... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bahas Repatriasi, Delegasi Myanmar Temui Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Foto: Pengungsi Rohingya di Cox's Bazar,Bangladesh

KIBLAT.NET, Cox’s Bazar – Delegasi tingkat tinggi Myanmar mengunjungi lokasi pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh dalam rangka membicarakan repatriasi atau pemulangan kembali para pengungsi, dengan para tokoh etnis muslim Rohingya.

Kunjungan delegasi tingkat tinggi Myanmar ke pengungsian Cox’s Bazar dilakukan pada Sabtu (27/07/2019). “Berbicara dengan para pengungsi Rohingya dengan tujuan meyakinkan mereka untuk kembali ke negara asal mereka,” kata Md Delwar Hossain, direktur jenderal di Kementerian Luar Negeri Bangladesh seperti dikutip Aljazeera.

Delegasi Myanmar dipimpin oleh sekretaris tetap Kementerian Luar Negeri, Myint Thu dan beranggotakan 15 orang. Mereka mengadakan pertemuan selama empat jam dengan para pemimpin masyarakat muslim Rohingya di pengungsian. Pertemuan itu juga melibatkan tokoh perempuan Rohingya.

Pertemuan para pemimpin muslim Rohingya dengan delegasi Myanmar menyita perhatian para pengungsi. Ratusan orang Rohingya berkumpul di lokasi pertemuan, meski akhirnya dibubarkan oleh aparat keamanan Bangladesh.

“Kami datang kesini untuk bertemu dengan delegasi Myanmar untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan kami, tetapi kami tidak diizinkan untuk bertemu mereka,” kata seorang pengungsi bernama Safari Alam.

Cox’s Bazar menjadi salah satu lokasi pengungsian muslim Rohingya, dengan puluhan kamp pengungsian berdiri di atasnya. Etnis muslim Rohingya melarikan diri dari Rakhine setelah mengalami penindasan dan menjadi sasaran genosida. Saat ini Bangladesh menjadi tempat pelarian 1,2 juta orang Rohingya.

Rencana pemulangan pengungsi Rohingya ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang dilakukan Bangladesh dan Myanmar pada November 2017. Namun sejauh ini tak ada orang Rohingya yang bersedia kembali. Bangladesh juga tak memaksa para pengungsi untuk kembali ke Myanmar.

Pemulangan kembali etnis Rohingya ke Myanmar juga menyisakan kekhawatiran banyak pihak. Pasalnya tak ada yang bisa menjamin keselamatan etnis Muslim itu saat berada di tanah kelahiran mereka. Di sisi lain, rezim Myanmar makin mendapatkan tekanan internasional terkait nasib muslim Rohingya.

Sejumah tuntutan yang mengemuka dari kalangan Rohingya terkait wacana repatriasi adalah mereka harus diakui sebagai etnis Rohingya, mendapatkan status kewarganegaraan, dan mendapatkan jaminan keamanan dari masyarakat internasional. Sementara, kelompok hak asasi manusia menyatakan kondisi di Myanmar belum kondusif bagi mereka untuk kembali.

Sumber: Aljazeera
Redaktur: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

104 Capim KPK Jalani Tes Psikologi, Pansel Tak Targetkan Jumlah yang Lolos

Para Capim KPK akan dites kejiwaan dan kepribadian pada tahapan tes psikologi

Ahad, 28/07/2019 14:34 1

Indonesia

Deteksi Radikalisme, Kemenristekdikti Mendata Nomor Telepon dan Medsos Warga Kampus

Kemenristekdikti akan bekerjasama dengan BNPT dan juga BIN terkait menjaga kampus dari radikalisme dan intoleransi

Ahad, 28/07/2019 12:56 0

Indonesia

Pascaerupsi, Tingkat Aktivitas Gunung Tangkubanparahu pada Level Normal

Ancaman bahaya yang paling mungkin terjadi berupa hembusan gas vulkanik dengan konsentrasi berfluktuasi di sekitar Kawah Ratu

Sabtu, 27/07/2019 15:12 0

Indonesia

Bantu Jemaah Haji, Arab Saudi Siapkan Call Center Multi Bahasa

Layanan call center juga tersedia dalam bahasa Indonesia

Sabtu, 27/07/2019 12:38 0

Feature

Jawaban Cerdas Muslimah saat Ditanya, “Cuaca Panas, Apa Gak Gerah Pakai Jilbab?”

Ya, saya merasa sangat panas mengenakan jilbab di hari yang panas di bawah teriknya sinar matahari.

Sabtu, 27/07/2019 11:50 0

Indonesia

Dua Putranya Masuk Bursa Walkot Solo, Jokowi Mengaku Senang

Jokowi mengaku akan mendukung apapun keputusan yang diambil putra-putranya.

Sabtu, 27/07/2019 06:36 1

Indonesia

Penggunaan Gadget Terlalu Dini Berpotensi Sebabkan Anak Lambat Bicara

Orang tua sibuk kerja, anak pun bebas berselancar dengan gadget.

Sabtu, 27/07/2019 05:53 0

Indonesia

Koalisi Kawal Capim KPK Ragukan Kinerja Pansel

Pada tanggal 11 Juli lalu Panitia Seleksi Pimpinan KPK telah resmi mengumumkan para pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Jum'at, 26/07/2019 15:41 0

Indonesia

Diawali Cekcok, Polisi Tembak Sesama Polisi Tujuh Kali

Seorang anggota Polisi menembak sesama Polisi sebanyak tujuh kali hingga meninggal di tempat.

Jum'at, 26/07/2019 15:10 0

Indonesia

Fatwa Keuangan MUI Diklaim Paling Aplikatif

Fatwa MUI dibuat melalui suatu forum yang melibatkan berbagai ormas Islam di Indonesia

Jum'at, 26/07/2019 14:07 0

Close