... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Indonesia dan 9 Anggota DK PBB Minta Penyerangan Fasilitas Medis di Suriah Diselidiki

Foto: Warga di pedesaan Idlib menyelamatkan diri dari serangan udara [foto: AFP]

KIBLAT.NET, New York – Sebanyak dua pertiga anggota Dewan Keamanan (DK) PBB, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, pada Selasa (30/07/2019) meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyelidiki serangan terhadap fasilitas medis yang didukung PBB di barat laut Suriah.

Militer rezim Suriah yang didukung Rusia meluncurkan kampanye menargetkan wilayah terakhir oposisi Suriah sejak tiga bulan lalu. PBB menyebut, sedikitnya 450 warga sipil tewas dan 440.000 lebih mengungsi akibat kampanye tersebut.

DK PBB menghadapi kebuntuan atas Suriah karena Rusia dan China melindungi pemerintah Presiden Bashar Al-Assad dari tindakan apa pun selama perang delapan tahun.

Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Jerman, Belgia, Peru, Polandia, Kuwait, Republik Dominika, dan Indonesia telah menyerahkan permohonan diplomatik resmi kepada Guterres untuk penyelidikan serangan terhadap fasilitas yang didukung PBB.

“Setidaknya 14 fasilitas yang didukung PBB rusak atau hancur di Suriah barat laut sejak akhir April,” kata 10 negara anggota DK PBB itu kepada Guterres dalam petisi yang disepakati, yang dilihat oleh Reuters.

“Karena itu kami dengan hormat meminta Anda untuk mempertimbangkan membuka penyelidikan internal PBB atas serangan yang merusak atau menghancurkan fasilitas yang didukung PBB di Suriah barat laut dan untuk segera melaporkannya,” lanjut petisi tersebut.

Petisi itu menambahkan bahwa mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada 2016 menggunakan kekuatannya untuk menyelidiki serangan terhadap konvoi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Arab Suriah di Aleppo.

BACA JUGA  Pemerintahan Sementara Suriah Siap Dukung Kampanye Militer Turki

Juru bicara Guterres, Farhan Haq, membenarkan bahwa perwakilan 10 anggota DK PBB bertemu dengan atasannya itu. “Kami akan mempertimbangkan permintaan mereka,” kata Haq.

Meskipun PBB memberi tahu kepada semua pihak yang berkonflik mengenai lokasi fasilitas kemanusiaan yang didukungnya, namun kepala staf Dewan Keamanan PBB Mark Lokoc melaporkan bahwa puluhan fasilitas medis dukungan PBB diserang sejak April.

“Apakah Anda menggunakan informasi itu untuk tujuan yang dimaksudkan, yaitu untuk melindungi instalasi … atau digunakan untuk menargetkan fasilitas,” kata Lockock kepada wartawan pada Selasa setelah memberi pengarahan kepada DK PBB untuk ketujuh kalinya sejak pemerintah Suriah melancarkan serangan.

Sepuluh anggota DK PBB meminta Guterich untuk menyelidiki mengapa apa yang disebut mekanisme tanpa pertempuran gagal mencegah serangan.

Rusia dan Suriah mengatakan pasukan mereka tidak menargetkan warga sipil atau infrastruktur sipil dan telah mempertanyakan sumber-sumber yang digunakan oleh PBB untuk memverifikasi serangan terhadap pusat-pusat kesehatan.

Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar al-Jaafari, mengatakan dalam surat 16 Juli kepada Guterich dan Dewan Keamanan bahwa sekitar 119 rumah sakit dan pusat perawatan kesehatan tidak berfungsi karena dikendalikan oleh kelompok “teroris”. Lokasi-lokasi itu sudah tidak dapat dikatakan fasilitas medis lagi yang harus dilindungi. Rezim Assad menuduh lokasi medis itu dijadikan tempat persembunyian kelompok “teroris”.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Anies Baswedan Imbau Distribusikan Daging Kurban Pakai Besek Bambu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyarankan agar penggunaan kresek hitam dihindari

Selasa, 30/07/2019 20:04 0

Suara Pembaca

One Care Suplai Air Bersih untuk Pengungsi Petobo

Warga korban bencana dan likuefaksi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu Sulawesi Tengah sangat membutuhkan air bersih di lokasi pengungsian.

Selasa, 30/07/2019 15:11 0

Opini

Krisis Adab Guru dan Murid

Adab merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan seorang guru dan murid, adab tidak bisa terlepas dalam aktivitas sehari-hari.

Senin, 29/07/2019 20:18 0

Indonesia

Pakar Pidana: Polisi Harus Tangkap Pengancam Anies Baswedan

Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar, Suparji Ahmad menegaskan bahwa Polisi harus segera menangkap pelaku.

Senin, 29/07/2019 17:40 0

Info Event

Menghafal Al Quran Sekaligus Belajar Makhraj dan Tajwid dengan Metode Kauny

"Metode Kauny tidak hanya membuat orang mudah menghafal Alquran, namun mereka juga bisa belajar makhraj, tajwid dan sekaligus maknanya"

Senin, 29/07/2019 17:37 0

Editorial

Editorial: Selamat Datang Taliban!

Bagi masyarakat Indonesia, merangkul Taliban juga akan mendatangkan keuntungan tersendiri. Pertama, stigma buruk masyarakat Indonesia terhadap Afghanistan dan Taliban secara perlahan akan terkikis. Barangkali, setelah utusan Taliban datang, publik Indonesia akan simpati dan tidak lagi alergi melihat julukan Novel Baswedan sebagai ‘Polisi Taliban’ di KPK.

Senin, 29/07/2019 17:27 2

Indonesia

Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Zulhijjah 1440H pada 1 Agustus

Kementerian agama melakukan pengamatan hilal di 90 titik lokasi

Senin, 29/07/2019 16:21 0

Indonesia

14 Komunitas Berkolaborasi Gelar Solo Hijrah Day

Yuk Ngaji Solo raya bersama tiga belas komunitas lainnya menggelar acara bertajuk 'Solo Hijrah Day'

Senin, 29/07/2019 14:54 0

Indonesia

Program Qurban Kemanusiaan Jelajahi Negeri Laznas AQL Fokus ke Wilayah Bencana

"Laznas AQL tak hanya mendistribusikan hewan kurban, tapi juga membawa semangat nilai dakwah"

Senin, 29/07/2019 13:07 0

Indonesia

Kemenristekdikti Minta Data Warga Kampus, Muhammadiyah: Bisa Memasung Kritisisme

Ketua Muhammadiyah, Anwar Abbas mengkritisi sikap Kemenristekdikti yang akan mendata nomor telepon dan medsos warga kampus.

Senin, 29/07/2019 11:58 0

Close