bisnis dengam pelanggaran HAM itu tujuan pokok dari laporan ini,” ujar Marzuki dalam jumpa pers di Kantor Perwakilan PBB di Indonesia, Jakarta, Senin (05/08/2019).

Dalam laporan yang berisi 111 halaman dan telah dirilis di Jenewa hari ini, berisi penelitian tim pencari fakta selama 8 bulan yang mengungkap puluhan perusahaan asing dari Asia dan Eropa berisiko terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar, melalui kemitraan bisnis dengan dua perusahaan, Myanmar Economic Holdings Limited (MEHL) dan Myanmar Economic Corporation (MEC).

“Ini lebih 100 halaman dan selama 8 bulan kita penelitian kita temukan suatu gambaran yang luar biasa, dari jangkauan kedalaman dan keluasan yang melebihi model manapun di dunia, ini suatu bentuk kapitalisme militer yang diterapkan oleh Tatmadaw (militer Myanmar),” ujar Marzuki.

Marzuki mengimbau perusahaan internasional yang bermitra dengan MEHL dan MEC segera meninjau kembali hubungan bisnisnya itu agar usahanya tidak menguntungkan Tatmadaw, pihak yang diyakini bertanggung jawab terhadap pelanggaran HAM di Rakhine.

BACA JUGA  KH Sobri Lubis Dipanggil Polisi Soal Dugaan Kasus Makar

“Seluruh perusahaan yang membeli barang atau bermitra dengan perusahaan asal Myanmar agar segera melakukan peninjauan kembali terhadap usahanya guna memastikan mereka tak menguntungkan Tatmadaw,” kata Marzuki.

Tim Pencari Fakta merupakan satuan kerja independen yang diberi mandat oleh Dewan HAM PBB pada 24 Maret 2017 untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar.

Tim yang diketuai oleh Marzuki Darusman telah menyiarkan beberapa laporan mengenai dugaan pelanggaran HAM pada September 2018, Maret 2019, dan Mei 2019 melalui laman www.ohchr.org.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

RAND CORPORATION: Dari Radikalisme ke Imperialisme AS

Ada berbagai aspek yang menarik melihat bertemunya perwakilan Taliban dengan Pemerintah Republik Indonesia. Salah satunya adalah wacana tentang radikalisme di Indonesia.

Senin, 05/08/2019 22:31 0

Fikih

Bolehkah Meniatkan Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal?

Catatan: Perbendaan pendapat ini pada kondisi orang yang mengurbankan sudah berkurban untuk dirinya sendiri.

Senin, 05/08/2019 17:29 0

Qatar

Negosiasi Kedelapan AS-Taliban Masuki Hari Kedua, Ini Harapan Washington

"Kami menginginkan republik, bukan emirat. Taliban ingin membentuk kembali sebuah emirat Islam yang serupa dengan yang didirikan pada 1996,” tulisnya lagi.

Senin, 05/08/2019 14:08 0

India

India Tutup Sekolah dan Larang Perkumpulan Massa di Kashmir

Pernyataan itu tidak mengatakan berapa lama pembatasan tersebut akan berlaku.

Senin, 05/08/2019 12:47 0

Rusia

Polisi Rusia Tangkap 800 Demonstran Anti-Pemerintah

Aksi massa ini merupakan rangkaian aksi protes atas pelarangan sejumlah kandidat oposisi, beberapa sekutu Navalny, untuk mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif September di Moskow.

Senin, 05/08/2019 11:21 0

Info Event

Baitul Wakaf Lakukan Edukasi Wakaf Bagi Kaum Muda

Baitul Wakaf menggelar Studium General Aksi Wakaf di Aula Pesantren Hidayatullah Depok, Ahad (04/08/2019)

Senin, 05/08/2019 11:18 0

Artikel

7 Amal Shalih yang Dianjurkan pada 10 Awal Dzulhijjah

“Tiada hari-hari yang amal shalih padanya paling dicintai disisi Allah melainkan hari-hari ini.” Yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, tidakkah jihad di jalan Allah (paling dicintai Allah)?. Beliau menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar (dari rumahnya untuk berjihad) dengan jiwa dan hartanya, Lalu dia tidak pulang dari itu dengan apapun.” (HR. Al-Bukhari).

Senin, 05/08/2019 10:08 0

India

Ribuan Orang Tinggalkan Kashmir Setelah Muncul Kabar Rencana Serangan Militan

Pihak keamanan India menyebut adanya informasi intelijen terkait rencana serangan saat musim ziarah umat Hindu

Sabtu, 03/08/2019 19:28 0

Arab Saudi

Arab Saudi Bebaskan Perempuan Urus Paspor dan Pergi ke Luar Negeri Tanpa Izin Wali

Sebelumnya Arab Saudi telah mencabut larangan mengemudi bagi perempuan

Sabtu, 03/08/2019 18:17 0

Afrika

Militer dan Oposisi Sudan Sepakat Bentuk Pemerintahan Transisi

Dewan Transisi Militer (TMC) yang berkuasa di Sudan dan koalisi oposisi utama telah mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintahan transisi.

Sabtu, 03/08/2019 14:29 0

Close