... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kemenristekdikti Minta Data Warga Kampus, Muhammadiyah: Bisa Memasung Kritisisme

Foto: Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas. (Republika).

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Muhammadiyah, Anwar Abbas mengkritisi sikap Kemenristekdikti yang akan mendata nomor telepon dan medsos warga kampus. Menurutnya, sikap seperti ini bisa menghilangkan nalar kritis dari akademisi.

“Bila hal ini salah dalam menerapkannya akan bisa memasung kreatifitas dan kritisisme dari para dosen dan mahasiswa. Padahal kreatifitas dan kritisisme itu sangat diperlukan dalam sebuah kehidupan bersama,” katanya kepada Kiblat.net pada Ahad (28/07/2019).

Anwar menegaskan bahwa dalam kehidupan bernegara, kreatifitas dan kritisisme itulah kita akan bisa mendinamisir dan memajukan bangsa ini. Apalagi, kata dia, dalam era globalisasi dan digital yang sangat kompetitif ini hal demikian jelas sangat kita perlukan.

“Agar negeri dan bangsa ini bisa bersaing dengan bangsa2 lain di dunia. Tapi kalau dosen dan mahasiswa sudah merasa kreatifitas dan kritisisme serta kebebasan mereka dipasung maka tunggulah negeri ini akan hancur. Maukah kita hal itu terjadi? Tentu tidak,” tuturnya.

Untuk itu, ia berpendapat jangan sampai terjadi peraturan yang kita buat merenggut kebebasan akademik dari para dosen dan mahasiswa kita. Jelaskanlah peraturan ini dengan terukur sehingga kita bisa menindak para dosen dan mahasiswa yang telah menyalahinya .

“Dan di samping itu kita juga akan bisa menindak para pejabat dan para pihak yang telah menyalahtafsirkan dan menyalahgunakannya,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Arab Saudi Tunda Pengadilan Salman al-Audah hingga Desembar

Putra al-Audah mengungkapkan, ayahnya dapat dituntut hukuman mati atas tuduhan terkait terorisme.

Senin, 29/07/2019 11:24 0

Myanmar

Dibujuk Pulang, Rohingya: Kami Tak Akan Kembali Sebelum Diakui

“Kami menginginkan kewarganegaraan, kami menginginkan semua hak kami. Kami tidak mempercayai mereka. Kami akan kembali hanya jika ada perlindungan internasional,” ujarnya.

Senin, 29/07/2019 07:45 0

Asia

Bahas Repatriasi, Delegasi Myanmar Temui Pengungsi Rohingya di Bangladesh

kelompok hak asasi manusia menyatakan kondisi di Myanmar belum kondusif bagi muslim Rohingya mereka untuk kembali

Ahad, 28/07/2019 16:22 0

Afrika

Nigeria Tetapkan Kelompok Syiah IMN Sebagai Organisasi Teroris

Pengadilan federal telah mengeluarkan putusan yang mengizinkan pemerintah untuk melarang Gerakan Islam Nigeria (IMN)

Ahad, 28/07/2019 15:17 0

Arab Saudi

60 Persen Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah

Diperkirakan kloter terakhir akan memasuki Makkah pada 6 Agustus mendatang

Sabtu, 27/07/2019 16:47 0

Afghanistan

Wakil Pimpinan Taliban Kunjungi Indonesia

Wakil pimpinan Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar memimpin tim ke Indonesia yang beranggotakan delapan orang

Sabtu, 27/07/2019 14:08 0

Feature

Jawaban Cerdas Muslimah saat Ditanya, “Cuaca Panas, Apa Gak Gerah Pakai Jilbab?”

Ya, saya merasa sangat panas mengenakan jilbab di hari yang panas di bawah teriknya sinar matahari.

Sabtu, 27/07/2019 11:50 0

Arab Saudi

Antisipasi Ebola saat Musim Haji, Arab Saudi Larang Masuk Wisatawan Asal Kongo

Keputusan yang diumumkan pada Rabu (24/07/2019) oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, didasarkan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia yang menyatakan wabah Ebola sebagai darurat internasional.

Sabtu, 27/07/2019 11:06 0

Eropa

Gelombang Panas Eropa Mengancam Lapisan Es Greenland

Kondisi ini mengkhawatirkan karena dapat membuat lapisan es Greenland mendekati atau di bawah rekor terendah yang terlihat pada 2012

Sabtu, 27/07/2019 10:30 0

Palestina

Sniper Israel Dilatih Menembak Pergelangan Kaki Orang Palestina, Apa Tujuannya?

Lebih dari setahun setelah protes di perbatasan Gaza dimulai, militer Israel telah memutuskan untuk melatih penembak jitu untuk "menembak di pergelangan kaki" orang-orang Palestina.

Sabtu, 27/07/2019 10:08 0

Close