... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

India Tutup Sekolah dan Larang Perkumpulan Massa di Kashmir

Foto: Wilayah Kashmir yang menjadi persengketaan antara Pakistan dan India

KIBLAT.NET, Jammu – Otoritas Kashmir India memberlakukan larangan perkumpulan massa di tempat umum dan menutup sekolah-sekolah di kota-kota besar di kawasan itu dan daerah-daerah sekitarnya pada Ahad (04/08/2019). Pemberlakukan ini menyusul ketegangan baru antara New Delhi dan Islamabad, yang berebut kendali atas wilayah yang dihuni warga muslim itu.

“Larangan total pada pertemuan dan perkumpulan massa di sekitar Srinagar dan sekitarnya dan penutupan sekolah dan universitas di Jammu sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata pernyataan pemerintah India seperti dilansir AFP.

Pernyataan itu tidak mengatakan berapa lama pembatasan tersebut akan berlaku.

Ketegangan meningkat di kedua sisi perbatasan di Kashmir sejak 10 hari lalu setelah New Delhi mengerahkan setidaknya 10 ribu pasukan ke wilayah itu. Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa India sejak itu mengirim 70 ribu pasukan tambahan, jumlah pengiriman pasukan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pihak berwenang India di Kashmir telah memberlakukan beberapa langkah keamanan, termasuk panggilan untuk menyimpan makanan dan bahan bakar, karena informasi tentang ancaman teroris. Langkah-langkah itu telah membuat penduduk resah dan mengantre di depan pompa bensin, toko makanan, dan ATM untuk mendapatkan uang. Sebagian besar stasiun dilaporkan kehabisan bahan bakar.

India dan Pakistan, tetangga yang memiliki senjata nuklir, mengendalikan Kashmir sejak pemisahan pada tahun 1947 dan telah berperang dua dari tiga perang di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Jadi Muallaf, Wanita India Mengaku Akan Dibunuh Orang Tuanya

Tentara India dan Pakistan bertukar tembakan mortir hampir setiap hari di garis gencatan senjata, yang secara efektif berfungsi sebagai perbatasan antara dua bagian Kashmir.

Telah terjadi pemberontakan separatis sejak 1989 di Kashmir India yang telah menewaskan lebih dari 70.000 orang, sebagian besar warga sipil. India menuduh tetangganya mendukung kelompok-kelompok bersenjata di utara Lembah Srinagar, yang selalu dibantah Pakistan.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

YLKI Desak PLN Beri Konsumen Ganti Rugi Akibat Pemadaman Listrik

Pemadaman listrik total yang berlangsung selama berjam-jam bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta dan bahkan Indonesia

Senin, 05/08/2019 12:06 0

Indonesia

Perwakilan 28 Provinsi Dipastikan Hadiri Ijtima Ulama IV

Diperkirakan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional IV akan diikuti oleh 1.000 peserta

Senin, 05/08/2019 11:46 0

Info Event

Baitul Wakaf Lakukan Edukasi Wakaf Bagi Kaum Muda

Baitul Wakaf menggelar Studium General Aksi Wakaf di Aula Pesantren Hidayatullah Depok, Ahad (04/08/2019)

Senin, 05/08/2019 11:18 0

Indonesia

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional Kembali Digelar, Ini Tujuannya

Ijtima Ulama IV akan dibuka Habib Rizieq Syihab melalui rekaman dari Mekkah

Senin, 05/08/2019 10:48 0

Indonesia

Tewaskan 20 Orang, Pelaku Penembakan Massal di Texas Tulis Manifesto Rasis

Sebelum beraksi pelaku diduga menulis pernyataan sikap atau manifesto yang berisi kebencian rasial

Senin, 05/08/2019 10:35 0

Artikel

7 Amal Shalih yang Dianjurkan pada 10 Awal Dzulhijjah

“Tiada hari-hari yang amal shalih padanya paling dicintai disisi Allah melainkan hari-hari ini.” Yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, tidakkah jihad di jalan Allah (paling dicintai Allah)?. Beliau menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar (dari rumahnya untuk berjihad) dengan jiwa dan hartanya, Lalu dia tidak pulang dari itu dengan apapun.” (HR. Al-Bukhari).

Senin, 05/08/2019 10:08 0

Indonesia

Kampung Siaga Bencana dan Tagana Dikerahkan Bantu Gempa Banten

Tagana melakukan evakuasi warga dari wilayah pesisir pantai menuju ke tempat yang lebih tinggi

Ahad, 04/08/2019 10:30 0

Indonesia

API Yogyakarta Adakan Safari Dakwah Bersama Imam Palestina

Jelang Idul Adha, Aman Palestin Indonesia (API) cabang wilayah Yogjakarta kembali mengadakan Safari Dakwah Imam Palestina.

Sabtu, 03/08/2019 19:54 0

Indonesia

Korban Gempa Pandeglang Meningkat, Lima Orang Meninggal Dunia

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan bahwa korban meninggal pasca gempa Banten beberapa waktu lalu menjadi lima orang.

Sabtu, 03/08/2019 18:20 0

Indonesia

Dua Warga Lebak Meninggal Akibat Gempa M 6,9 pada Jumat Malam

Lokasi pusat gempa berada 164 km barat daya Pandeglang, Banten

Sabtu, 03/08/2019 14:37 0

Close