... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Keputusan Hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional IV

Foto: Pembacaan keputusan hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional IV di Sentul, Bogor, Senin (05-08-2019)

KIBLAT.NET, Bogor – Setelah melalui serangkaian proses musyawarah, Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional IV berakhir dengan menghasilkan sejumlah poin keputusan. Salah satu keputusan yang ditetapkan adalah menolak kekuasaan yang berdiri atas dasar kecurangan dan kezaliman serta mengambil jarak dengan kekuasaan
tersebut.

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional IV berlangsung selama sehari, Senin (05/08/2019) di Hotel Lorin, Sentul, Bogor. Menjelang Maghrib ijtima diakhiri dengan pembacaan keputusan yang dilakukan oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak.

“Menimbang, satu, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan perintah tentang betapa pentingnya penegakkan keadilan dan melawan kezhaliman,” kata Yusuf Martak, membaca bagian awal putusan.

Poin pertimbangan kedua adalah bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam telah memberikan peringatan kepada kita selaku umatnya untuk terus menerus memperjuangkan tegaknya keadilan dan melawan segala bentuk kezhaliman. Ketiga, bahwa dalam situasi akhir zaman saat ini, perjuangan menegakkan keadilan dan melawan kezhaliman tersebut perlu dilakukan secara terorganisir, sistematis dan terencana dengan baik dalam satu pergerakan yang bersifat kohesif dan solid.

Keputusan itu juga menyitir sejumlah ayat Al Quran, yaitu QS An Nisa ayat 58, QS An Nisa ayat 135, QS Al Maidah ayat 8, QS Al Maidah ayat 42, QS Hud ayat 113, QS Ibrahim ayat 42, QS An Nahl ayat 90, QS Asy Syu’ara ayat 227, QS Al Hujurat ayat 49, dan QS Ali Imran ayat 104. Dalam keputusan itu juga dicantumkan sejumlah hadits, juga memuat ijma yang menyebut “bahwa sesungguhnya semua Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah sepakat bahwa penerapan syariah dan penegakan khilafah serta amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban agama Islam”.

BACA JUGA  Panitia: Tagar Lengserkan Jokowi di BC Muslim United Bukan dari Kami

Berikut poin-poin keputusan yang ditetapkan dalam Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional IV di Sentul, Bogor:
1. Menolak Kekuasaan yang berdiri atas Dasar Kecurangan dan Kezaliman serta mengambil jarak dengan kekuasaan tersebut
2. Menolak segala Putusan Hukum yang tidak memenuhi Prinsip Keadilan
3. Mengajak seluruh Ulama dan Ummat untuk terus berjuang dan memperjuangkan:

3.1. Penegakan hukum terhadap Penodaan Agama apa pun oleh siapapun, sesuai amanat UU Anti Penodaan Agama yang tertuang dalam PNPS No. 1 Tahun 1965 jo. UU No. 5 Tahun 1969 jo. KUHP Pasal 156a
3.2. Mencegah bangkitnya ideologi Marxisme, leninisme, komunisme, Maoisme dalam bentuk apapun dan cara bagaimanapun, sesuai Amanat TAP MPRS No. XXV Tahun 1966, UU No. 27 Tahun 1999 Jo. KUHP Pasal 107a, 107b, 107c, 107d dan 107e
3.3. Menolak segala bentuk perwujudan tatanan ekonomi kapitalisme dan liberalisme di segala bidang termasuk penjualan Aset Negara kepada Asing maupun Aseng, dan memberikan kesempatan kepada semua PRIBUMI tanpa memandang suku maupun agama untuk menjadi Tuan di Negeri sendiri
3.4. Pembentukan Tim Investigasi dan Advokasi untuk mengusut tuntas TRAGEDI PEMILU 2019 yang terkait Kematian lebih dari 500 Petugas Pemilu tanpa Otopsi dan lebih dari 11 ribu Petugas Pemilu yang jatuh sakit, serta ratusan rakyat yang terluka, ditangkap dan disiksa, bahkan 10 orang dibunuh secara keji, yang 4 diantaranya adalah anak-anak
3.5. Menghentikan agenda Pembubaran Ormas Islam dan Stop Kriminalisasi Ulama maupun Persekusi Da’i, serta bebaskan semua Ulama dan Aktivis 212 besertasimpatisannya yang ditahan/dipenjara pasca Aksi 212 Tahun 2016 hingga kini dari segala tuntutan, serta memulangkan Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab ke Indonesia tanpa syarat apa pun
3.6. Mewujudkan NKRI BERSYARIAH yang berdasarkan PANCASILA sebagaimana termaktub dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945 dengan prinsip AYAT SUCI DI ATAS AYAT KONSTITUSI agar diimplementasikan dalam kehidupan Beragama, Berbangsa dan Bernegara

BACA JUGA  Din Syamsuddin Kritisi Soal Simplifikasi Kasus Penusukan WIranto

4. Perlunya Ijtima Ulama dilembagakan sebagai wadah musyawarah antar Habaib dan Ulama serta Tokoh Istiqomah untuk terus menjaga kemaslahatan Agama,
Bangsa dan Negara
5. Perlunya dibangun kerja sama dari Pusat hingga Daerah antar Ormas Islam dan Partai Politik yang selama ini Istiqomah berjuang bersama Habaib dan Ulama serta Umat Islam dalam membela Agama, Bangsa dan Negara
6. Menyerukan kepada segenap umat Islam untuk mengkonversi simpanan dalam bentuk logam mulia
7. Membangun sistem kaderisasi yang sistematis dan terencana sebagai upaya melahirkan generasi Islam yang tangguh dan berkualitas
8. Memberikan perhatian secara khusus terhadap issue dan masalah substansial tentang perempuan, anak dan keluarga melalui berbagai kebijakan dan regulasi yang tidak bertentangan dengan Agama dan Budaya

Reporter: Imam S.
Redaktur: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Pemuda Al Fath Tabanan Sambut Hari Kemerdekaan dengan Aksi Tebar Nasi Bungkus

Aksi ini memunculkan kepeduliaan kita bahwa masih banyak orang di sekeliling kita yang membutuhkan

Senin, 05/08/2019 23:04 1

Artikel

RAND CORPORATION: Dari Radikalisme ke Imperialisme AS

Ada berbagai aspek yang menarik melihat bertemunya perwakilan Taliban dengan Pemerintah Republik Indonesia. Salah satunya adalah wacana tentang radikalisme di Indonesia.

Senin, 05/08/2019 22:31 0

Fikih

Bolehkah Meniatkan Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal?

Catatan: Perbendaan pendapat ini pada kondisi orang yang mengurbankan sudah berkurban untuk dirinya sendiri.

Senin, 05/08/2019 17:29 0

Qatar

Negosiasi Kedelapan AS-Taliban Masuki Hari Kedua, Ini Harapan Washington

"Kami menginginkan republik, bukan emirat. Taliban ingin membentuk kembali sebuah emirat Islam yang serupa dengan yang didirikan pada 1996,” tulisnya lagi.

Senin, 05/08/2019 14:08 0

India

India Tutup Sekolah dan Larang Perkumpulan Massa di Kashmir

Pernyataan itu tidak mengatakan berapa lama pembatasan tersebut akan berlaku.

Senin, 05/08/2019 12:47 0

Rusia

Polisi Rusia Tangkap 800 Demonstran Anti-Pemerintah

Aksi massa ini merupakan rangkaian aksi protes atas pelarangan sejumlah kandidat oposisi, beberapa sekutu Navalny, untuk mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif September di Moskow.

Senin, 05/08/2019 11:21 0

Info Event

Baitul Wakaf Lakukan Edukasi Wakaf Bagi Kaum Muda

Baitul Wakaf menggelar Studium General Aksi Wakaf di Aula Pesantren Hidayatullah Depok, Ahad (04/08/2019)

Senin, 05/08/2019 11:18 0

Artikel

7 Amal Shalih yang Dianjurkan pada 10 Awal Dzulhijjah

“Tiada hari-hari yang amal shalih padanya paling dicintai disisi Allah melainkan hari-hari ini.” Yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, tidakkah jihad di jalan Allah (paling dicintai Allah)?. Beliau menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar (dari rumahnya untuk berjihad) dengan jiwa dan hartanya, Lalu dia tidak pulang dari itu dengan apapun.” (HR. Al-Bukhari).

Senin, 05/08/2019 10:08 0

India

Ribuan Orang Tinggalkan Kashmir Setelah Muncul Kabar Rencana Serangan Militan

Pihak keamanan India menyebut adanya informasi intelijen terkait rencana serangan saat musim ziarah umat Hindu

Sabtu, 03/08/2019 19:28 0

Arab Saudi

Arab Saudi Bebaskan Perempuan Urus Paspor dan Pergi ke Luar Negeri Tanpa Izin Wali

Sebelumnya Arab Saudi telah mencabut larangan mengemudi bagi perempuan

Sabtu, 03/08/2019 18:17 0

Close