... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Belanda Mulai Terapkan Larangan Cadar, Bagaimana Reaksi Muslim?

Foto: Wanita bercadar

KIBLAT.NET, Amsterdam – Belanda telah mulai menerapkan larangan pakaian yang menutupi wajah, seperti burqa atau niqab, di gedung-gedung publik dan di transportasi. Aturan ini menjadi kontroversial karena mempengaruhi kehidupan para muslimah.

Antara 100 dan 400 wanita diperkirakan mengenakan burqa atau niqab di negara Eropa yang berpenduduk 17 juta orang tersebut.

“Mulai sekarang, mengenakan pakaian yang menutupi wajah dilarang di fasilitas pendidikan, institusi publik dan bangunan, serta rumah sakit dan transportasi umum,” kata kementerian dalam negeri Belanda dalam sebuah pernyataan pada Kamis (01/08/2019).

Undang-undang yang disahkan pada Juni tahun lalu setelah melalui perdebatan yang cukup keras, berlaku untuk penutup wajah lainnya seperti helm wajah penuh atau balaclava.

Petugas keamanan sekarang diminta untuk memberi tahu orang-orang dengan pakaian yang menutupi wajah untuk menunjukkan wajah mereka. Jika mereka menolak, mereka dapat ditolak aksesnya ke gedung-gedung publik dan didenda 150 euro (Rp 2,3 juta).

Namun, tidak jelas seberapa keras hukum dapat dijalankan, di mana sektor transportasi umum mengatakan tidak akan menurunkan seorang wanita dengan burqa karena dapat menyebabkan penundaan. Rumah sakit juga mengatakan mereka akan tetap merawat orang terlepas dari apa yang mereka kenakan.

Kelompok Muslim dan hak asasi manusia telah menyuarakan penolakan terhadap undang-undang tersebut. Partai Nida, partai politik Islam di Rotterdam, menyatakan akan membayar denda bagi siapa pun yang tertangkap melanggar larangan itu dan telah membuka rekening donasi.

BACA JUGA  Ibrahimovic Dikecam Penggemar Usai Berbagi Postingan Islamis

Nourdin el-Ouali, pemimpin partai Nida, mengatakan pelarangan itu dapat mempengaruhi kebebasan beragama dan kebebasan bergerak.

“Mereka tidak akan diizinkan naik metro, bus, atau trem ketika hukum dipatuhi. Mereka tidak bisa pergi ke rumah sakit, mereka tidak bisa pergi ke halaman sekolah, mereka tidak bisa melapor ke kantor polisi,” katanya seperti dikutip situs web berita Hart van Nederland.

“Untuk 17 juta orang Belanda, pertanyaannya adalah – masalah apa yang sebenarnya kita selesaikan di sini?” kata El-Ouali, sembari mengungkapkan hanya beberapa ratus perempuan mengenakan niqab atau burqa di Belanda.

El-Ouali mengatakan dia takut orang dapat bertindak di luar hukum ketika mendapat seseorang mengenakan niqab atau burqa.

Pada hari Rabu, sebuah editorial di surat kabar konservatif Algemeen Dagblad memicu kemarahan setelah menerbitkan sebuah penjelasan tentang apa yang harus dilakukan jika seseorang terlihat mengenakan pakaian yang dilarang. Yaitu melakukan penangkapan dan membuat laporan.

Sementara itu politisi anti-Islam Geert Wilders, yang mengusulkan pelarangan cadar yang menutupi wajah pada 2005, menyambut baik pemberlakukan ini. Ia bahkan menyebutnya sebagai “hari bersejarah” dan menyerukan agar larangan itu diperluas dengan memasukkan jilbab Islam.

“Saya percaya kita sekarang harus mencoba untuk membawanya ke langkah berikutnya,” kata Wilders kepada kantor berita The Associated Press dalam sebuah wawancara telepon.

“Langkah selanjutnya untuk memastikan jilbab bisa dilarang di Belanda juga.”

BACA JUGA  Ibrahimovic Dikecam Penggemar Usai Berbagi Postingan Islamis

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kopi Indonesia Pernah Berjaya, Kini Dikalahkan Vietnam

Tak hanya soal kopi, komoditas lada Indonesia juga kalah dari Vietnam

Kamis, 01/08/2019 17:56 1

Indonesia

Soal Perpanjangan Izin, Kemendagri Sebut Ada 5 Syarat yang Belum Dipenuhi FPI

Soedarmo mengatakan bahwa Front Pembela Islam (FPI) belum memenuhi lima syarat untuk perpanjangan Ormas.

Kamis, 01/08/2019 15:05 0

Indonesia

Tanpa Oposisi, Penguasa Akan Mengesampingkan Rakyat

kekuatan oposisi yang digerakkan partai politik mutlak diperlukan untuk mengawasi jalannya pemerintahan kedepan

Kamis, 01/08/2019 13:35 0

Indonesia

Fahira Idris: Ekonomi Sulit, Pemindahan Ibu Kota Bukan Prioritas

Anggota DPD RI, Fahira Idris menyayangkan sikap Presiden Jokowi yang ingin memindah ibu kota ke Kalimantan.

Kamis, 01/08/2019 13:22 0

Indonesia

Koopssus TNI Diresmikan, KontraS Khawatir Pelanggaran HAM Dalam Penanganan Terorisme

penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran HAM dalam penanganan terorisme bisa saja terjadi

Kamis, 01/08/2019 13:03 0

Indonesia

KontraS Nilai Belum Ada Alasan Kuat Pembentukan Koopssus TNI untuk Tangani Terorisme

Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasa (KontraS) mengkritisi pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI.

Kamis, 01/08/2019 12:53 0

Indonesia

Waspadai Penggunaan Ponsel Pintar untuk Cegah Kejahatan Seksual pada Anak

Ketika anak masih usia 0-18 tahun, ponsel pintar sebaiknya dipinjamkan bukan dihadiahkan

Rabu, 31/07/2019 19:05 0

Indonesia

Pasca Bertemu Taliban, MUI Setuju Amerika Hengkang dari Afghanistan

Delegasi Taliban berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Rabu, 31/07/2019 15:16 0

Indonesia

Kehadirannya Ditolak FPB, Felix Siauw: Penolakan Dalam Da’wah Biasa

Ustadz Felix menegaskan bahwa dalam dakwah biasa ada penolakan.

Rabu, 31/07/2019 15:07 0

Indonesia

Forum Pasundan Bergerak Tolak Kehadiran Felix Siauw di Bandung

Forum Pasundan Bergerak menolak kehadiran Ustadz Felix Siauw dalam acara 'Muslimah Day (the amazing ukhuwah)

Rabu, 31/07/2019 14:07 0

Close