... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polisi Rusia Tangkap 800 Demonstran Anti-Pemerintah

KIBLAT.NET, Moskow – Polisi Rusia menangkap sebanyak 800 lebih pengunjuk rasa anti pemerintah di Moskow, termasuk aktivis terkemuka Leopov Sobol, pada Sabtu (04/08/2019). Pihak berwenang menuduh aksi demonstrasi itu ilegal.

Polisi menangkap Sobol, sekutu politisi oposisi Alexei Navalny yang dijebloskan ke penjara oleh rezim, dari taksi. Dengan cepat, ia dipindahkan ke Van. Penangkapan Sobol terjadi hanya beberapa menit sebelum aksi massa anti-Kremlin dimulai.

Tak lama setelah protes dimulai, seorang wartawan Reuters melihat ratusan orang berkumpul di pusat protes di Moskow tengah. Beberapa menit kemudian, sederetan polisi anti huru hara mulai mendorong massa menjauh dari daerah itu.

OVD-Info, lembaga pengawas independen, mengatakan polisi menangkap sedikitnya 828 orang dan memukuli beberapa dari mereka setelah mereka dilemparkan ke tanah. Wartawan Reuters melihat belasan orang ditangkap.

Polisi mengatakan mereka menahan 600 dari 1.500 pengunjuk rasa. Foto-foto yang diambil dari demonstrasi di beberapa bagian ibukota Moskow menunjukkan lebih banyak peserta daripada polisi. Aktivis oposisi kemudian memposting gambar di Internet dari laporan polisi yang menyatakan sekitar 10.000 orang ambil bagian dalam aksi hari tersebut.

Protes hari Sabtu itu lebih kecil dari protes serupa seminggu yang lalu, tetapi menunjukkan tekad sejumlah oposisi Kremlin, terutama kaum muda, untuk menjaga tekanan untuk membuka sistem politik Rusia.

Beberapa saat kemudian, polisi membebaskan banyak para demonstran, termasuk Sobol. Mereka didenda 300.000 rubel ($ 4,596) karena melanggar undang-undang penyelenggaraan demonstrasi.

BACA JUGA  Usai Serangan di Fasilitas Minyak, Putin Tawarkan Senjata ke Saudi

Aksi massa ini merupakan rangkaian aksi protes atas pelarangan sejumlah kandidat oposisi, beberapa sekutu Navalny, untuk mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif September di Moskow.

Meskipun pemungutan suara bersifat lokal, ini merupakan indikator dari apa yang akan terjadi dalam pemilihan parlemen nasional pada tahun 2021.

Di sisi lain, pihak berwenang mengatakan bahwa para kandidat oposisi itu gagal mendapatkan cukup tanda tangan yang valid untuk memastikan mereka bersaing dalam pemilihan lokal di Moskow. Sementara kandidat oposisi bersikeras klaim polisi itu tidak benar.

Kecaman Internasional

Pengamat mengatakan bahwa pengerahan polisi dalam menghadapi demonstrasi ini termasuk yang terbesar daripada aksi-kasi sebelumnya di Moskow. Pihak berwenang memotong layanan Internet di beberapa daerah dan polisi menutup daerah-daerah pusat Moskow untuk mencegah orang berkumpul.

Polisi menangkap lebih dari 1.300 orang dalam protes serupa pekan lalu dalam salah satu operasi keamanan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, yang memicu kecaman internasional yang luas.

Aktivis mengatakan konstitusi Rusia menjamin mereka hak untuk protes. Tetapi pihak berwenang mengatakan mereka perlu persetujuan terlebih dahulu untuk waktu dan lokasi protes, yang tidak ditempuh pada aksi Sabtu itu.

Aktivis oposisi melaporkan bahwa pihak berwenang telah berulang kali menolak untuk mengizinkan protes di Moskow pusat, yang membuat mereka mengatur demonstrasi.

Popularitas Putin di atas 60 persen, jauh lebih tinggi daripada banyak pemimpin dunia, tetapi kurang dari catatan kebenciannya yang biasa atas pendapatan rendah selama bertahun-tahun.

BACA JUGA  Usai Serangan di Fasilitas Minyak, Putin Tawarkan Senjata ke Saudi

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Baitul Wakaf Lakukan Edukasi Wakaf Bagi Kaum Muda

Baitul Wakaf menggelar Studium General Aksi Wakaf di Aula Pesantren Hidayatullah Depok, Ahad (04/08/2019)

Senin, 05/08/2019 11:18 0

Indonesia

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional Kembali Digelar, Ini Tujuannya

Ijtima Ulama IV akan dibuka Habib Rizieq Syihab melalui rekaman dari Mekkah

Senin, 05/08/2019 10:48 0

Indonesia

Tewaskan 20 Orang, Pelaku Penembakan Massal di Texas Tulis Manifesto Rasis

Sebelum beraksi pelaku diduga menulis pernyataan sikap atau manifesto yang berisi kebencian rasial

Senin, 05/08/2019 10:35 0

Artikel

7 Amal Shalih yang Dianjurkan pada 10 Awal Dzulhijjah

“Tiada hari-hari yang amal shalih padanya paling dicintai disisi Allah melainkan hari-hari ini.” Yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, tidakkah jihad di jalan Allah (paling dicintai Allah)?. Beliau menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar (dari rumahnya untuk berjihad) dengan jiwa dan hartanya, Lalu dia tidak pulang dari itu dengan apapun.” (HR. Al-Bukhari).

Senin, 05/08/2019 10:08 0

Indonesia

Kampung Siaga Bencana dan Tagana Dikerahkan Bantu Gempa Banten

Tagana melakukan evakuasi warga dari wilayah pesisir pantai menuju ke tempat yang lebih tinggi

Ahad, 04/08/2019 10:30 0

Indonesia

API Yogyakarta Adakan Safari Dakwah Bersama Imam Palestina

Jelang Idul Adha, Aman Palestin Indonesia (API) cabang wilayah Yogjakarta kembali mengadakan Safari Dakwah Imam Palestina.

Sabtu, 03/08/2019 19:54 0

Indonesia

Korban Gempa Pandeglang Meningkat, Lima Orang Meninggal Dunia

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan bahwa korban meninggal pasca gempa Banten beberapa waktu lalu menjadi lima orang.

Sabtu, 03/08/2019 18:20 0

Indonesia

Dua Warga Lebak Meninggal Akibat Gempa M 6,9 pada Jumat Malam

Lokasi pusat gempa berada 164 km barat daya Pandeglang, Banten

Sabtu, 03/08/2019 14:37 0

Indonesia

Banyak PR, Mardani Ali Sera Minta Jokowi Segera Bekerja

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera menyarankan kepada Presiden Jokowi untuk mulai bekerja cepat dari sekarang.

Jum'at, 02/08/2019 16:05 0

Indonesia

Komisi XI DPR RI: Pemindahan Ibu Kota Jangan Bebani APBN

Michael Jeno mendesak agar pemerintah tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Jum'at, 02/08/2019 14:54 0

Close