Koopssus TNI Diresmikan, KontraS Khawatir Pelanggaran HAM Dalam Penanganan Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator KontraS, Yati Andriyani mengatakan bahwa saat ini belum jelas sejauh mana kewenangan yang nantinya akan dimiliki oleh Koopssus TNI, serta bagaimana hubungan antara Koopssus TNI dengan Densus 88 Polri dalam menangani terorisme.

Menurutnya, hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah Koopssus TNI nantinya akan bekerja secara otonom tanpa berada di bawah komando Polri sebagai aparat keamanan negara atau tidak.

“Ketidakjelasan ini dapat menimbulkan tumpang tindih kewenangan, pengulangan tindakan, hingga kompetisi antar institusi atau kesatuan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Kamis (01/08/2019).

Ia menekankan bahwa pelaksanaan UU Tindak Pidana Terorisme harus tunduk pada sistem peradilan pidana (criminal justice system). Dalam hal ini, kata dia, TNI bukanlah penegak hukum yang punya kewenangan menyelidiki dan menyidik dugaan tindak pidana terorisme.

“Oleh karenanya, kewenangan Koopssus TNI yang luas tanpa batasan yang jelas dalam penanganan terorisme rentan merusak sistem peradilan pidana,” paparnya.

Menurutnya, mekanisme akuntabilitas TNI masih menjadi pekerjaan rumah sampai hari ini. Agenda revisi undang–undang peradilan militer mengalami kemandekan dan pengadilan militer masih menjadi celah terjadinya impunitas.

“Dalam hal keterlibatan TNI, Koopssus TNI dalam penanganan terorisme tidak disertai dengan mekanisme akuntabilitas dan pengawasan yang memadai dan efektif sehingga potensi terjadinya impunitas (ketiadaan penghukuman) terhadap anggota TNI yang melakukan pelanggaran, penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran HAM dalam penanganan terorisme bisa saja terjadi,” paparnya.

BACA JUGA  Ketua Fraksi PKS Berharap TNI Tidak Terjebak Politik Praktis

Oleh karenanya, lanjut Yati, kami mendesak DPR RI dan Presiden RI selaku institusi yang memiliki kewenangan politik untuk mengawasi dan mengendalikan TNI.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat