... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Turki Akan Kirim Tim Pengawas ke Xinjiang, China

Foto: Muslim Uighur menderita di bawah penindasan pemerintah Cina.

KIBLAT.NET, Ankara – Pemerintah Turki akan mengirim tim pemantau ke Xinjiang, China. Langkah ini di bawah koordinasi dengan pemerintah Beijing.

“Turki akan mengirim tim pengawas ke wilayah Xinjiang China setelah membahas kondisi etnis Ugihur dengan mitranya dari Tiongkok,” lansir Reuters dari pernyataan Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu, pada Selasa (30/07/2019).

Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan kepada para wartawan di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri ke-52 KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Bangkok, Thailand.

Tim itu, jelas Cavusoglu, disiapkan setelah Presiden Cina Xi Jinping meminta koleganya Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk mengirim delegasi Turki ke wilayah itu untuk melihat situasi di Turkestan Timur.

“Pada 24 Juli, kami menerima undangan resmi dari duta besar Tiongkok untuk Ankara untuk mengirim delegasi Turki ke wilayah tersebut. Hari ini, saya berbicara dengan rekan-rekan China saya mengenai masalah ini. Kami akan mengirimkan delegasi berisi 10 anggota ke wilayah tersebut,” kata Cavusoglu.

Ia mengatakan satu-satunya tuntutan negaranya adalah kedamian dan kemakmuran warga etnis muslim Uighur di bawah payung “Kesatuan China”.

Perlu diketahui, Turki merupakan satu-satunya negara muslim yang berulang kali menyatakan keprihatinannya atas situasi di Xinjiang, termasuk komentarnya kepada Dewan Hak Asasi Manusia pada Februari yang membuat China marah.

Sumber: Reuters, Turkpress
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Anies Baswedan Imbau Distribusikan Daging Kurban Pakai Besek Bambu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyarankan agar penggunaan kresek hitam dihindari

Selasa, 30/07/2019 20:04 0

Suara Pembaca

One Care Suplai Air Bersih untuk Pengungsi Petobo

Warga korban bencana dan likuefaksi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu Sulawesi Tengah sangat membutuhkan air bersih di lokasi pengungsian.

Selasa, 30/07/2019 15:11 0

Opini

Krisis Adab Guru dan Murid

Adab merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan seorang guru dan murid, adab tidak bisa terlepas dalam aktivitas sehari-hari.

Senin, 29/07/2019 20:18 0

Indonesia

Pakar Pidana: Polisi Harus Tangkap Pengancam Anies Baswedan

Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar, Suparji Ahmad menegaskan bahwa Polisi harus segera menangkap pelaku.

Senin, 29/07/2019 17:40 0

Info Event

Menghafal Al Quran Sekaligus Belajar Makhraj dan Tajwid dengan Metode Kauny

"Metode Kauny tidak hanya membuat orang mudah menghafal Alquran, namun mereka juga bisa belajar makhraj, tajwid dan sekaligus maknanya"

Senin, 29/07/2019 17:37 0

Editorial

Editorial: Selamat Datang Taliban!

Bagi masyarakat Indonesia, merangkul Taliban juga akan mendatangkan keuntungan tersendiri. Pertama, stigma buruk masyarakat Indonesia terhadap Afghanistan dan Taliban secara perlahan akan terkikis. Barangkali, setelah utusan Taliban datang, publik Indonesia akan simpati dan tidak lagi alergi melihat julukan Novel Baswedan sebagai ‘Polisi Taliban’ di KPK.

Senin, 29/07/2019 17:27 2

Indonesia

Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Zulhijjah 1440H pada 1 Agustus

Kementerian agama melakukan pengamatan hilal di 90 titik lokasi

Senin, 29/07/2019 16:21 0

Indonesia

14 Komunitas Berkolaborasi Gelar Solo Hijrah Day

Yuk Ngaji Solo raya bersama tiga belas komunitas lainnya menggelar acara bertajuk 'Solo Hijrah Day'

Senin, 29/07/2019 14:54 0

Indonesia

Program Qurban Kemanusiaan Jelajahi Negeri Laznas AQL Fokus ke Wilayah Bencana

"Laznas AQL tak hanya mendistribusikan hewan kurban, tapi juga membawa semangat nilai dakwah"

Senin, 29/07/2019 13:07 0

Indonesia

Kemenristekdikti Minta Data Warga Kampus, Muhammadiyah: Bisa Memasung Kritisisme

Ketua Muhammadiyah, Anwar Abbas mengkritisi sikap Kemenristekdikti yang akan mendata nomor telepon dan medsos warga kampus.

Senin, 29/07/2019 11:58 0

Close