... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Deteksi Radikalisme, Kemenristekdikti Mendata Nomor Telepon dan Medsos Warga Kampus

Foto: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mendata nomor telepon dan media sosial (medsos) warga kampus mulai dosen, pegawai, hingga mahasiswa pada awal tahun kalender akademik 2019/2020, yang akan digunakan untuk mendeteksi keterkaitan dengan radikalisme dan intoleransi.

Dalam konferensi pers penerimaan mahasiswa baru, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyatakan pihaknya tidak akan memantau media sosial satu per satu setiap hari. Pendataan dilakukan dengan alasan apabila nantinya terjadi masalah bisa dilacak melalui media sosial atau nomor teleponnya.

Menurut Nasir, pihaknya tidak akan melakukan pelacakan apabila di kampus tidak terjadi masalah apapun terkait radikalisme atau intoleransi. Jika masalah terkait radikalisme atau intoleransi di kampus terjadi, maka akan dilakukan pelacakan menggunakan data medsos dan nomor telepon tadi.

“Itu baru kita lacak. Oh, ternyata mereka punya jaringan ke organisasi ini,” kata Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jumat (26/07/2019), seperti dilansir Republika.

Menristekdikti menekankan hal yang diawasi hanyalah terkait radikalisme dan intoleransi. Terkait aktivitas mahasiswa dalam mengekespresikan diri di media sosial, tidak akan diatur lebih jauh oleh pihaknya.

“Yang kami atur adalah jangan sampai dia menyebarkan radikalisme dalam kampus, intoleransi yang dikembangkan itu enggak boleh. Kalau terjadi hate speech begitu, itu bukan urusan saya,” kata dia.

Kemenristekdikti akan bekerjasama dengan BNPT dan juga BIN terkait menjaga kampus dari radikalisme dan intoleransi. Apabila nantinya ada mahasiswa yang terdeteksi melakukan radikalisme atau intoleransi maka akan diberi edukasi.

BACA JUGA  HNW: Kita Perlu UU Perlindungan Tokoh Agama

“Itu kalau terdeteksi radikalisme atau intoleransi akan dipanggil rektor lalu diedukasi. Tidak serta merta dikeluarkan. Diedukasi bahwa kamu enggak boleh ini, NKRI Pancasila sebagai ideologi negara,” ungkap Nasir.

Sumber: Republika.co.id
Redaktur: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

60 Persen Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah

Diperkirakan kloter terakhir akan memasuki Makkah pada 6 Agustus mendatang

Sabtu, 27/07/2019 16:47 0

Afghanistan

Wakil Pimpinan Taliban Kunjungi Indonesia

Wakil pimpinan Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar memimpin tim ke Indonesia yang beranggotakan delapan orang

Sabtu, 27/07/2019 14:08 0

Feature

Jawaban Cerdas Muslimah saat Ditanya, “Cuaca Panas, Apa Gak Gerah Pakai Jilbab?”

Ya, saya merasa sangat panas mengenakan jilbab di hari yang panas di bawah teriknya sinar matahari.

Sabtu, 27/07/2019 11:50 0

Arab Saudi

Antisipasi Ebola saat Musim Haji, Arab Saudi Larang Masuk Wisatawan Asal Kongo

Keputusan yang diumumkan pada Rabu (24/07/2019) oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, didasarkan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia yang menyatakan wabah Ebola sebagai darurat internasional.

Sabtu, 27/07/2019 11:06 0

Eropa

Gelombang Panas Eropa Mengancam Lapisan Es Greenland

Kondisi ini mengkhawatirkan karena dapat membuat lapisan es Greenland mendekati atau di bawah rekor terendah yang terlihat pada 2012

Sabtu, 27/07/2019 10:30 0

Palestina

Sniper Israel Dilatih Menembak Pergelangan Kaki Orang Palestina, Apa Tujuannya?

Lebih dari setahun setelah protes di perbatasan Gaza dimulai, militer Israel telah memutuskan untuk melatih penembak jitu untuk "menembak di pergelangan kaki" orang-orang Palestina.

Sabtu, 27/07/2019 10:08 0

Suriah

PBB: 400 Ribu Mengungsi Dalam Tiga Bulan Eskalasi Militer Suriah

"Kamp-kamp pengungsian penuh sesak dan banyak yang terpaksa tinggal tanpa tenda," kata pernyataan itu seraya menjelaskan jumlah yang tinggal tanpa tenda sekitar dua pertiga dari pengungsi baru itu.

Sabtu, 27/07/2019 08:28 0

Singapura

Oposisi Khawatir UU Anti-Hoaks Untungkan Petahana saat Pemilu Singapura

Pemimpin partai oposisi baru Singapura mengaku khawatir bahwa undang-undang anti-hoaks, yang ditakutkan oleh kelompok-kelompok hak asasi dapat menghambat kebebasan berbicara, dapat digunakan dalam pemilihan mendatang.

Jum'at, 26/07/2019 17:20 0

Amerika

Polusi Udara Diperkirakan Tewaskan 30 Ribu Orang Amerika Setiap Tahun

Polusi udara yang memicu terjadinya serangan jantung, sakit paru-paru, dan stroke

Jum'at, 26/07/2019 17:07 0

Turki

Berminat? Rumah Tinggal Kakek PM Inggris di Istanbul Dijual Rp1,3 Triliun

Dinamai Zeki Pa┼ča Waterside Mansion, rumah seperti chateau itu dianggap sebagai salah satu real estate termahal di dunia.

Jum'at, 26/07/2019 16:55 0

Close