... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pasca Bertemu Taliban, MUI Setuju Amerika Hengkang dari Afghanistan

Foto: Delegasi Taliban saat bertemu MUI beberapa hari lalu

KIBLAT.NET, Jakarta – Delegasi Taliban berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar.

Kehadiran perwakilan Taliban disambut oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi dan beberapa petinggi MUI lain, di antaranya Prof. Yunahar Ilyas dan Zainut Tuhid Saadi.

“MUI sangat menyambut baik rencana Amerika untuk hengkang dari Afghanistan dalam waktu dekat ini. Taliban saat ini sudah kuasai 70% dari wilayah Afghan, sisa 30% itu non Taliban,” kata Muhyiddin di gedung MUI pada Selasa (30/07/2019)

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Muhyiddin, MUI memberikan beberapa usulan agar tidak terjadi lagi peperangan di Afghanistan. Diantaranya, membentuk komite rekonsiliasi demi perdamaian dan kebaikan.

“Kami juga sarankan adanya pembentukan MUI Afghanistan, seperti di Indonesia, dimana terdiri anggota pimpinan ormas dan lembaga keislaman di seluruh Afghanistan,” imbuhnya.

Muhyiddin berharap, Afghanistan menjadi lebih stabil, maju dan tidak bergejolak kembali. Ia mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut pihak Taliban juga akan memprioritaskan kerjasama dengan Indonesia usai merdeka nanti.

“Mereka bilang kami sudah lelah perang, kami tidak akan perang dengan saudara saudara kami. Kami dulu siswa mahasiswa tinggalkan kuliah sekolah sampai umur sekarang kami masih berjuang,” tutur Muhyiddin.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Prancis

Interpol Tolak Permintaan India Tangkap Zakir Naik

Putusan itu diketuk oleh Komisi Interpol selama pertemuan ke-109 Sekretariat Kepolisian Internasional.

Rabu, 31/07/2019 10:58 0

Palestina

Setelah Balita, Penjajah Israel Interogasi Bocah Palestina Enam tahun

Surat itu meminta bocah enam tahun itu hadir ke markas penyelidikan polisi di Al-Quds pada Rabu pagi pukul delapan.

Rabu, 31/07/2019 10:28 0

Turki

Turki Akan Kirim Tim Pengawas ke Xinjiang, China

Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan kepada para wartawan di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri ke-52 KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Bangkok, Thailand.

Rabu, 31/07/2019 09:11 0

Suriah

Indonesia dan 9 Anggota DK PBB Minta Penyerangan Fasilitas Medis di Suriah Diselidiki

Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Jerman, Belgia, Peru, Polandia, Kuwait, Republik Dominika, dan Indonesia

Rabu, 31/07/2019 07:29 0

Myanmar

Aneh, Myanmar Akan Beri Rohingya Status Warga Negara Asing Jika Kembali

Sampai tahun 1982 etnis muslim Rohingya berstatus warga negara Myanmar

Selasa, 30/07/2019 19:43 0

Suara Pembaca

One Care Suplai Air Bersih untuk Pengungsi Petobo

Warga korban bencana dan likuefaksi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu Sulawesi Tengah sangat membutuhkan air bersih di lokasi pengungsian.

Selasa, 30/07/2019 15:11 0

Malaysia

Sultan Abdullah Resmi Diangkat Jadi Raja Baru Malaysia

Dia menekankan bahwa persatuan dan kerukunan adalah pilar dan kekuatan bangsa. "Bermain dengan api akan membakar tidak hanya diri sendiri tetapi juga seluruh desa," katanya.

Selasa, 30/07/2019 14:27 0

China

Pejabat Cina Klaim Bebaskan 90 Persen Tahanan Kamp Konsentrasi Xinjiang

Alken Tuniaz, wakil ketua pemerintah wilayah Xinjiang, mengatakan 90 persen orang yang ditahan dalam "pusat pelatihan kejuruan" telah dikembalikan ke masyarakat.

Selasa, 30/07/2019 13:49 0

Afghanistan

PBB: Mayoritas Warga Sipil Tewas oleh Militer Afghan dan NATO

Sebagian besar korban sipil jatuh selama operasi militer oleh Afghanistan dan NATO, seperti serangan udara dan serangan malam hari di tempat persembunyian gerilyawan.

Selasa, 30/07/2019 13:25 0

Suriah

Sejak Perjanjian Astana Diteken, 600 Sipil Tewas

Di hari yang sama, rezim Assad dilaporkan merebut kota Tal Malh di pedesaan Hama setelah terlibat pertempuran sengit dengan oposisi.

Selasa, 30/07/2019 09:23 0

Close