... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muhammadiyah: Kemenristekdikti Harus Jelaskan Apa Itu Radikalisme

Foto: Sekjen MUI Anwar Abbas (foto: Taufiq/Kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mendata nomor telepon dan media sosial (medsos) warga kampus. Mulai dosen, pegawai, hingga mahasiswa pada awal tahun kalender akademik 2019/2020, yang akan digunakan untuk mendeteksi keterkaitan dengan radikalisme dan intoleransi.

Menanggapi hal ini, Ketua Muhammadiyah, Anwar Abbas mengatakan bahwa sikap menteri ini ada benarnya. Namun, ia menilai pernyataan menteri ini oleh sebagian pihak dirasakan terlalu berlebihan dan bisa membuat kehidupan warga kampus diliputi oleh ketakutan yang tidak jelas.

“Itu tentu saja akan bisa mengganggu kemerdekaan dan kebebasan berbicara yang harus menjadi ciri dan watak dari insan-insan akademis dari kampus yang kegiatannya sehari-hari adalah mencari dan menegakkan kebenaran,” katanya kepada Kiblat.net melalui siaran persnya pada Ahad (28/07/2019).

Untuk itu, Anwar menegaskan bahwa pihak Kemenristekdikti harus bisa memperjelas organisasi mana saja yang tidak boleh dihubungi oleh para dosen, mahasiswa dan karyawan. Tentu alasannya harus terbuka untuk kita diskusikan bersama terlebih dahulu.

“Kemenristekdikti juga harus bisa menjelaskan apa yang dimaksud dengan radikalisme dan intoleransi tersebut secara terang dan terukur. Jangan sampai kata-kata radikalisme dan intoleransi itu menjadi pasal karet yang bisa ditarik kemana-mana oleh para petinggi dan para pihak di negeri ini,” ujarnya.

“Sehingga siapa saja yang tidak dia sukai dan berbeda pendapat dan pandangan dengannya bisa dia jerat dengan tafsiran-tafsirannya sendiri,” sambungnya.

BACA JUGA  Uki Eks NOAH: Muslim Indonesia Mayoritas Tapi Rasa Minoritas

Oleh karena itu, lanjutnya, masalah ini harus bisa didukkan dengan baik karena hal ini jelas akan bisa berdampak buruk. Serta bisa menjadi bahaya dan malapetaka bagi kehidupan bangsa.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

Dibujuk Pulang, Rohingya: Kami Tak Akan Kembali Sebelum Diakui

“Kami menginginkan kewarganegaraan, kami menginginkan semua hak kami. Kami tidak mempercayai mereka. Kami akan kembali hanya jika ada perlindungan internasional,” ujarnya.

Senin, 29/07/2019 07:45 0

Asia

Bahas Repatriasi, Delegasi Myanmar Temui Pengungsi Rohingya di Bangladesh

kelompok hak asasi manusia menyatakan kondisi di Myanmar belum kondusif bagi muslim Rohingya mereka untuk kembali

Ahad, 28/07/2019 16:22 0

Afrika

Nigeria Tetapkan Kelompok Syiah IMN Sebagai Organisasi Teroris

Pengadilan federal telah mengeluarkan putusan yang mengizinkan pemerintah untuk melarang Gerakan Islam Nigeria (IMN)

Ahad, 28/07/2019 15:17 0

Arab Saudi

60 Persen Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah

Diperkirakan kloter terakhir akan memasuki Makkah pada 6 Agustus mendatang

Sabtu, 27/07/2019 16:47 0

Afghanistan

Wakil Pimpinan Taliban Kunjungi Indonesia

Wakil pimpinan Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar memimpin tim ke Indonesia yang beranggotakan delapan orang

Sabtu, 27/07/2019 14:08 0

Feature

Jawaban Cerdas Muslimah saat Ditanya, “Cuaca Panas, Apa Gak Gerah Pakai Jilbab?”

Ya, saya merasa sangat panas mengenakan jilbab di hari yang panas di bawah teriknya sinar matahari.

Sabtu, 27/07/2019 11:50 0

Arab Saudi

Antisipasi Ebola saat Musim Haji, Arab Saudi Larang Masuk Wisatawan Asal Kongo

Keputusan yang diumumkan pada Rabu (24/07/2019) oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, didasarkan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia yang menyatakan wabah Ebola sebagai darurat internasional.

Sabtu, 27/07/2019 11:06 0

Eropa

Gelombang Panas Eropa Mengancam Lapisan Es Greenland

Kondisi ini mengkhawatirkan karena dapat membuat lapisan es Greenland mendekati atau di bawah rekor terendah yang terlihat pada 2012

Sabtu, 27/07/2019 10:30 0

Palestina

Sniper Israel Dilatih Menembak Pergelangan Kaki Orang Palestina, Apa Tujuannya?

Lebih dari setahun setelah protes di perbatasan Gaza dimulai, militer Israel telah memutuskan untuk melatih penembak jitu untuk "menembak di pergelangan kaki" orang-orang Palestina.

Sabtu, 27/07/2019 10:08 0

Suriah

PBB: 400 Ribu Mengungsi Dalam Tiga Bulan Eskalasi Militer Suriah

"Kamp-kamp pengungsian penuh sesak dan banyak yang terpaksa tinggal tanpa tenda," kata pernyataan itu seraya menjelaskan jumlah yang tinggal tanpa tenda sekitar dua pertiga dari pengungsi baru itu.

Sabtu, 27/07/2019 08:28 0

Close